Memaknai Iduladha di Tengah Pandemi

Bandung - TemanBaik, hari ini umat muslim merayakan Iduladha. Ada hal yang berbeda dibanding biasanya, Iduladha kali ini berlangsung di tengah pandemi virus korona atau COVID-19.

Meski di tengah pandemi, tetap banyak umat muslim yang menyisihkan rezekinya untuk membeli hewan kurban. Dagingnya kemudian bakal dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua Satgas Nasional Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengungkap makna mendalam dari perayaan Iduadha kali ini. Iduladha jadi momentum untuk berbuat kebaikan yang sangat dibutuhkan di tengah pandemi.

Sebab, sejak pandemi, banyak orang yang merasakan dampaknya, terutama dari segi ekonomi. Sehingga, Iduladha jadi waktu yang tepat untuk membantu sesama. Daging kurban yang diberikan kepada warga pun akan sangat bermakna.

"Momentum Iduladha sangat tepat untuk membangkitkan rasa kebersamaan dan saling berbagi untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang saat ini berpotensi tidak mendapat asupan makanan yang sehat dan bergizi," kata Doni.

Baca Ini Juga Yuk: Begini Cerita Pedagang Hewan Kurban dengan Sistem Daring

Namun, ada makna lain yang menurutnya perlu dipetik. Menjalankan protokol kesehatan menjadi hal utama yang perlu dikedepankan demi mencegah penularan dan penyebaran COVID-19.

"Hari Raya Iduladha ini harus menjadi momentum untuk kita berdisiplin dan patuh dalam menjalankan protokol kesehatan. Saya ingin kembali mengingatkan bahwa selama pandemi masih berlangsung, maka pelaksanaan protokol kesehatan adalah harga mati," tutur Doni.

Ulama KH Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym pun mengingatkan soal pentingnya protokol kesehatan dijalankan, termasuk saat Iduladha serta rangkaian ibadah dan kegiatan di dalamnya.

"Selain mengimani takdir, akal manusia juga harus digunakan untuk mempeoleh ilmu. Sehingga pada akhirnya tubuh dapat merealisasikan keimanan serta keilmuan tersebut dengan mematuhi protokol kesehatan," ungkap Aa Gym.

Warga Terdampak Perlu Diprioritaskan
Menteri Agama Fachrul Razi juga sependapat dengan Doni. Daging kurban sendiri sebagian dapat dikonsumsi mereka yang berkurban dan keluarganya, sebagian juga boleh dibagikan kepada tetangga dan teman-teman, dan sebagian lagi untuk fakir miskin.

Namun, ia berharap mereka yang berkurban memberi prioritas memberikan daging kurban kepada fakir miskin dan yang terdampak COVID-19. Sehingga, mereka bisa mendapatkan manfaat lebih besar dari perayaan Iduladha.

"Untuk kali ini, karena sebagian besar masyarakat sedang susah akibat terdampak COVID-19, sebaiknya sebanyak mungkin daging kurban itu kita berikan kepada fakir miskin dan masyarakat yang terdampak," ucap Fachrul.

TemanBaik, selamat merayakan Iduladha bagi yang merayakannya. Tetap jaga kesehatan dan jalankan protokol kesehatan ya!

Foto: Djuli Pamungkas/BeritaBaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler