'Hias Pagar', #AksiBaik Berbagi Sembako untuk Bantu Sesama

Bandung - TemanBaik, dua bulan berperang melawan virus corona memang melelahkan. Namun, di sisi lain, upaya kita dalam memerangi wabah ini seakan memicu banyak aksi baik untuk dilakukan. Salah satunya kali ini hadir dari Kota Cimahi, Jawa Barat.

Adalah Dwi Fitria Ambarina, seorang warga di Komplek Rancabali Jl. Batukarang RT 03/02 Cimahi, yang tergerak melakukan #AksiBaik dengan cara menyimpan aneka sembako di pagar rumahnya untuk diambil oleh masyarakat sekitar rumahnya yang membutuhkan bantuan selama masa pandemi yang mengharuskan kita #DiRumahAja.

Saat dihubungi Beritabaik.id, Ambar, sapaan akrabnya mengaku #AksiBaik ini dilakukannya sejak hari pertama bulan Ramadan. Ambar menyebut aksi baik ini dengan nama 'Hias Pagar'. Berbagai jenis sembako ia masukkan ke dalam kantong belanja dan digantungkan di pagar rumahnya.

"Tiap hari (sembako yang dibagikan) itu berbeda-beda. Kadang paket sayur lodehan, sayur aseman, sop, sembako beras, telur, kecap, mie instan, susu kental kemasan, dan lain sebagainya," ujar Ambar kepada Beritabaik.id.


Tak hanya sembako, dalam bingkisan itu, Ambar juga menyelipkan sebuah masker kain untuk penerimanya. Masker kain adalah salah satu rekomendasi Alat Pelindung Diri (APD) untuk kamu yang merasa cukup sehat untuk menjalani rutinitas sehari-hari.

Dalam sehari, Ambar membuat 6 hingga 12 paket sembako dan menggantungkannya di depan rumah. Jumlah 6 hingga 12 sembako tersebut selalu habis tiap harinya. Ambar menyebutkan, penerima bantuan berasal dari para pedagang keliling yang lewat di depan rumahnya, atau tetangga di sekitar rumah yang memerlukan bantuan.

"Kalau pintunya terbuka, mereka akan izin sama saya (untuk mengambil sembako). Tapi kalau pintu sedang tertutup, biasanya mereka cukup teriak aja, mau ngambil sembako, gitu," jelasnya.



Baca Ini Juga Yuk: #AksiBaik Alumni MAN 5 Bogor Ini Patut Ditiru

Keinginan untuk berbagi dirasakan Ambar saat banyak melihat pemberitaan seputar maraknya kematian akibat kelaparan yang merupakan dampak dari COVID-19 untuk beberapa kalangan. Ambar menduga, kelaparan yang terjadi itu akibat keluarga tak mampu tersebut malu atau sungkan meminta bantuan dari tetangga atau kerabat dekat.

Selain itu, diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tempat tinggalnya yang masuk wilayah Bandung Raya membuat Ambar tak bisa banyak bergerak untuk membantu sesama. Ia menilai cara #HiasPagar ini cukup efektif membagikan kebaikan dari rumah.

Awalnya, wanita yang berprofesi sebagai Guru Bimbingan Konseling (BK) di SMA Negeri 4 Cimahi ini menjalankan aksi baik ini dengan mengandalkan dana pribadinya. Namun, per hari ini, Selasa (28/4), ia mendapat bantuan dari beberapa donatur.

"Saya sangat terbuka jika ada donatur yang mau gabung. Kalau ada donatur, berarti kuantitas paket per harinya bisa bertambah banyak. Artinya kita bisa menolong warga lebih banyak lagi," ajak Ambar.


Lebih lanjut, ia berharap dapat berkolaborasi dengan berbagai unsur untuk menjalankan aksi baik ini. Tak terkecuali dengan pihak Pemerintah setempat melalui unsur kewilayahannya. Ia berharap, model kebaikan dari rumah yang dilakukannya ini bisa ditiru dan dimodifikasi oleh banyak orang di manapun.

"Aksi ini harus dimulai dari level kolektif terendah dulu. Minimal dari satu RT ada satu rumah yang melakukan #HiasPagar ini. Hal itu sudah sangat membantu bagi saudara kita yang membutuhkan," pungkas Ambar.

TemanBaik, ada begitu banyak sekali peluang untuk menebarkan kebaikan. Menjadi lebih istimewa bila mengingat kebaikan ini dilakukan di tengah bulan suci Ramadan. Yuk, sebisa mungkin kita berbuat baik dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Lalu, aksi baik apa yang saat ini terlintas di benakmu?

Foto: dok. Dwi Fitria Ambarina


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler