Fakta Thermo Gun, Simak Agar Tak Gagal Paham Yuk!

Bandung - TemanBaik, dalam beberapa bulan ini kamu menjadi akrab dengan thermo gun. Tahu kan? Itu loh alat yang dipakai untuk mengecek suhu tubuh.

Biasanya, alat ini digunakan dengan cara didekatkan ke arah kening. Tak berselang lama, akan muncul angka yang menunjukkan berapa suhu tubuh seseorang.

Penggunaan thermo gun pun ada di berbagai tempat dan jadi persyaratan utama agar bisa masuk ke suatu lokasi. Jika di layar thermo gun terlihat suhu tubuh seseorang tinggi, maka tidak akan diizinkan masuk.

Namun, beberapa waktu lalu sempat beredar kabar penggunaan thermo gun disebut bakal merusak sel otak manusia. Itu diakibatkan pancaran sinar dari thermo gun ke arah kening yang disebut mengeluarkan radiasi.

Benarkah kabar ini? Jawabannya ternyata tidak benar. Sinar dari thermo gun tidak akan memberi efek apapun pada sel otak manusia.

"Sekali lagi, thermometer (thermo gun) ini tidak mengeluarkan sinar yang bisa mengeluarkan radiasi. Jadi, tidak berbahaya untuk otak maupun syaraf yang ada di (sekitar) mata," kata Tim Pakar dan Dokter Muda Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dr. Shela Rachmayanti dalam rilis yang diterima BeritaBaik.id.

Karena itu, masyarakat diharapkan tak takut jika saat akan masuk ke suatu tempat dicek suhu tubuhnya menggunakan thermo gun. Apalagi, pengecekan suhu ini sangat penting untuk mencegah penularan dan penyebaran COVID-19.

Pengukuran suhu merupakan cara paling mudah mengenali dan mengukur seseorang terjangkit COVID-19. Itu berbeda dengan gejala lain, seperti batuk kering, sesak napas, rasa lemas, hingga nyeri sendi yang perlu pemeriksaan lebih dalam.

"Suhu tubuh penting untuk diukur sebagai salah satu penapisan pada setiap kondisi, terutama saat masuk ke tempat umum. Nah, suhu tubuh normal itu biasanya di kisaran 36,5-37,5 derajat selsius. Lebih dari itu kita perlu waspada," jelas Shela.

Pengukuran suhu ini untuk memastikan suhu sumbu tubuh seseorang yang berada di bagian dalam atau core body temperature. Untuk mengukurnya, alat pengukur suhu tubuh sebenarnya bisa digunakan di beberapa titik selain di kening.

"Pengukuran core body temperature dapat diukur dari dahi, lubang telinga, rongga mulut, ketiak, dan dubur yang menjadi titik ideal dalam pengukuran suhu tubuh karena paling mendekati dengan core body temperatur," papar dr. Budi Santoso yang juga anggota Tim Pakar dan Dokter Muda Satgas COVID-19.


Foto: dokumentasi BNPB



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler