Pentingnya Menjadi Pelaku UMKM yang Fleksibel

Bandung - TemanBaik, ada yang bergerak menjadi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)? Tetap semangat berwirausaha ya meski di tengah pandemi COVID-19!

Selain semangat, kamu disarankan untuk konsisten. Sebab, UMKM memiliki keunggulan tersendiri dibanding perusahaan besar. Kita bahas yuk!

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung Atet Dedi Handiman, keunggulan UMKM adalah fleksibilitas. UMKM bisa berubah haluan kapanpun. Artinya, sektor usaha atau bisnis UMKM bisa berubah dari jenis tertentu ke jenis lain.

"Keunggulan UMKM itu fleksibel. Misalnya, begitu musim masker, menjual masker. Ketika musim jualan jamu, jualan jamu," ujar Atet.

Namun, perlu kejelian bagi pelaku UMKM dalam melihat peluang perlu bisnis yang ada. Ketika terbuka peluang usaha baru, maka pelaku UMKM tinggal bergerak. Modal minim pun biasanya bisa membuat pelaku UMKM tetap berjalan.

Sebagai gambara, di awal pandemi COVID-19 hingga sekarang, banyak pelaku usaha beralih menjual masker dan jamu atau minuman menyehatkan lainnya. Jika bisa menerapkan strategi usaha yang baik, ini jadi celah untuk menuai keuntungan besar. Sebab, permintaan sangat banyak.



Baca Ini Juga Yuk: Selamat Hari Pramuka! Yuk, Simak Sejarahnya

Meski begitu, ada yang harus diantisipasi. Sebab, usaha seperti masker dan jamu tergolong usaha musiman. Permintaan warga banyak karena saat ini masih pandemi. Kondisi ini belum tentu sama ketika pandemi sudah berakhir.

Ketika sudah terjadi penurunan permintaan atau penjualan, pelaku UMKM tinggal melirik bisnis lain yang dinilai lebih menjanjikan. Tentunya dengan memperhatikan tren pasar yang ada.

"Bisa juga pelaku UMKM ini balik lagi menjalankan usaha semula (seperti sebelum pandemi)," jelas Atet.

'Balik kanan' ini menurutnya jadi keunggulan lain dari pelaku UMKM, terutama yang bermodal minim. Sebab, perusahaan besar relatif lebih sulit melakukannya. Ketika akan beralih sektor usaha, pelaku usaha besar tentu modal besar dalam berbagai hal.

"UMKM itu bisa beradaptasi dengan pangsa pasar secara cepat. Bisa berganti sektor usaha kapan saja," ungkap Atet.

Berganti-ganti sektor usaha atau barang dagangan juga bisa jadi salah satu cara bagi pelaku UMKM untuk mengetahui pangsa pasar paling idealnya. Sehingga, setelah beberapa kali berganti sektor usaha, nantinya akan ketahuan usaha apa yang paling menjanjikan untuk dijalankan kontinyu.

Foto: Djuli Pamungkas/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler