Menengok Suasana Mal di Bandung yang Kembali Beroperasi

Bandung - Lebih dari 20 mal di Kota Bandung mulai dibuka hari ini. Seperti apa ya suasananya? Simak ulasannya yuk! 

BeritaBaik.id mengunjungi King's Shoping Center di Jalan Kepatihan, Kota Bandung, Senin (16/6/2020). Di sini, dari sekitar 300 tenant, sebanyak 120 sudah mulai buka. Namun, tidak semuanya beroperasi. Banyak tenant yang petugasnya justru melakukan persiapan dan bersih-bersih.

Ada yang terlihat membersihkan tas, menyusun deretan pakaian, hingga membersihkan area toko menggunakan cairan disinfektan. Protokol kesehatan pun terlihat sudah mulai dijalankan.

Para pegawai terlihat memakai sarung tangan, masker, bahkan face shield alias alat pelindung wajah. Hand sanitizer pun terdapat di area masing-masing toko.



Pengunjung Ditempeli Stiker
Salah satu yang unik adalah pengunjung akan ditempeli stiker pada pakaiannya. Stiker itu berukuran kecil, sekitar 0,5-1 sentimeter. Stiker ditempelkan petugas jika pengunjung suhu tubuhnya normal setelah dicek menggunakan alat pengukur suhu di pintu masuk.

Stiker berbentuk lingkaran ini memiliki beragam warna. Namun, warna ini hanya untuk memudahkan petugas agar menyesuaikan dengan warna baju. Sehingga, stiker itu akan terlihat oleh orang lain yang membuktikan pengunjung tersebut sudah lolos pemeriksaan di pintu masuk.

General Affair King's Shoping Center Yoel Malkhia mengatakan cara ini dibuat agar pengunjung yang masuk diharapkan dalam kondisi sehat. Sedangkan yang suhu tubuhnya tinggi atau kurang sehat, tidak diperbolehkan masuk.

"Untuk pengawasan di dalam mal sendiri kita memiliki gugus tugas. Kita juga kerja sama dengan Babinsa dan pihak lainnya untuk melakukan pengontrolan agar semuanya berjalan lancar dan sesuai protokol kesehatan," kata Yoel.

Untuk jumlah tenant, pada hari ini memang belum 100 persen buka. Itu karena lebih banyak pemilik atau pengelola tenant yang belum siap menjalankan protokol kesehatan sesuai aturan dari Pemkot Bandung.

Bahkan, beberapa pengelola toko juga masih melakukan persiapan, bersih-bersih, hingga mempersiapkan pegawai. Itu karena sejak mal ditutup untuk umum beberapa waktu lalu, banyak karyawan yang dirumahkan sementara, bahkan di-PHK.


Baca Ini Juga Yuk: Mal di Bandung Mulai Dibuka, Perhatikan Hal Ini Ya!

Batasi Jumlah Pengunjung
Untuk jumlah pengunjung, hanya 30 persen dari kapasitas mal yang boleh terisi. King's Shoping Center sendiri rata-rata setiap awal pekan dikunjungi sekitar 20 ribu orang, sedangkan akhir pekan bisa mencapai 40 ribu orang.

Dengan adanya pembatasan, otomatis pihak pengelola akan menyaring jumlah pengunjung hanya 30 persen dari kapasitas. Petugas keamanan pun menjadi garda terdepan untuk membatasi pengunjung.

"Kita sudah pasang alat sensor untuk mengetahui jumlah pengunjung. Jika sudah 30 persen, sekuriti akan menahan laju pengunjung. Jadi, pengunjung yang masuk harus antre atau menunggu dulu sampai jumlah pengunjung di dalam kurang dari 30 persen," jelas Yoel.

Tak Ada Kursi dan Meja Makan
Sesuai aturan, di mal ini juga tak melayani makan di tempat. Sehingga, tenant penjual makanan atau minuman hanya menyediakan layanan dibawa pulang saja.

Kursi dan meja yang biasanya dipakai untuk makan pun banyak yang tak dipasang, kecuali meja dan kursi yang dipasang permanen. Hal ini untuk menghindari adanya pengunjung yang memaksakan diri makan atau minum di tempat.

Setiap tenant juga memasang sekat dari plastik di setiap kasir. Sehinga, pembeli dan pelayanan akan terhalang plastik saat bertransaksi untuk meminimalisir risiko penularan COVID-19.

Ingatkan Taat Aturan
Wali Kota Bandung Oded M. Danial pun meninjau King's Shoping Center. Seusai memimpin rapat di Pendopo Kota Bandung, ia berjalan kaki menuju lokasi yang kebetulan cukup dekat.

Ia meninjau beberapa tenant. Sesekali, ia juga mengingatkan pengelola dan pelayan di mal agar mematuhi protokol kesehatan dan aturan yang diberlakukan selama pandemi COVID-19. Ia juga meminta maaf karena penutupan mal yang selama ini dilakukan demi kemaslahatan bersama.

Secara umum, ia mengapresiasi para pengelola mal dan tenant yang menjalankan protokol kesehatan. Ia berharap itu dijalankan secara konsisten, termasuk oleh pengunjung.

"Kalau ada yang tidak menjalankan protokol kesehatan, hampura (mohon maaf) akan saya tutup lagi. Ini saya ingatkan betul agar manajemen dan pengelola di mal menjalankan aturan. Ini penting," tegas Oded.

Disinggung kapan fasilitas publik seperti taman akan kembali dibuka, ia belum bisa memastikannya. Tapi, jika berdasarkan evaluasi memungkinkan dibuka, maka fasilitas publik akan segera dibuka.

"Kita melakukan evaluasi terus setiap hari. Kalau tiga-empat hari ke depan dirasa bisa dibuka, kita buka. Kalau baru minggu depan bisa dibuka, minggu depan. Tapi, kita lihat situasi dan hasil evaluasi ya," pungkas Oded.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler