Perjalanan TNI untuk Menjaga Perbatasan Indonesia

Banjarbaru - TemanBaik, salah satu tugas dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah menjaga kawasan perbatasan Indonesia dengan negara lain. Jelas jadi tugas yang tidak mudah mengingat perjalanan ke daerah perbatasan biasanya cukup menyulitkan.

Mau tahu bagaimana sulitnya menempuh perjalanan ke daerah perbatasan? Karena daerah perbatasan ada banyak, yang akan kita bahas adalah daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia di Kalimantan Utara. Simak ulasannya yuk!

Tentara yang ditugaskan di pos-pos perbatasan di Kalimantan Utara ini terdiri dari berbagai tim. Saat ini, tugas menjaga pos-pos perbatasan diemban Satgas Pamtas Yonif RK 623/BWU yang tergabung dalam SSK IV.

Untuk menuju ke sana, para tentara yang ditugaskan harus menyusuri Sungai Sesayap selama 17,5 jam. Ya, 17,5 jam mereka harus melaju di atas sungai! Mereka berangkat dari Pelabuhan Tarakan.



Tak cukup dengan itu, tim juga harus melanjutkan perjalanan darat selama satu jam menuju Mensalong. Setelah itu, perjalanan juga masih berlanjut loh.

"Dari Mensalong, menuju pos-pos kita tempuh selama empat jam dengan menyusuri sungai Pansiangan," jelas Dansatgas Pamtas RI-MLY Yonif RK 623/BWU Letkol Inf. Yordania di laman resmi TNI Angkatan Darat.

Baca Ini Juga Yuk: Lahir Saat Pandemi, Gajah Ini Diberi Nama Covid

Itu artinya, mereka harus menempuh perjalanan dengan total waktu tempuh 22,5 jam. Terbayang kan melelahkannya perjalanan mereka. Namun, semua itu tetap dilakukan demi menjaga wilayah perbatasan.

Satgas Yonif RK 623/BWNU yang sebenarnya bermarkas di Banjarbaru ini akan bertugas selama sembilan bulan, terhitung mulai pertengahan Mei ini. Setelah tugas selesai, Satgas Pamtas akan digantikan.

"Kita akan mengamankan perbatasan ini dengan menempati 25 pos di sepanjang Krayan sampai Nunukan, dengan Poskotis berada di Nunukan," jelas Yordania.

Dan SSK IV Kapten Inf. C. Indra Gunawan mengatakan memang tim yang diterjunkannya ke wilayah perbatasan itu siap 'tempur' untuk memastikan keamanan di perbatasan hingga kedaulatan negara. Beban dan tanggung jawab yang diberikan akan dijawab dengan kerja keras.

"Menjadi kebanggaan tersendiri menjadi prajurit yang terpilih untuk melaksanakan tugas mulia menjaga keamanan perbatasan negara. Kami siap dan akan memberikan pengabdian yang terbaik dalam pelaksanaan tugas ini," pungkas Indra.

Foto: dok. TNI AD

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler