Begini Cerita Pedagang Hewan Kurban dengan Sistem Daring

Malang - Dengan perkembangan teknologi yang semakin semakin canggih, membeli hewan kurban kini bisa dilakukan secara online atau dalam jaringan (daring) loh, TemanBaik. Sistem jual beli hewan kurban secara daring ini jauh lebih memudahkan pembeli, terutama saat dalam kondisi pandemi seperti saat ini.

Salah satu Pemilik usaha jual beli kambing kurban di Velodrome Sawojajar, Kota Malang, Mohammad Taufik mengakui, sekitar 90 persen pembelinya justru lebih memilih membeli hewan kurban dagangannya secara daring.

Ia mengatakan, dalam tahun ini, pemesanan hewan kurban miliknya lebih banyak dilakukan melalui aplikasi WhatsApp. Selain itu, ia juga menggunakan media sosial instagram untuk memasarkan hewan kurban.

"Untuk tahun ini, hanya ada enam orang yang membeli hewan kurban secara offline atau tatap muka, dengan pembayaran tunai. Selebihnya, sekitar 90 persen memilih memesan melalui whatsapp dengan sistem transfer atau dompet digital," kata Taufik, melalui sambungan telepon, di Malang, Kamis (30/7/2020).

Baca Ini Juga Yuk: Salat Iduladha Berjamaah, Jangan Lupa Lakukan Ini Ya!

Dalam pemasarannya, Taufik banyak menggunakan apikasi WhatsApp dan Instagram untuk mengunggah dagangannya. Jika ada pembeli yang berminat, Taufik akan mengirimkan foto-foto kambing dagangannya untuk dipilih oleh pembeli.

"Saya tinggal kirim foto kambing yang sesuai budget, mereka (pembeli) pilih, transfer, lalu saya kirim kambingnya," ucap Taufik.

Tak hanya Taufik, para pedagang hewan kurban di Velodrome Sawojajar juga menyediakan sistem pembayaran daring dengan dompet digital untuk meminimalisir kontak fisik.

"Cukup dengan menggunakan barcode pembeli bisa langsung membayar tanpa harus datang langsung ke tempat kami," jelas Taufik.

Hal tersebut selain meminimalisir berbagai potensi penyebaran virus korona, juga membuat Taufik dan pedagang hewan kurban lainnya merasa aman karena terbebas dari risiko pembeli nakal yang menggunakan uang palsu.

"Dengan sistem ini begitu uang yang sudah ditransfer, kami sudah tahu berapa rupiah yang dibayarkan pembeli. Selanjutnya tinggal menyerahkan kambingnya," ujarnya.

Selama 18 tahun berbisnis jual beli kambing, Taufik mengaku pernah menemui pembeli yang menggunakan uang palsu untuk pembayaran. Oleh karenanya, dengan adanya sistem daring ini, ia merasa sangat terbantu.

Harga kambing yang dijual Taufik saat ini cukup beragam, mulai dari harga Rp2,5 juta hingga Rp5 juta. Pembeli dapat memilih kambing yang sesuai dengan budget masing-masing.

"Paling laris dan laku keras itu harga Rp2,7 juta sampai Rp3 juta-an. Itu (laku) keras banget. Kita ada sapi juga," tandasnya.

Untuk memudahkan pembeli, Taufik juga menyediakan jasa antar hewan-hewan kurban tersebut. Ia mengaku memiliki armada pengangkut sendiri yang bisa langsung mengantarkan pesanan ke lokasi yang diinginkan pembeli.

"Hal Yang penting itu trust ya. Pembeli sudah percaya dengan barang kita. Jadi sama-sama enak," tuturnya.

Meski demikian, Taufik mengakui, penjualan hewan kurban tahun ini mengalami penurunan sekitar 20 persen. Biasanya, setiap tahun, ia mampu menjual sekitar 100 ekor hewan kurban, bahkan lebih. Namun, tahun ini, ia hanya menjual sekitar 80-an ekor.

"Ya, turun 20 persen dari tahun-tahun sebelumnya," pungkasnya.

Foto: dok. Pribadi

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler