Dua Kampus di Malang Bakal Gelar Ospek secara Daring

Malang - Di masa pandemi COVID-19 ini, kegiatan pendidikan adalah salah satu sektor yang belum kembali normal aktivitasnya. Namun, perguruan tinggi di Indonesia harus tetap melaksanakan proses penerimaan mahasiswa baru hingga aktivitas akademik.

Selain menerapkan perkuliahan secara daring, rencananya di masa pandemi ini, orientasi studi dan pengenalan kampus atau ospek juga akan digelar secara daring loh, TemanBaik.

Dua perguruan tinggi di Kota Malang yakni Politeknik Negeri Malang (Polinema) dan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang telah memutuskan untuk menggelar ospek secara daring.

"Kegiatan di kampus yang biasanya dilakukan dengan interaksi, kami ubah menggunakan sistem daring. Nantinya kegiatan Prastudi atau Ordik yang biasanya dilakukan dilapangan disiapkan saat ini untuk pelaksaan secara online," ujar Kepala Humas Polinema, Dr Nur Salam.  

Selain aktivitas belajar mengajar, program praktikum mahasiswa di Polinema akan dilakukan secara daring. Menurut Nur Salam, kebijakan yang menerapkan sistem daring dalam aktivitas akademik di Polinema tersebut dilakukan sejak tanggal 8 Juni hingga 3 Juli 2020 mendatang.

"Untuk praktikum kita memang sudah melakukan secara daring mulai awal bulan, sampai pertengah Juli, prakerin ataupun Praktek Kerja Lapangan juga dilakukan secara daring mulai bulan Juni hingga Agustus 2020," kata Nur Salam.

Menurutnya, kebijakan menerapkan praktikum secara daring tersebut dilakukan guna memutus penyebaran COVID-19. Di samping praktikum, ujian penerimaan mahasiswa baru (maba) jalur mandiri juga akan dilaksanakan secara daring menggunakan portofolio.

Baca Ini Juga Yuk: Begini Cara Malang Bersiap Gelar UTBK di Tengah Pandemi

Dengan begitu, calon mahasiswa baru jalur mandiri akan mengikuti ujian secara daring dari daerah masing-masing. Sedangkan pelaksanaan kuliah semester ganjil 2020/2021, Polinema berencana menggunakan sistem blok.

"Jadi, untuk perkuliahan teori telah diskenariokan dilaksanakan terlebih dahulu pada tanggal 24 Agustus hingga 16 Oktober. Setelah itu dilanjut dengan perkuliahan praktik atau praktikum pada tanggal 19 Oktober sampai 18 Desember 2020," ujar Nur Salam.

Senada dengan Polinema, ITN Malang juga menyelenggarakan aktivitas akademik termasuk Ospek secara daring. Bahkan, pihak kampus baru memperbolehkan mahasiswa masuk pada bulan Desember mendatang.

"Kita menarik mahasiswa ke kampus itu sekitar bulan Desember baru kita ajak masuk," kata Rektor ITN Malang, Dr. Ir Kustamar, MT.

Menurut Kustamar, mahasiswa yang diperbolehkan ke kampus di bulan Desember hanyalah mahasiswa semester akhir. Untuk mahasiswa baru, perkuliahan tetap dilaksanakan secara daring sampai akhir semester.

"Karena transisi kita utamakan (mahasiswa) yang semester-semester akhir yang mau lulus pada Februari-Maret nanti. Kalau yang mahasiswa baru belum, sampai semester depan 2020-2021. Itu semua sama peraturannya," kata Kustamar.

Keputusan tersebut, menurut Kustamar, telah disesuaikan dengan aturan pemerintah yang mengharuskan perkuliahan dilakukan secara daring selama satu semester. Hanya saja, di akhir semester ganjil, pihak kampus memberikan kesempatan bagi mahasiswa akhir untuk berkonsultasi dengan dosen mengenai skripsi atau tugas akhir.

"Itu sengaja kita posisikan pada bulan Desember awal," ucap Kustamar.

Kustamar menambahkan, pihak kampus ingin membangun kepercayaan bahwa dosen dan mahasiswa aman berada di kampus. Selain itu juga agar orang tua mahasiswa percaya bahwa anaknya tidak menghadapi risiko terpapar virus corona.

Foto: dok. Humas Polinema


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler