Hati-hati Sebar Pesan Corona, Banyak Kasus Sudah Ditangani Polisi

Jakarta - TemanBaik, sebaiknya kamu hati-hati ya dalam menerima informasi, apalagi saat menyebarkannya. Sebab, dalam kondisi pandemi virus corona seperti sekarang, hoaks justru bertebaran, baik melalui pesan singkat, aplikasi percakapan, hingga media sosial.

Beragam hoaks yang ada pun macam-macam. Tapi, intinya informasi yang disebarkan salah, tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga bikin publik khawatir berlebihan.

Karena itu, penting bagi kamu untuk bersikap bijak. Sehingga, suasana kondusif bisa tetap terjaga. Yang paling dekat jaga deh suasana kondusif di sekitar tempat tinggal dan pergaulanmu.

Hindari untuk menyebarkan kembali informasi yang tidak jelas kebenarannya. Sebab, alih-alih bertujuan membagi informasi, kamu justru bisa jadi penyebar hoaks. Jika ini terjadi, kamu bisa terancam hukum loh.

Kepolisian sendiri terus menggaungkan perang melawan hoaks. Banyak kasus yang sudah ditangani. Bahkan, saat ini Polri juga sudah mengelompokkan kasus hoaks berdasarkan tema. Untuk hoaks seputar virus corona saja, jumlahnya sudah cukup banyak.

"Sampai tanggal 4 Mei 2020 ada sebanyak 101 kasus hoaks yang sedang ditangani oleh Polri," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di laman resmi Humas Polri.

Dari 101 kasus tersebut, sebanyak 14 kasus ditangani jajaran Polda Metro Jaya. Selanjutnya, disusul Polda Jatim dengan 12 kasus dan Polda Jabar dengan tujuh kasus. "65 kasus lainnya ditangani oleh polda jajaran," ucapnya.


                                 Foto: dok. humas.polri.go.id/Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra. 

Baca Ini Juga Yuk:
 Angin Segar Bagi Pelaku Industri Kreatif di Tengah Pandemi


Ini nih bagian yang cukup menarik untuk dibahas, yaitu soal motif para pelaku penyebar hoaks. Ternyata ada berbagai alasan loh yang membuat mereka jadi penyebar hoaks. Ada yang sekadar iseng, bahan bercanda, hingga sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap pemerintah.

Tapi, apapun alasannya, sengaja atau tidak sengaja, menyebar hoaks jelas bukan hal baik. Jadi, enggak perlu berpikir panjang untuk menegaskan diri jangan sampai jadi 'agen' hoaks.

Jika keukeuh ingin menyebar hoaks, meski hanya sekadar bercanda, siap-siap deh dengan jerat hukum. Untuk hukumannya, tergantung tingkat kesalahan dan perbuatanmu. Tapi, yang pasti hukuman itu engga kakan enak.

Mereka yang saat ini kasusnya diproses kepolisian sendiri dipersangkakan melanggar pasal 45 dan 45A UU ITE dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar, serta pasal 14 dan 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman pidana 10 tahun penjara, dan Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Roman Kraft
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler