Tiga Sosok Ini Diajukan Ganjar Pranowo Jadi Pahlawan Nasional

Semarang - TemanBaik, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan tiga sosok untuk ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Mereka adalah Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Imam Santoso, Dr. Kariadi, dan Prof. Dr. Soegarfa Poerbakawatja.

Dilansir di laman resmi Pemprov Jawa Tengah, Ganjar sudah menandatangani surat usulan tersebut. Surat itu bernomor 464/0009043 yang ditujukan kepada Menteri Sosial.

Dalam surat itu dijelaskan bahwa usulan gelar pahlawan nasional itu berasal dari Kabupaten Purbalingga, Kota Pekalongan, dan Kota Semarang. Pengusulan ke pemerintah pusat kemudian disampaikan Ganjar karena ketiga sosok itu dinilai memenuhi persyaratan yang berlaku.

"Saya sudah setujui, ada tiga yang diusulkan, yakni Pak Hoegeng, Dr. Kariadi dan satu lagi Pak Soegarda yang sekarang namanya dipakai untuk museum di Purbalingga. Sudah saya kirim ke pusat (surau usulan penetapan pahlawan nasional untuk ketiganya)," kata Ganjar.

Baca Ini Juga Yuk: Surat Nikah Sukarno & Inggit Garnasih yang Masih Terjaga

Pemprov Jawa Tengah sendiri sudah mempertimbangkan secara detail sebelum pengusulan dilakukan ke pemerintah pusat. Namun, pihaknya hanya sebatas meneruskan usulan dari ketiga daerah tersebut. Setelah itu, jadi ranah pemerintah pusat, untuk menyetujui atau tidak.

"Sampai pada Sekmil Presiden yang nanti akan memutustkan terakhir. Kami hanya meneruskan saja," tuturnya.

Alasan Layak Jadi Pahlawan Nasional
TemanBaik, tentu bukan sembarangan pengusulan gelar pahlawan nasional untuk ketiga sosok itu dilakukan. Ada pertimbangan besar yang dilakukan, terutama mengingat jasa mereka terhadap bangsa.

Dalam surat usulan itu, dijelaskan bahwa ketiga orang tersebut layak menyandang gelar pahlawan nasional. Jenderal Hoegeng misalnya, dia dinilai berjasa dan mengabdi pada bidang kepolisian. Ia juga dinilai sebagai suri teladan dalam sikap jujur, berintegritas, dan anti KKN.

Nama Hoegeng sendiri sudah dipakai di sejumlah fasilitas publik seperti stadion di Pekalongan, nama jalan di Jawa Barat, dan nama rumah sakit Bhayangkara di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Sedangkan Soegarda Poerbakawatja dinilai telah berjasa dan mengabdi pada bidang pendidikan nasional yang berlangsung hampir sepanjang hidup dan melebihi tugas yang diembannya. Namanya pun sudah dipakai untuk sebuah museum di Purbalingga.

Sementara Dr. Kariadi dinilai telah berjasa dan mengabdi dalam bidang kesehatan masyarakat. Ia juga ikut pertempuran lima hari di Semarang. Sebagai penghargaan, namanya sudah dipakai untuk nama rumah sakit di Jawa Tengah.

Foto: dok. Humas Jawa Tengah
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler