Ini 'Safe House' Baru untuk Isolasi Pasien COVID-19 di Malang

Malang - TemanBaik, kota Malang saat ini memiliki rumah isolasi atau safe house baru yang diperuntukkan bagi pasien yang terpapar coronavirus disease (COVID-19). Safe house ini berlokadi di jalan Kawi 41, Kota Malang.

Untuk menunjang fasilitas safe house baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah menyiapkan 60 hingga 76 tempat tidur yang ditangani oleh tim Satuan Tugas (Satgas) COVID19 Kota Malang dibantu tenaga medis dari Yonkes 2/Kostrad yang berjumlah 25 orang.


Belum lama ini, Wakil Walikota Malang Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko didampingi dengan Sekda Kota Malang Drs. Wasto, SH, MH meninjau langsung kesiapan safe house tersebut untuk menampung pasien COVID-19.  

Dalam peninjauan tersebut, pria yang akrab disapa Bung Edi tersebut melakukan pengecekan mulai dari simulasi pasien datang, lalu diterima di tempat penerimaan pasien kemudian masuk di ruang Poli.

"Di ruang Poli sudah disiapkan tenaga medis yang sudah memakai standar 3 APD kemudian dilakukan pemeriksaan, baru penempatan dan diputuskan di kamar nomor berapa mereka harus menginap dan diisolasi. Nah kita lihat mulai dari peralatan di Poli alhamdulillah sudah siap," ungkap Edi.



Baca Ini Juga Yuk: #AksiBaik Fakultas Ekonomi UM, Bantu Kembangkan Wisata Sejarah

Edi menambahkan, kriteria pasien COVID-19 yang akan masuk dan diisolasi di safe house ini adalah warga yang masih memiliki fisik yang bagus dan tidak ada riwayat penyakit penyerta.

"Karena kalau sakit langsung masuk rumah sakit. Maka disiapkan juga perlengkapan mandi dan lain sebagainya termasuk handuk tapi dia harus merawat dirinya mencuci sendiri dan seterusnya," ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Malang, dr. Umar Usman menyampaikan, safe house tersebut didirikan untuk mengantisipasi pasien COVID-19 yang terus bertambah.

"Kita sangat berterimaksih kepada Pemerintah Kota Malang yang sudah mengantisipasi, melangkah di depan ketika ada yang diisolasi mandiri di rumah dan rumahnya tidak memungkinkan, maka diisolasi di sini," tutur Umar.

"Ini juga akan mengurangi beban rumah sakit karena selama ini ketika banyak yang positif banyak yang di rumah sakit padahal orangnya sehat, positif atau OTG (orang tanpa gejala) yang positif itu, dia bisa merawat dirinya sendiri," lanjutnya.

Dengan safe house tersebut, dr. Umar mengatakan petugas-petugas di rumah sakit bisa sedikit lebih tenang karena beban rumah sakit akan sedikit berkurang.

"Ini akan menimbulkan dampak yang secara psikologis kita siap, biarkan COVID-19 ada tapi kita pemerintah siap, imun kuat maka pasien COVID-19 yang positif bisa diisolasi semua," pungkas dr Umar.

Foto: Dok Humas Pemkot Malang


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler