Maksimalkan Distribusi Pangan Saat PSBB dengan Rail Express

Bandung - TemanBaik, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah berlaku di kawasan Bodedek, yaitu Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi. Bahkan, pada Rabu (22/4/2020) ini, PSBB juga akan berjalan di Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.

Salah satu yang dikhawatirkan publik tentu adalah kebutuhan pangan, termasuk mereka yang menjalankan usaha di bidang pangan. Tapi, tenang, segala hal yang berkaitan dengan pangan tetap bisa berjalan kok, termasuk pengiriman dari dan ke daerah yang menjalankan PSBB.

Untuk distribusi bahan pangan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) pun akan memaksimalkan salah satu layanannya, yaitu Rail Express. Layanan ini jadi solusi agar distribusi bahan pangan tetap berjalan seperti biasa meski di tengah PSBB.

"KAI siap mendistribusikan barang retail, termasuk pangan seperti beras, buah-buahan, sayur-sayuran, dan lainnya dengan aman, tepat waktu, dan efisien," kata VP Public Relation PT KAI Joni Martinus dalam rilis yang diterima BeritaBaik.id, Senin (20/4/2020).


Mungkin di antara TemanBaik ada yang belum tahu apa itu Rail Express. Kita kasih tahu nih ulasannya. Rail Expres merupakan layanan angkutan barang station to station dengan harga terjangkau. Layanan ini tersedia di 60 stasiun di Pulau Jawa.

Untuk menggunakan layanan ini, kamu cukup menyerahkan barang ke lokasi Rail Express di stasiun. Barang kiriman kamu kemudian bisa diambil di loket Rail Express di stasiun tujuan oleh penerima barang.

Rail Express sendiri sebelumnya sudah melayani angkutan bahan pangan seperti telur dari Blitar ke Jakarta, bawang merah dari Nganjuk ke Jakarta, salak dari Purwosari ke Jakarta, sayur dan buah dari Malang dan Kebumen ke Jakarta dan Bandung, serta berbagai angkutan bahan pangan lainnya ke berbagai tujuan.

"Semoga layanan ini dapat membantu masyarakat yang ingin mendistribusikan barangnya pada masa pandemi COVID-19," harap Joni.



Baca Ini Juga Yuk: 'ChariTea', Memberi Perhatian Lewat Teh Hitam

Geliat Bisnis KAI
Pandemi virus corona sendiri memang memberi dampak pada berbagai sektor, termasuk dirasakan PT KAI. Jumlah penumpang mengalami penurunan signifikan. Perjalanan kereta api pun sebagian besar dibatalkan.

Tapi, ada hal positif di saat bersamaan. Sektor angkutan barang yang dilakukan PT KAI mengalami kenaikan signifikan. Hal ini tentu membuat geliat bisnis di BUMN tersebut bisa tetap berjalan.

"KAI mencatat adanya peningkatan volume angkutan barang pada bulan Maret 2020 dibandingkan dengan Februari 2020. Pada Maret 2020 KAI mengangkut 4,2 juta ton, naik 16% dibanding periode Februari 2020 dengan jumlah 3,5 juta ton," jelas Joni.

Naiknya volume angkutan barang ini disumbang oleh peningkatan angkutan perkebunan sebesar 400%, dari 12 ribu ton menjadi 61 ribu ton. Kemudian angkutan klinker naik 159%, dari 43 ribu ton menjadi 114 ribu ton. Angkutan batu bara naik 15% dari 2,6 juta ton menjadi 3 juta ton. Peti kemas naik 8% dari 373 ribu ton menjadi 404 ribu ton. Serta angkutan retail naik 4% dari 11 ribu ton menjadi 12 ribu ton.

"Di tengah menurunnya volume angkutan penumpang, KAI akan memaksimalkan lini angkutan barang menggunakan kereta api. Diharapkan KAI mampu mempercepat pendistribusian logistik yang dibutuhkan di berbagai daerah, termasuk logistik yang sangat dibutuhkan dalam rangka penanganan COVID-19," tutur Joni.

Foto: dok. PT KAI


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler