Begini Cara Aman Potong Hewan Kurban di Tengah Pandemi

Bandung - TemanBaik, Iduladha tinggal beberapa pekan lagi nih. Salah satu yang jadi perhatian tentu adalah pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Namun, karena di tengah pandemi, ada hal berbeda yang mesti dilakukan saat Iduladha nanti.

Secara umum, proses pemotongan hewan kurban saat pandemi maupun tidak adalah sama. Bedanya adalah dari segi perlengkapan. Mereka yang akan memotong perlu memakai beberapa benda wajib untuk menunjang keamanan dan kesehatan agar tidak terjangkit COVID-19.

Begitu juga dengan mereka yang nantinya akan bertugas mengemas hingga membagikan daging hewan kurban. Penerapan protokol kesehatan jadi hal utama yang tak boleh ditinggalkan.

Perlengkapan 'Eksekutor'
Bagi kamu yang nantinya akan menjadi 'eksekutor' hewan kurban, kamu perlu memakai sepatu boot, apron atau celemek, sarung tangan karet, masker, dan alat pelindung wajah seperti google glasses atau face shield.

Urutan pemakaiannya adalah kenakan sepatu boot, apron, masker, pelindung wajah, dan terakhir sarung tangan. Sedangkan setelah selesai, cara melepasnya dengan urutan terbalik, yaitu sarung tangan, pelindung wajah, masker, apron, dan terakhir sepatu.

Pastikan juga peralatan yang akan dipakai untuk menyembelih hewan kurban sudah dalam kondisi steril. Gunakan cairan disinfektan untuk membersihkan peralatan sebelum dan setelah digunakan menyembelih.

Perlengkapan Tukang Potong dan Distribusi
Bagi mereka yang bertugas menangani hewan kurban setelah disembelih, perlengkapan khusus juga wajib dipakai. Semua perlengkapannya sama seperti yang digunakan 'eksekutor'. Yang membedakan adalah tambahan penutup kepala. Tujuan agar tidak ada rambut yang nantinya masuk ke dalam daging hewan kurban.

Ini juga penting untuk dilakukan. Bagi mereka yang akan jadi 'eksekutor', pemecah daging kurban, serta petugas distribusi, wajib menjaga jarak minimal 1 meter satu sama lain. Sedangkan dalam proses distribusi, usahakan seminimal mungkin terlibat kontak fisik.

Proses pembagian daging kurban pun diharapkan tak dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Hindari membagikan daging hewan kurban yang menimbulkan antrean dan potensi berdesakan. Atur sedemikian rupa, misalnya dengan cara membagikan secara langsung daging kurban kepada penerima.

Setelah proses pemotongan, pengemasan, hingga distribusi selesai, jangan lupa langsung bersih-bersih ya, terutama mandi. Tujuannya demi meminimalisir ada bibit penyakit yang menempel di tubuh atau pakaian yang kamu kenakan.

Siapkan Video Simulasi
Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung Ermariah mengatakan memang panitia kurban perlu mendapat materi khusus seputar penanganan hewan kurban di tengah pandemi. Karena itu, pada Rabu (8/7/2020) digelar simulasi pemotongan hewan kurban.

Pada pagi, materi pelatihan dilakukan dengan cara disampaikan melalui aplikasi Zoom. Ini demi menghindari adanya pertemuan fisik yang melibatkan banyak orang. Sehingga, materi bisa tetap disampaikan dan dinilai lebih aman. Para pesertanya pun cukup banyak, mulai dari aparat kewilayahan hingga tentunya panitia hewan kurban.

Sedangkan pada siang hari, simulasi pemotongan hewan kurban dilakukan di Masjid Salman ITB, Kota Bandung. Di sini, para petugas memperlihatkan apa saja yang perlu disiapkan untuk pelaksanaan kurban. Bahkan, tata caranya diperlihatkan secara langsung.

Kegiatan ini juga direkam karena nantinya akan diolah menjadi video tutorial. Sehingga, setiap detailnya benar-benar direkam dengan baik.

"Nanti videonya akan kita sebar sebagai bahan edukasi bagi warga Kota Bandung (terutama panitia kurban). Namun, karena butuh waktu untuk mengeditnya, beberapa hari ke depan baru akan kita sebarkan video tutorialnya," kata Ermariah.

Simulasi pemotongan hewan kurban sendiri adalah hal rutin yang digelar setiap tahun dengan menghadirkan peserta secara fisik. Namun, tahun ini tak ada pengumpulan peserta secara fisik, melainkan dialihkan secara daring dan menyebarkan video tutorial.

"Tahun ini kita hanya menyelenggarakan pelatihan secara online meski ada 25 kecamatan yang sudah meminta diberikan pelatihan. Karena masih dalam situasi pandemi, kita menyelenggarakan pelatihannya sekarang berbeda dibanding sebelum-sebelumnya," tutur Ermariah.

Meski begitu, cara ini diharapkan tetap efektif dan mudah dipahami, terutama oleh panitia kurban. Sehingga, pelaksanaan kurban akan tetap berjalan dengan lancar.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler