Meminimalisir Sampah Plastik Saat Kurban dengan Besek

Bandung - TemanBaik, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan kini semakin meningkat. Salah satunya bisa terlihat dari gaya hidup meminimalisir sampah, terutama sampah plastik.

Cara ini juga dilakukan panitia kurban di Masjid Al-Lathiif Kota Bandung. Di masjid yang berlokasi di Jalan Saninten ini, panitia kurban meminimalisir penggunaan plastik atau kantong kresek.

Daging hewan kurban yang dibagikan kepada warga dibungkus menggunakan daun pisang dan dikemas menggunakan besek (wadah dari anyaman bambu). Sehingga, sampah plastik sangat diminimalisir.

Ketua Panitia Kurban Masjid Al-Lathiif Kustaman mengatakan memang dalam kegiatan kurban ini memang tidak bisa 100 persen tanpa sampah. Namun, setidaknya potensi menghadirkan sampah sangat diminimalisir.

Misalnya untuk membawa 10 besek, panitia menggunakan tali rapia untuk membawanya. Padahal, biasanya perlu kantong kresek berukuran cukup besar untuk membawanya.

Selain demi menjaga lingkungan, meminimalisir penggunaan plastik dalam rangka kurban juga merupakan arahan Wali Kota Bandung. Panitia kurban di Kota Bandung sudah diimbau melalui surat edaran.

"Di peraturan dalam surat edaran Wali Kota kan (panitia kurban diimbau) tidak menggunakan plastik," ucap Kustaman, Jumat (31/7/2020).



Baca Ini Juga Yuk: Memaknai Iduladha di Tengah Pandemi

Untuk Iduladha kali ini, total ada 1.500 paket daging yang dibagikan kepada warga. Jumlah ini berasal dari hewan kurban berupa 11 sapi dan 32 kambing. Jumlah ini jauh menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 14 sapi dan 54 kambing.

"Kenapa dibatasi? Karena kita berkurban di masa pandemi. Ada beberapa aturan yang harus kita ikuti dari pemerintah. Sekarang hari jumat juga (waktunya terbatas), jadi kita menyesuaikan," jelas Kustaman.

Besek dari Donasi
Hal yang menarik, besek untuk mengemas daging hewan kurban ini berasal dari donasi. Panitia kurban bekerjasama dengan beberapa pihak untuk melakukan penggalangan dana. Dana itu kemudian digunakan untuk membeli besek.

Bagian Dakwah Masjid Al-Lathiif, Iday mengatakan pihak DKM mendapat ajakan kerjasama dari beberapa komunitas. Mereka ingin membuat kampanye meminimalisir produksi sampah saat Iduladha, terutama yang berkaitan dengan kurban.

"Kita menyambut baik karena kita juga punya visi dan tujuan sama kayak mereka," ujar Iday.

Penggalangan dana pun dilakukan beberapa waktu lalu. Sehingga, besek akhirnya bisa terkumpul dan digunakan untuk mengemas daging hewan kurban.

Beseknya sendiri dibeli dari para perajin di beberapa daerah di Jawa Barat. Dengan cara ini, ada manfaat lain yang bisa dirasakan, khususnya perajin besek memiliki keuntungan.

"Kita memberdayakan pengrajin besek. Secara ekonomi ini jadi pemasukan buat mereka, pengrajin jadi lebih produktif," jelas Iday.

Dalam pelaksanaannya, diakui Iday pelaksanaan kurban tak bisa 100 persen nol sampah. Sebab, tak semua bagian dari hewan kurban bisa dibungkus menggunakan besek. Misalnya bagian kepala hewan kurban.

"Setidaknya kita harus meminimalisir dulu. Kalau zero waste kan harus nol banget. Kita masih menggunakan plastik untuk hal yang besar, seperti kepala, enggak bisa masuk ke besek ya," paparnya.

Panitia Idul Adha di Masjid Al-Lathiif juga menempuh cara berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, yaitu pembagian daging. Jika sebelum-sebelumnya warga harus antre, tahun ini daging kurban diserahkan door to door. Panitia akan mendatangi mereka yang berhak menerima daging hewan kurban.

"Sekarang door to door, mustahik enggak ada yang antre. Kita antar ke masing-masing rumah (mustahik)," pungkas Iday.

Foto: Djuli Pamungkas/BeritaBaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler