Cerita Setyowitarto, Disemangati Warga Usai Sembuh dari COVID-19

Bandung - TemanBaik, ada cukup banyak orang yang terjangkit virus korona alias COVID-19. Salah seorang di antaranya adalah Setyowitarto (54), Ketua RT 01 RW 03 Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Simak ceritanya, yuk!

Pria yang akrab disapa Setyo itu, dalam kesehariannya adalah pedagang sembako di Pasar Antri, Kota Cimahi. Ia diduga terjangkit COVID-19 di sana. Sebab, Pasar Antri menjadi salah satu klaster tersendiri dalam penyebaran COVID-19. Pasar itu bahkan sampai ditutup setelah diketahui ada yang terjangkit COVID-19.

Setyo sendiri baru tahu positif terjangkit COVID-19 pada 23 Mei 2020 setelah dilakukan swab test. Setelah dua hari mengisolasi diri di rumah, ia kemudian dirawat dan menjalani isolasi di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) di Kota Cimahi.

Selama masa isolasi, ia merasakan tak hanya fisik yang sakit, tapi psikisnya juga terganggu. Ia merasa tertekan. Berbagai bayang-bayang negatif pun bermunculan saat itu, termasuk kekhawatiran dijauhi warga di sekitar tempat tinggalnya.

Seiring berjalannya waktu, perawatan dan isolasi mandiri yang dilakukannya tuntas. Ia diperbolehkan pulang pada 10 Juni 2020 lalu. Saat diperbolehkan pulang, bayang-bayang akan dijauhi warga semakin berkecamuk dalam pikirannya.

Baca Ini Juga Yuk: #AksiBaik Warga Tamansari, dari 'Leuit' hingga Ternak Lele

Namun, setibanya di rumah, hal berbeda justru didapatkannya. Bukan penolakan yang dilakukan warga, mereka justru memberikan semangat dan dukungan. Ia bahkan disambut menggunakan Hadrah oleh warga setempat. Lantunan salawat mengiringi kedatangan Setyo begitu turun dari mobil untuk menuju ke rumah.

"Senang tentunya mendapat sambutan dari warga. Saya enggak nyangka akan disambut seperti itu," ucap Setyo saat dihubungi, Selasa (16/6/2020).

Hal itu membuat semangat dan psikologisnya bangkit. Apalagi, hingga kini warga tak ada yang menjauhinya setelah lepas dari perawatan akibat terjangkit COVID-19.

"Malah tadinya warga sampai yang mau bikin syukuran. Tapi saya bilang enggak usah karena kondisinya juga seperti ini (masih pandemi)," ujarnya.

Setyo merasa semangat dan sikap warga padanya membuat ia tak butuh waktu lama untuk bangkit. Beban psikologis yang dialaminya hingga bayang-bayang buruk selama ini seketika sirna. Ia pun sudah beraktivitas seperti biasa.

Ia pun bersyukur tinggal di lingkungan yang warganya dinilai begitu perhatian. Sebab, hal serupa belum tentu dirasakan orang lain yang pernah terjangkit COVID-19.

Pesan untuk Publik
Secara khusus, Setyo mengimbau warga agar tidak menjauhi mereka yang positif atau pernah terjangkit COVID-19. Menjaga jarak dan menjalankan protokol kesehatan memang perlu, tapi jangan sampai menjauhinya.

Sebab, menurutnya orang yang terjangkit COVID-19 mengalami dua sakit sekaligus, yaitu sakit lahir dan sakit batin. Ia pun sempat mengalami berada di kondisi itu.

"Tolong jangan dijauhi. Kalau bisa, support, sapa setiap hari. Itu akan jadi penyemangat tersendiri," kata Setyo.

Sementara karena pernah terjangkit COVID-19, Setyo dan warga di lingkungannya kini lebih waspada dan menjalankan protokol kesehatan sebaik mungkin. Ia bahkan kini lebih 'bawel' mengingatkan warga jika ada yang lupa menjalankan protokol kesehatan. Hal serupa juga dilakukan di antara sesama warga sekitar.

Selain itu, pesan untuk menjaga dan meningkatkan imunitas semakin ditingkatkan. Sebab, ini jadi salah satu kunci utama agar terhindari dari COVID-19.

Foto: Setyowitarto (ketiga dari kanan) saat bersama warga/Istimewa/dok. Pribadi
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler