Pentingnya Jadi Pelaku UKM yang Peka ala Ridwan Kamil

Bandung - TemanBaik, terutama bagi kamu pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), tentu merasakan dampak dari pandemi virus korona alias COVID-19.  Paling utama tentu adalah menurunnya penjualan.

Salah satunya karena toko atau gerai tempat kamu menjual produk ditutup karena pembatasan sosial. Kalaupun tetap buka, jumlah calon konsumen menurun karena mereka banyak yang memilih beraktivitas di rumah.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan di Jawa Barat saja ada sekitar 37 pelaku UKM yang terdampak karena daya beli masyarakat yang menurun. Hal itu juga ditambah sulitnya mendapatkan bahan baku, serta aktivitas ekspor-impor yang dibatasi.



Namun, di tengah digulirkannya adaptasi kebiasaan baru (AKB), sebenarnya ada sisi lain yang bisa ditangkap pelaku UKM. Sisi lain ini justru bisa jadi penunjang awal kebangkitan pelaku UKM di tengah pandemi yang tak kunjung berakhir. Apa sisi lain itu?

"Peluang usaha di AKB itu warga ingin bertransaksi tapi malas bergerak, karena membatasi diri selama obat dan vaksin COVID-19 belum ditemukan. Maka ada peluang-peluang untuk memanfaatkan teknologi digital," kata Emil, sapaan akrabnya, dalam webinar 'UMKM jabar di Era Adaptasi Kebiasaan Baru, Rabu (24/6/2020).


Di Jawa Barat sendiri, kenaikan UKM digital mencapai 17 persen. Karena itu, ia berharap para pelaku UKM cerdik memanfatkan peluang yang ada dengan beralih ke perdagangan secara digital. Sehingga, kepekaan melihat peluang ini harus benar-benar dimaksimalkan.

"Mudah-mudahan dengan (pandemi) COVID-19 ini ada hikmahnya, wajib untuk migrasi ke digital," harap Emil.

Selain itu, ada beberapa tips lain yang menurutnya perlu dijalankan pelaku UKM. Mulai dari mengasah teknik storyteling untuk promosi, menjaga hubungan baik dengan pemilik bisnis lainnya, memperbaiki kualitas produk, serta menggunakan skala anggaran guna menjaga stabilitas ekonominya.

Foto: Ridwan Kamil. (dokumentasi Humas Jawa Barat)
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler