Pemkot Malang Terbitkan Aturan 'Aman' Memotong Hewan Kurban

Malang - Momentum perayaan Hari Raya Iduladha kali ini tentu akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Berlangsung di tengah pandemi, sejumlah penyesuaian harus dilakukan oleh semua lapisan masyarakat agar dapat menjalankan proses peribadatan dan kurban dengan aman.

Selain pelaksanaan salat Iduladha yang harus menerapkan standar protokol kesehatan, proses pemotongan hewan kurban juga diatur sedemikian rupa untuk meminimalisir potensi penyebaran virus COVID-19.

Nah, karena potensi penyebaran COVID-19 di Kota Malang tergolong masih tinggi, Pemerintah setempat memutuskan untuk mengeluarkan aturan terkait pelaksanaan pemotongan hewan kurban di masa pandemi agar aman dari risiko penyebaran virus corona.

"Ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, terhadap kemungkinan terjadinya penyebaran COVID-19," kata Wali Kota Malang, Sutiaji di Kota Malang, belum lama ini.

Baca Ini Juga Yuk: Begini Cara Mengenali Hewan Layak Kurban dari Giginya

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 23 Tahun 2020. Di dalamnya menjelaskan sepuluh syarat yang harus dilakukan oleh penyelenggara maupun masyarakat yang akan memotong hewan kurban. Di antaranya:

  1. Jumlah pelaksana atau petugas dalam kegiatan pemotongan hewan kurban dibatasi.
  2. Selain itu, pelaksanaan physical distancing juga tetap diterapkan yakni dengan mengatur jarak minimal satu meter antar panitia pemotongan hewan kurban.
  3. Proses distribusi daging kurban wajib dilakukan dengan cara mendatangi rumah penerima. Dengan begitu, panitia penyelenggara pemotongan hewan kurban dilarang membuka antrean pada lokasi pemotongan.
  4. Pada setiap pintu masuk tempat penyembelihan hewan kurban, panitia harus melakukan pengukuran suhu tubuh. Tempat penyembelihan dan tempat penanganan daging juga wajib dibedakan atau dipisah.
  5. Panitia diwajibkan untuk menggunakan alat pelindung diri saat melakukan pemotongan, seperti menggunakan masker, face shield, sarung tangan dan lain sebagainya.
  6. Saat bertugas, panitia juga diharapkan tidak menyentuh area wajah. Begitu juga dengan menjabat tangan rekan sesama panitia atau masyarakat juga dilarang untuk menghindari kontak langsung. Untuk itu, masing-masing panitia diminta untuk saling mengingatkan.
  7. Tak lupa, semua peralatan yang akan digunakan untuk memotong hewan kurban harus lebih dulu dibersihkan dengan cairan disinfektan. Begitu pun usai proses penyembelihan hewan kurban.
  8. Untuk higienitas personal, masing-masing panitia harus menyediakan perlengkapan pribadi seperti peralatan untuk shalat, mandi, makan, dan perlengkapan lainnya.
  9. Panitia juga harus segera membersihkan diri, seperti mandi, dan mengganti baju, sebelum kontak langsung dengan keluarga.
  10. Setiap lokasi penyembelihan hewan kurban juga wajib menyediakan fasilitas cuci tangan atau cairan pembersih tangan dengan kandungan alkohol minimal 70 persen.

Penerapan aturan-aturan tersebut, kata Sutiaji, ditetapkan agar masyarakat tetap aman dalam menjalankan ibadah hari raya Iduladha di masa pandemi ini.

"Semua ini dilakukan dalam upaya untuk menghindari penyebaran COVID-19," pungkasnya.

Foto: Djuli Pamungkas/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler