#AksiBaik Alumni MAN 5 Bogor Ini Patut Ditiru

Bogor - TemanBaik, saat ini banyak cara dilakukan orang untuk membantu orang lain yang sedang kesulitan. Tapi, cara unik dilakukan alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Bogor. Mereka menginisiasi gerakan '1AM'. Seperti apa ya menariknya gerakan ini?

Abdul Basit, alumni MAN 5 Bogor angkatan 1994, merupakan pencetus gerakan 1AM. Gerakan itu berarti '1 Alumni 1 Masker'. Intinya, ini adalah sebuah gerakan dari para alumni MAN 5 Bogor untuk membantu pencegahan penyebaran virus corona, terutama di Kota Bogor.

"Gerakan ini dimulai dengan melakukan penjualan kaos kepada alumni. Keuntungan dari penjualan kaos tersebut digunakan untuk membeli masker dan sembako," kata Basit di laman resmi Kementerian Agama.

Masker dan sembako itu pun dibagikan secara gratis kepada warga. Terutama untuk sembako, mereka yang dinilai membutuhkan jadi sasaran penerima. Gerakan itu juga membuat pelaku UMKM, terutama konveksi, tetap bergeliat.

Baca Ini Juga Yuk: Gerakan #DiRumahAja Ternyata Kurangi Potensi Bencana Longsor Loh!

Di saat yang sama, para alumni juga tergerak hatinya loh. Selain membeli kaos, ada juga yang sengaja memberi sumbangan dalam berbagai bentuk.

"Justru banyak alumni yang menyumbang masker berlusin-lusin, sembako, dan uang tunai dengan nominal yang jauh lebih besar dari harga penjualan kaos," tutur Basit.

Sebagai langkah awal dari gerakan 1AM, pembagian masker sudah dibagikan di kawasan Parungpanjang belum lama ini. Dalam waktu dekat, pendataan akan dilakukan untuk mereka yang dinilai berhak menerima bantuan sembako. Setelah itu, sembako akan diserahkan.

"Kegiatan ini semata-mata sebagai bentuk kepedulian alumni kepada masyarakat di situasi pandemi COVID-19. Semoga apa yang kami lakukan bisa menggugah masyarakat lainnya untuk peduli sesama dan juga waspada terhadap pandemi COVID-19," jelas Basit.

Wah, keren kan TemanBaik apa yang dilakukan para alumni MAN 5 Bogor ini? Hal ini mungkin bisa jadi inspirasi bagi kamu dan teman-teman untuk mengumpulkan dana atau membantu sesama.

Foto: dok. kemenag.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler