'Bawelnya' Yana Mulyana Ingatkan Warga Soal Corona

Bandung - TemanBaik, tahu enggak jika Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana sempat terjangkit positif virus corona atau COVID-19? Setelah dinyatakan positif, ia sempat diisolasi di salah satu rumah sakit di Kota Bandung. Hasilnya, ia akhirnya dinyatakan sembuh, boleh pulang, dan hasil tes memperlihatkan ia sudah negatif dari virus corona.

Sejak beberapa hari lalu, Yana pun sudah kembali beraktivitas. Bahkan, lebih dari sepekan terakhir ia sangat sibuk karena berkutat dengan kebijakan menjalankan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), terutama di Kota Bandung.

Ia pun berkali-kali melalukan rapat koordinasi dan pemantauan langsung ke jalanan untuk meninjau pelaksanaan PSBB. Bahkan, ia tak segan terjun langsung mengingatkan pengendara dan warga agar taat terhadap aturan selama pelaksanaan PSBB.

Bagi Yana yang baru sembuh dari virus corona, jelas kesibukannya saat ini cukup rentan. Ia berpotensi kembali terpapar virus tersebut. Sebab, ia harus sering berada di keramaian dan berinteraksi dengan orang di kerumunan.

Status sebagai mantan pasien virus corona pun tak membuatnya tenang. Sebab, bisa saja ia kembali tertular virus tersebut. Itu karena tak ada jaminan yang pernah positif tidak akan kembali terjangkit.

"Enggak ada jaminan orang yang pernah tertular enggak akan tertular lagi," kata Yana kepada BeritaBaik.id.

Sebagai manusia biasa, ia tentu dilanda rasa khawatir kembali terjangkit virus tersebut. Tapi, ketakutan itu ia tekan sekecil mungkin. Sebab, ia adalah pejabat publik. Apalagi, ia juga secara otomatis menjadi Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kota Bandung. Tentu tugasnya cukup berat dan berisiko.

Baca Ini Juga Yuk:

Hal yang dikakukannya adalah melakukan langkah antisipasi. Risiko yang ada tetap dihadapi dengan cara logis dan sesuai standar kesehatan.

"Ke mana-mana saya standar pakai masker, kacamata, ditambah sarung tangan," tutur Yana.

Di luar itu, ia juga melakukan langkah preventif lain, mulai dari rajin mencuci tangan, makan makanan bergizi, hingga istirahat dengan cukup. Berbagai langkah itu juga diiringi dengan kekuatan doa.

Bayang-bayang Kematian
Bagi Yana, menjadi pasien positif virus coron tentu suatu pengalaman buruk. Akibat virus itu, ia harus menjalani isolasi di rumah sakit, sesak, hingga badan yang kerap disuntik serta diambil darah.

Belum lagi ia juga harus minum obat, menjalani rangkaian tes, serta bayang-bayang kematian dalam pikiran. Sebab, setiap hari terus dibombardir dengan informasi tentang pasien yang meninggal.

"Yang terbayang dalam pikiran saya (saat dirawat) adalah akan meninggal karena mungkin psikologis ya, tiap hari kita buka handphone tahu yang meninggal sekian. Secara enggak sadar itu memengaruhi bawah sadar kita," ucap Yana.

Sadar tak nyaman menjadi pasien positif virus corona, ia pun merasa perlu membagi pengalamannya ke berbagai pihak. Dalam berbagai kesempatan, ia sesekali menceritakan pengalamannya semasa menjadi penyintas COVID-19.

Ia berharap pengalamannya menjadi pencerahan bagi orang lain. Sehingga mereka bisa meningkatkan kewaspadaan dan melakukan berbagai langkah antisipatif. Hal itulah yang membuatnya begitu cerewet seputar penanggulangan virus corona yang harus dilakukan semua pihak.

"Mudah-mudahan dengan pengalaman itu saya bisa meyakinkan orang," harap Yana.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler