#AksiBaik 2 Ribu Pelari Bantu Penanganan COVID-19

Bandung - TemanBaik, saat ini gerakan dan bantuan dari masyarakat terus dilakukan untuk membantu penanganan pandemi virus corona atau COVID-19. Salah satunya, dari 2 Ribu pelari yang mendaftarkan diri pada Pocari Sweat Run Bandung 2020.

Penyerahan bantuan ini diserahkan melalui Jabar Bergerak yang dipimpin Atalia Praratya di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Kamis (14/5/2020). Penyerahan bantuan juga disaksikan langsung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Kegiatan Pocari Sweat Run Bandung sendiri rencananya digelar pada 27 Juli 2020. Tapi, pandemi virus corona membuat kegiatan urung terlaksana. Panitia akhirnya memutuskan membatalkannya.

Head of Brand Activation Pocari Sweat Gading Santoso Putri mengatakan ada sekitar 11 ribu pelari yang sudah mendaftar dalam kegiatan tahunan tersebut. Dari jumlah itu, sebagian di antaranya memilih mengalihkan uang pendaftarannya untuk didonasikan dalam penanganan COVID-19 di Jawa Barat.

"Ini dari uang registrasi, mereka memilih untuk mendonasikan kepada Jabar Bergerak dengan total Rp667 juta. Dari 11 ribu pelari yang mendaftar, 2 ribu pelari memilih untuk disumbangkan," kata Gading dalam rilis yang diterima BeritaBaik.id.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Tujuh Kecamatan di Bandung yang Terbebas dari Kebakaran

Agus Prayogo, perwakilan pelari yang menyalurkan bantuan, mengungkap harapannya. Ia ingin melihat bantuan yang diberikan para pelari bisa bermanfaat dalam mengatasi pandemi COVID-19.

"Saya mewakili para pelari mengucapkan terima kasih, mudah-mudahan dana yang disumbangkan dari biaya registrasi ini bisa bermanfaat untuk penanganan COVID-19 di Jabar. Semoga juga pandemi ini segera berakhir dan event lari di Jabar bisa kembali lagi digelar," tutur Agus.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengapresiasi aksi baik yang dilakukan para pelari. Ia berterima kasih atas donasi yang disampaikan melalui Jabar Bergerak. Rencananya, uang itu akan dipakai untuk membeli alat tes COVID-19. Tujuannya untuk mendukung tes masif dan memetakan COVID-19 di Jawa Barat.

"Dana ini akan kami gunakan untuk membeli alat rapid test buatan lokal, sehingga bisa mengetes lagi ribuan orang supaya Jabar aman dan terkendali," ucap Emil, sapaan akrabnya.

Foto: dok. Humas Jawa Barat
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler