Tempat Karantina di Banyumas Ini Malah Mirip Tempat Wisata

Banyumas Sub-District - Apa yang terbayang di benak TemanBaik jika mendengar kata tempat karantina untuk pencegahan penularan virus corona atau COVID-19? Pasti ada berbagai bayangan yang tergambar dalam benar setiap orang.

Namun, di Bayumas, Jawa Tengah, ternyata ada tempat karantina yang tergolong unik loh. Sebab, di sana tempat karantinanya malah lebih mirip seperti di tempat wisata. Penasaran? Simak ulasannya yuk!

Tempat karantina ini terletak di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Lokasi yang dijadikan tempat karantina adalah penginapan bernama Joglo Batu Akik. Tempat Karantina di Banyumas Ini Malah Mirip Tempat Wisata

Sesuai namanya, tempat ini merupakan penginapan. Sesuai namanya pula, tempat ini memiliki banyak koleksi batu akik yang indah.

Dilansir laman resmi Pemprov Jawa Tengah, penginapan ini memang dikhususkan menjadi tempat karantina bagi warga lokal yang pulang kampung. Di sini, total ada 22 rumah joglo yang disiapkan dan 17 di antaranya sudah terisi.

Soal fasilitas, tentu memudahkan bagi mereka yang dikarantina. Tinggal gratis, diberikan uang makan, hingga perlengkapan mandi disediakan bagi yang ada di sini.

"Uang makan nanti diserahkan ke keluarga masing-masing agar dibuatkan masakan sesuai kehendak hati," kata Kepala Desa Karangtengah Karyoto.

Baca Ini Juga Yuk: Dokter RSHS Nyanyikan Lagu ‘You Are Not Alone’ dari HMGNC

Menurut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas Erna Husein, mengatakan suasana di lokasi selayaknya tempat wisata. Sebab, penginapan itu memang sebelumnya adalah untuk mendukung kegiatan pariwisata yang diharapkan dapat memberikan kenyamanan seperti di tempat wisata.

"Seperti berwisata saja, di sini udara sejuk dan lingkungan yang asri, membuat penghuni betah," tutur Erna.

Sumami menjadi salah seorang peserta karantina di Joglo Batu Akik. Ia sudah lebih dari sepekan tinggal di sana bersama putrinya. Ia cukup betah tinggal di sana dengan fasilitas yang ada.

Setelah mendapatkan izin pulang dari tempat kerjanya, ia akhirnya memilih pulang. Namun, demi menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, ia rela menginap di tempat tersebut daripada langsung pulang ke rumah.

Ia tak mau tiba-tiba tertular COVID-19 dalam perjalanan pulang kampung. Hal yang lebih dikhawatirkan, ia takut menularkan COVID-19 tanpa disadari pada keluarganya.

"Saya sedang hamil, di rumah banyak saudara dan orang tua. Maka untuk sementara saya di sini saja," tutur Sumami.

Hal serupa juga dilakukan Sodikin. Ia terpaksa pulang kampung karena tak memiliki pekerjaan lagi. Terakhir, ia bekerja di kawasan Cibubur. Namun, pandemi COVID-19 membuatnya kehilangan pekerjaan. Ia juga merasa nyaman tinggal di tempat karantina.

"Sesampainya di Cilongok saya menuju puskesmas untuk pemeriksaan, kemudian dijemput menuju rumah karantina ini," ucap Sodikin.

Foto:  dok. Diskominfo Banyumas/www.jatengprov.go.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler