Mengenal Olahraga Voli Duduk Bagi Disabilitas Daksa

Bandung - TemanBaik, tentu tahu kan dengan olahraga voli? Olahraga ini membuat seluruh tubuh bergerak. Sebab, di dalamnya ada lompatan dan pukulan terhadap bola.

Tapi, tahu enggak jika voli juga bisa bisa dimainkan disabilitas, khususnya disabilitas daksa? Mereka yang bermain memiliki keterbatasan dalam fisik, baik kaki maupun tangan. Lalu, bagaimana cara mereka bermain ya? Yuk, simak ulasannya!

Olahraga voli bagi disabilitas daksa ini disebut dengan voli duduk. Kenapa disebut voli duduk? Tentu karena permainan ini dilakukan para atletnya dengan posisi duduk. Biasanya, mayoritas atletnya memiliki keterbatasan fisik pada kakinya.

"Voli duduk ini sama saja permainannya dengan voli pada umumnya. Bedanya hanya saat bermain para atletnya duduk," ujar pelatih voli duduk tim Kota Bandung Pepen Supendi kepada BeritaBaik.id.

Sepintas, ada yang beranggapan voli duduk ini mudah dilakukan. Faktanya, voli duduk justru sangat sulit dimainkan. Bahkan, mereka yang tidak memiliki kekurangan fisik pun belum tentu bisa melakukannya.

Sebab, perlu usaha keras dan fisik mumpuni untuk melakukan olahraga ini. Yang akan paling terasa pada olahraga ini adalah bagian pinggang, bokong, dan tangan.

"Dalam voli duduk ini pemainnya tidak boleh mengangkat bokong," ucap Pepen.



Coba deh TemanBaik bayangkan bermain voli tapi dengan cara duduk. Untuk mengejar bola, kamu harus ngesot atau menyeret badan mu dengan mengandalkan tangan dan bokong. Apalagi jika memiliki keterbatasan pada kaki, hal ini akan jauh lebih sulit.

Baca Ini Juga Yuk: Dukungan Antar Perempuan Melalui Tagar #WomenSupportingWomen

Untuk bisa bermain voli duduk, butuh waktu beberapa bulan hingga lebih dari setahun agar mahir. Itu pun harus bertahap dalam berlatih, mulai dari belajar cara ngesot, teknik memukul atau melempar bola, menempa fisik, hingga membangun mental.

"Untuk waktu belajar tergantung, setiap orang akan beda-beda. Tapi kalau motoriknya bagus, itu biasanya enggak lama," jelas Pepen.

Dalam voli duduk ini, bagian yang akan paling dirasa tak enak biasanya adalah pinggang. Mereka yang baru mencobanya biasanya tak akan kuat lama karena pinggang akan terasa seperti 'terbakar' dan ujung-ujungnya pegal.

Pepen sendiri saat ini melatih tim voli duduk Kota Bandung. Tim ini dipersiapkan untuk mengikuti Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat di Tasikmalaya pada 2021 mendatang.



Secara rutin, tim berlatih dua kali dalam sepekan, yaitu setiap senin dan rabu. Tempat mereka berlatih adalah di GOR Pajajaran Kota Bandung.

Sementara sebelum melatih tim Kota Bandung, Pepen cukup malang-melintang di dunia kepelatihan voli. Salah satu prestasi terbesarnya adalah mengantar tim putra dan putri voli duduk Jawa Barat meraih medali emas Peparnas 2016/Jawa Barat.

Namun, karena di Peparnas 2021/Papua tak dipertandingkan cabang olahraga voli duduk, Pepen tak lagi jadi pelatih untuk tim Jawa Barat. Sehingga, ia kini fokus membina atlet voli duduk dari tim Kota Bandung.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler