Dukungan Antar Perempuan Melalui Tagar #WomenSupportingWomen

Bandung - TemanBaik, belakangan ini media sosial seperti Instagram dan Twitter sedang diramaikan dengan tantangan bertagar #WomenSupportingWomen. Tantangan ini diikuti oleh jutaan perempuan di dunia, termasuk Indonesia. Selain itu, banyak pula yang melengkapinya dengan tagar #WomenEmpowerment dan tagar #ChallengeAccepted sebagai tanda penerimaan mereka terhadap tantangan ini. 

Sedikit membahas tentang tagar #WomenSupportingWomen, banyak anggapan berbeda terkait munculnya tagar ini di media sosial. Salah satunya adalah fokus dengan apa yang sedang terjadi dengan kaum perempuan di Turki, yaitu tingginya angka pembunuhan pada perempuan di sana. 

Namun, satu hal utama dari adanya tagar ini adalah gerakan untuk saling mendukung antar perempuan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Mendukung dalam arti semua perempuan berdaya dan juga setara dengan siapapun termasuk pria. 

Cara kerja dari tagar ini adalah dengan menyebarkan foto diri pada akun media sosial pribadi dengan warna hitam-putih (monokrom), dilengkapi dengan kalimat yang berhubungan dengan perempuan dan dukungan terhadapnya, lalu di akhir keterangan foto dibubuhi tagar #WomenSupportingWomen. Tidak hanya itu, kebaikan ini pun terus disebarkan dengan cara menandai teman lain untuk ikut serta.


                                                                                    Foto: dok. Pribadi/Felicia Erinda
Baca Ini Juga Yuk:

Di Indonesia, sudah banyak sekali perempuan yang turut serta dalam tantangan bertagar #WomenSupportingWomen. Mulai dari tokoh masyarakat seperti artis Marsha Timothy, Dian Sastro, dan Ayushita hingga perempuan dari beragam profesi dan usia.

Beritabaik.id berbincang dengan beberapa perempuan Indonesia yang ikut serta dalam tantangan #WomenSupportingWomen di akun media sosial Instagram. Dalam perbincangan singkat ini, Beritabaik.id bertanya soal tujuan dan arti tantangan #WomenSupportingWomen bagi mereka.

Tanggapan pertama datang dari Felicia Erinda. Seperti yang sudah disinggung di atas, tujuan Felicia ikut dalam tantangan ini adalah untuk menghargai dan memberikan dukungan pada para wanita di Turki yang sedang dalam posisi tidak adil.

"Saya juga ingin mengajak pengikut Instagram saya untuk melihat banyak hal di dunia ini yang masih tidak adil. Mengapa kita tidak mendukung sesama wanita untuk tetap kuat dan melihat bahwa diri kita pun berharga," jelas Althea. 

Selain itu, ada pula mereka yang mengikuti tantangan ini karena ingin menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki adalah setara. 

"Derajat perempuan dan laki-laki itu sama. Dengan adanya gerakan ini, orang-orang akan lebih menyeimbangkan hak antara perempuan dan laki-laki," ujar Jieun. 

Bicara soal keberadaan perempuan dan laki-laki, Althea seorang perempuan asal Bali beranggapan bahwa sebenarnya penting untuk masyarakat menyadari jika baik perempuan atau laki-laki memiliki perannya masing-masing. Jika semua orang sadar akan peran itu, menurutnya diskriminasi akan berkurang. 

Disisi lain, banyak perempuan yang berpartisipasi dalam tantangan #WomenSupportingWomen untuk lebih fokus menunjukkan kekuatan yang ada dalam diri setiap orang. 


                                                                             Foto: dok. Pribadi/Elpita Eduni

Seperti yang disampaikan oleh Elpita Ednuni (Pita), alasan perempuan asal Medan ini adalah karena ia ingin lebih mensyukuri diri sebagai wanita yang kuat. Tentu saja Pita pun ingin semua perempuan aktif mengapresiasi diri. "Ayo bangga untuk apa yang sudah kalian capai dan kerjakan," tambah Pita. 

Pendapat lain juga disampaikan oleh Devi, seorang ibu rumah tangga asal Bintaro. Devi menyampaikan, tagar #WomenSupportingWomen dapat menunjukkan kekuatan kaum perempuan dengan cara yang berbeda. 

Selain bertanya tentang alasan mereka mengikuti tantangan bertagar #WomenSupportingWomen, Beritabaik.id juga bertanya soal arti perempuan bagi mereka. 

Menurut Althea, perempuan adalah seseorang yang memiliki kemampuan tidak terbatas. Mempunyai banyak hikmat, kepekaan, dan pengertian yang tidak bisa dibeli oleh apapun.

Disisi lain menurut Pita, perempuan berdaya adalah ia yang kuat, bisa menentukan pilihan tanpa tertekan, selalu positif, dan tidak takut mencoba.

"Ia akan terus berani berkarya karena tidak merasa lebih tinggi atau rendah dari siapapun," ujar Pita.


                                                                              Foto: dok. Pribadi/Devi Liza

Masih bicara soal kekuatan seorang perempuan, menurut Felicia perempuan adalah sosok yang tangguh dan hebat. Perempuan yang berdaya adalah ia yang mengetahui bahwa dirinya berharga dan mampu terus bergerak untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Tantangan dengan tagar #WomenSupportingWomen masih ramai digunakan di media sosial hingga saat ini. Kendati demikian, ikut serta ataupun tidak dalam tantangan ini adalah hak kamu, TemanBaik. Tapi ingat, jangan lupa untuk terus mendukung sesama manusia. Tanpa melihat jenis kelamin, agama, hingga daerah asalnya. Jangan lupa juga untuk selalu merasa berharga dan mengapresiasi diri ya!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Becca Tapert

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler