Menjadi Ulat di Tengah Pandemi Ala Motivator Merry Riana

Jakarta - TemanBaik, sudah mulai ada yang merasa bosan dengan situasi akibat pandemi virus corona atau COVID-19? Mungkin ada yang jengkel karena ada di rumah terus-menerus, kesal karena begitu banyak kebiasaan baru yang harus dilakukan seperti rajin memakai masker dan cuci tangan dengan sabun, hingga sekarang 'terkurung' karena tinggal di kawasan dengan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Ya, semua orang mungkin saat ini merasa enggak nyaman dengan kondisi yang ada, termasuk kamu. Bahkan, mungkin ada yang mengeluh dan protes dengan langkah yang dilakukan pemerintah. Tapi, mulai sekarang, setop untuk mengeluh dan protes. Sebab, ketidaknyamanan ini dirasakan semua pihak, bukan hanya kamu sendiri.

"Ini satu hal yang menurut saya sangat penting. Jangan lagi yang namanya protes sana-sini. Awalnya mungkin kita pasti kaget karena ini sesuatu yang baru. Mungkin ada yang merespon dengan marah, panik, tapi we have to move on, ini kan sudah sebulan lebih, kita harus maju ke depan," kata motivator Merry Riana.

Ia pun mengajak semua orang untuk mengambil hikmah dari kondisi saat ini. Bangkit dan melakukan apapun yang kamu bisa jauh lebih baik ketimbang mengeluh dan protes. Ia bahkan menganalogikan kondisi orang-orang saat ini seperti ulat. Jika bisa bersabar dan melewati kondisi yang ada, situasi selanjutnya akan jauh lebih baik.

"Ulat itu (sebelum) bertransformasi (menjadi kupu-kupu), ulat harus jadi kepompong dulu. Ketika ulat itu menjadi kepompong, itu luar biasa tidak nyaman karena biasanya ulat itu mungkin bisa jalan kesana-kemari. Dalam kepompong dia harus diam, dia berada dalam situasi gelap, ruang gerak terbatas, mungkin dia juga merasa sesak," tutur Merry.

Hal itu hampir serupa dengan orang-orang saat ini yang harus lebih banyak tinggal di rumah dan tentunya menjalankan beragam aktivitas di rumah. Jika kamu sadar, hal ini semua adalah untuk kebaikanmu dan orang-orang lainnya. Tujuannya tentu agar pandemi segera berakhir.

Baca Ini Juga Yuk: Peringati Hari Bumi, Mulai Kebiasaan Baik Ini dari Rumah

Karena itu, ia mengajak semua orang berkaca dari ulat yang sabar menghadapi kondisi tak nyaman untuk sementara. Sebab, setelah melalui proses tak nyaman, ulat akan bertransformasi jadi kupu-kupu yang indah dan bisa terbang bebas kemana pun dia mau.

"Menurut saya kita itu seperti ini keadaannya. Mungkin sebelumnya kita bebas melakukan banyak hal, tapi sekarang (seperti) ulat dalam kepompong," ujarnya.

"Kita terbatas, kita juga merasa tertekan mungkin, tapi mungkin ini proses yang harus dilalui supaya setelah proses ini berakhir, kita bisa jadi manusia yang lebih baik lagi, yang sudah bertransformasi," jelas Merry.

Karena itu, agar situasi ini segera berakhir, semua orang sebaiknya taat pada apa yang dianjurkan pemerintah dan pihak-pihak terkait. Sebab, kedisiplinan banyak pihak, termasuk kamu, akan sangat menentukan pandemi ini segera berakhir atau justru makin panjang.

"Saya percaya tidak lama lagi kita pasti akan melewati masa-masa sulit ini. Saya juga percaya kita pun akan bisa kembali bergandengan tangan, berpelukan, merayakan kemenangan. Indonesia bisa pulih kembali, Indonesia bisa sehat kembali. Sesulit apapun keadaannya, tetap harus punya harapan bertahan, fokus ke depan meraih kemenangan itu," tandas Merry.

Foto: dok. BNPB
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler