MPLS Daring dengan Bahasa Isyarat

Bandung - TemanBaik, saat ini para siswa baru sedang menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Namun, karena masih dalam situasi pandemi COVID-19, MPLS digelar secara daring.

Hal serupa juga dilakukan di SLBN Cicendo Kota Bandung yang menggelar MPLS pada 13-17 Juli 2020. Yang membedakan MPLS di sini dengan sekolah lain adalah digunakannya bahasa isyarat. Simak ulasannya, yuk!

Dalam pelaksanaannya, ada seorang penutur bahasa isyarat sekaligus guru SLBN Cicendo yang duduk di depan layar komputer jinjing dan gawai. Sang penutur bahasa isyarat akan menerjemahkan materi MPLS menjadi bahasa isyarat.

Ada beragam materi yang akan diberikan selama MPLS. Mulai dari pengenalan keluarga besar sekolah, berbagai fasilitas, hingga materi seputar narkoba serta protokol kesehatan. Sedangkan para peserta atau siswa baru, mengikuti MPLS tersebut melalui aplikasi Zoom dan live Instagram.

Setelah MPLS selesai, nantinya kegiatan belajar-mengajar juga akan digelar secara daring. Sebab, diperkirakan baru mulai Januari tahun depan kegiatan belajar-mengajar tatap muka baru bisa digelar. Itu mengingat pandemi COVID-19 masih belum berakhir hingga kini.



Baca Ini Juga Yuk: Pengalaman Baru, Cerita Calon Mahasiswa Jalani UTBK 2020

"Kegiatan (MPLS) ini akan berlangsung selama 32 jam, sehari maksimal kita live selama 2 jam. Selanjutnya, sisanya berupa tugas mandiri yang nantinya akan dijadikan bahan penilaian oleh kita," kata Wakasek Kesiswaan SLBN Cicendo Kota Bandung Ratna Kurniati, Senin (13/7/2020).

Untuk membuat semangat para siswa baru, panitia juga akan memberi penilaian khusus. Di akhir MPLS, akan diumumkan siapa siswa atau peserta MPLS yang paling kreatif hingga teraktif dari hasil tugas yang diberikan.

"Contoh tugas itu salah satunya membuat resume dari setiap pemateri. Kita juga akan memberikan tugas kepada siswa untuk mengeksplorasi keahlian yang dimilikinya," tutur Ratna.

SLBN Cicendo sendiri tahun ini menerima 30 siswa baru untuk semua tingkatan, mulai dari TK hingga SMA. Sebagian merupakan siswa lama yang naik tingkat, sebagian lagi benar-benar merupakan siswa baru.

Daring Bukan Halangan
MPLS secara daring ini memang hal baru. Sebab, setiap tahunnya MPLS digelar secara tatap muka alias siswa dan panitia hadir di sekolah.

Meski hal baru, tak ada kendala berarti yang dirasakan oleh panitia dan guru-guru di sini. Sebab, selama empat bulan terakhir guru-guru sudah terbiasa mengajar secara daring. Sehingga, ketika MPLS, mereka tinggal melanjutkan kebiasaan atau cara baru tersebut.

"Tidak terlalui sulit karena memang sudah beberapa bulan ke belakang kita melaksanakan kegiatan secara daring seperti ini," ucap Ratna.

Secara daring, guru dan siswa bisa tetap saling terhubung. Kegiatan belajar-mengajar pun tetap berjalan. Sehingga, di saat MPLS, cara serupa menjadi tumpuan agar apa yang sudah diprogramkan bisa tetap berjalan.

Namun, ada kendala yang dihadapi, yaitu koneksi internet. Sebab, sesekali terjadi gangguan yang membuat siaran atau tayangan tersendat atau putus-putus. Akibatnya, bahasa isyarat yang disampaikan kadang tak dipahami oleh siswa atau peserta.

Antisipasi pun sudah disiapkan. Panitia sudah menyiapkan materi MPLS berupa hard copy yang bakal dikirimkan kepada peserta. Sehingga, kendala koneksi atau pemahaman yang kurang terhadap bahasa isyarat bisa diatasi.

"Nanti kita distribusikan hard copy materinya ke masing-masing peserta dengan cara 'dikurirkan'," jelas Ratna.

Selamat mengikuti MPLS ya para siswa baru. Tetap semangat meski kamu enggak bisa hadir secara fisik di sekolah!

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler