#merahputihchallenge, Peringati Kemerdekaan Lewat Media Sosial

Bandung - TemanBaik, seperti kita tahu, setiap tahunnya Hari Kemerdekaan Republik Indonesia  jatuh pada tanggal 17 Agustus identik dengan sorak-sorai peringatannya yang sangat meriah. Mulai dari memasang bendera di banyak tempat, upacara bendera, berbagai perlombaan, hingga tak jarang banyak masyarakat yang berbondong-bondong menghias wilayah rumahnya dengan ornamen merah putih.

Namun sayang, di tengah situasi pandemi seperti ini, sepertinya kita harus sedikit menahan diri untuk memperingati hari kemerdekaan seperti tahun-tahun sebelumnya ya, TemanBaik.

Tahun ini acara yang sering kita sebut "Tujuh belasan" atau "Agustusan" ini tentu akan berbeda. Kita tidak dapat memperingatinya secara meriah dengan berkumpul bersama. Tapi bukan berarti kita tidak bisa melakukan apa-apa kok untuk tetap memeriahkannya.

Beberapa waktu terakhir di media sosial Instagram sedang diramaikan dengan tagar '#merahputihchallenge' dan dilengkapi tagar '#benderachallenge'. Isi konten dengan tagar ini sebenarnya sangat beragam. Salah satunya adalah tagar ini digunakan oleh banyak perempuan untuk membuat video atau foto tata rias wajah mereka yang bernuansa kemerdekaan Indonesia. 

Awalnya tantangan ini ramai setelah digunakan oleh salah seorang pembuat konten tata rias wajah di Indonesia yaitu Heidiana Tjahjadi. Selain untuk memperingati hari kemerdekaan, tagar #merahputihchallenge juga ia gunakan untuk turut serta meramaikan tantangan merias wajah bertema kemerdekaan yang diselenggarakan oleh salah satu brand rias wajah. 

Ternyata, tantangan #merahputihchallenge ini cukup banyak diikuti oleh perempuan Indonesia. Baik mereka yang sekaligus mengikuti tantangan dari salah satu brand rias wajah tersebut, maupun yang berniat ikut serta hanya untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Baca Ini Juga Yuk: Yuk! Ikut Upacara Virtual HUT ke-75 RI, Begini Caranya

Kali ini, Beritabaik.id mewawancarai beberapa perempuan yang ikut serta dalam tantangan #merahputihchallenge di media sosial Instagram mereka untuk turut memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tentang apa makna dari tantangan ini bagi mereka, hingga apa harapan mereka untuk Indonesia di hari jadinya yang ke-75.

Cerita pertama datang dari Yossi Aprilisyiah. Perempuan asal Palembang yang akrab disapa Yossi ini mengaku sebenarnya baru menggeluti dunia tata rias wajah. Sambil terus belajar ia juga suka menantang dirinya untuk mengikuti berbagai tantangan rias wajah, salah satunya #merahputihchallenge.

Diakui Yossi, melalui tantangan ini ia berharap seluruh masyarakat Indonesia terutama generasi muda terus berani untuk mengembangkan kreativitas dan bakat yang dimiliki. 

"Jangan takut gagal, dan cepat menyerah. Tapi terus berusaha dan semangat untuk mencapai apa yang kalian inginkan. Mari banggakan nusa dan bangsa dari karya yang kita miliki," ujar Yossi. 

Selain Yossi, cerita lain juga datang dari Denisa Novinda (30) yang akrab disapa Denis. Menurut Denis, makna kemerdekaan untuk masa sekarang sudah seharusnya diisi dengan hal positif. Salah satunya dengan mengenalkan hal baik dari Indonesia pada dunia. 

Melalui tantangan #merahputihchallenge yang diikutinya, bagi Denis dapat menunjukkan jika Indonesia tetap bisa memperingati hari kemerdekaannya walaupun dalam kondisi serba terbatas akibat pandemi Covid-19. 

"Keterbatasan bukan menjadikan kita pesimis dan tidak kreatif. Aku juga ingin tunjukkan kalau jadi kreatif tidak harus di luar, tapi bisa juga dari dalam rumah," tegas Denis. 

Denis berharap melalui tantangan ini ia bisa menunjukkan bahwa siapapun bisa menjadi kreatif di tempatnya masing-masing. Ia berharap semangat kita sebagai masyarakat Indonesia tetap membara di hari kemerdekaan tahun ini. "Kalau aku bisa, kamu pun bisa. Indonesia bisa," tambah Denis. 

Alasan berbeda untuk mengikuti tantangan #merahputihchallenge datang dari Dinda Pamilia (21) asal Tuban, Jawa Timur. Perempuan yang akrab disapa Milia ini mengaku jika tantangan ini menjadi salah satu caranya untuk mengembangkan media sosial miliknya agar lebih bermanfaat untuk dirinya dan juga orang lain. 

Selain itu, tantangan #merahputihchallenge ini juga sejalan dengan kegemaran Milia di dunia tata rias wajah dan membuat video. "Jadi tantangan ini sesuaikan sama apa yang saya suka dan inginkan," ujar Milia.

Menurut Milia, para pembuat konten termasuk dirinya mempunyai tujuan tersendiri untuk mengikuti dan membuat tantangan #merahputihchallenge ini yaitu mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan untuk kemerdekaan Indonesia. 

"Bukan dari hasil, tapi usaha setiap orang yang ikut tantangan #merahputihchallenge ini. Setidaknya juga untuk menunjukkan kalau kita sedang memerdekakan diri untuk bebas bereksplorasi," tambah Milia. 

Melalui tantangan #merahputihchallenge, baik Yossi, Denis, dan Milia tidak hanya punya tujuan untuk dirinya dan orang lain yang melihat. Tapi tentu, melalui tantangan ini ketiganya mempunyai harapan untuk Indonesia. 

Yossi berharap, Indonesia dapat menjadi negara yang semakin maju dan mengedepankan toleransi serta saling menghargai antar agama, suku, dan ras.

Sedangkan menurut Denis, selain harapan untuk Indonesia yang lebih maju, ia juga berharap dengan semangat kemerdekaan tahun ini, Indonesia bisa turut melawan pandemi Covid-19 agar penyebarannya bisa dihentikan dan tertangani dengan baik. 

Disisi lain, harapan Milia untuk Indonesia di hari jadinya yang ke-75 ini adalah Indonesia yang tidak lupa dengan Jati dirinya sendiri. 

Tantangan #merahputihchallenge dapat menjadi salah satu bukti jika situasi pandemi saat ini tidak menyurutkan semangat kita untuk memperingati hari kemerdekaan dengan cara yang berbeda. Jadi jangan berkecil hati dan tetap kreatif untuk memeriahkan hari kemerdekaan tahun ini ya, TemanBaik!

Foto: dok. Istimewa/Dinda Pamilia/Denisa Novinda/Yossi Aprilisyah

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler