'Aku Mampu', Hubungkan Disabilitas dengan Industri

Jakarta - TemanBaik, saat ini disabilitas tidak lagi dipandang sebagai orang yang tidak mampu berbuat sesuatu. Bahkan, industri pekerjaan pun memanggil para penyandang disabilitas.

Keadaan ini direspon oleh DNetwork Indonesia lewat program 'Aku Mampu'. Pada peluncuran programnya, Hani Fauzia Ramadhani selaku Project Manager dari DNetwork Indonesia menyebutkan, kalau 'Aku Mampu' merupakan salah satu program yang didukung penuh oleh YSEALI (Young South East Asian Leaders Initiative) Seeds for the Future, sebuah program asuhan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang didanai melalui hibah dari Misi Amerika Serikat untuk ASEAN.

Program ini bertujuan membantu mengambangkan keterampilan dan pengetahun para penyandang disabilitas di Indonesia agar selaras dengan peluang karir masa kini melalui modul persiapan kerja yang terdiri dari format teks, suara, dan video bahasa isyarat Indonesia, serta kelas-kelas daring.

Program 'Aku Mampu' juga mendukung penyandang disabilitas yang ingin berwirausaha dengan menggelar pendampingan dan memberi beasiswa modal usaha. Selain itu, program ini juga memberikan sesi edukasi daring bagi perusahaan-perusahaan agar siap mempekerjakan penyandang disabilitas.

"Karena enggak semua temen-temen mau jadi pekerja (kantoran), kan. Siapa tau nanti ada yang mau usaha, nanti temen-temen dapet mentornya dan kalo temen-temen punya model bisnis dan keinginan kuat untuk berwirausaha, nanti kita bantu modal usahanya dengan beasiswa," terang Hani.

Baca Ini Juga Yuk: Bergembira Rayakan HUT ke-75 RI di Lapas Anak

Tidak hanya untuk penyandang disabilitasnya saja, program ini juga bakal mengedukasi perusahaan, calon tempat penyandang disabilitas ini bekerja. Program tersebut antara lain pelatihan tentang 'inklusif', kursus bisindo, dan pendampingan rekrutmen tenaga kerja disabilitas.

"Pelatihan secara umum ini memudahkan perusahaan dan para penyandang disabilitas. Kami akan mendampingi perusahaan, karena boleh jadi perusahaan suka bingung mau memulai dari mana sebab minimnya pengalaman berinteraksi dengan penyandang disabilitas," jelasnya.


Acara peluncuran program 'Aku Mampu' juga diwarnai dengan diskusi seru seputar peluang karir bagi penyandang disabilitas di masa kini. Hadir empat orang pembicara di sesi ini. Pertama, Nicky Claraentia selaku co-founder Tenoon yang juga penyandang disabilitas daksa. Ia bercerita tentang keterlibatannya di ThisAble Enterprise, sebuah wadah pemberdayaan disabilitas yang dirintis Angkie Yudistia, salah staf khusus Presiden Jokowi. Nicky percaya akan potensi teman-teman disabilitas di negeri ini, karenanya ia konsisten bekerja untuk menyediakan berbagai platform bagi penyandang disabilitas untuk mengasah dan mengaplikasikan kemahirannya.

Pembicara kedua ialah Dani Aditya, seorang komika Indonesia yang namanya mencuat setelah ikut kompetisi stand up comedy di sebuah stasiun TV swasta. Pria asal Malang ini adalah komedian berkursi roda pertama di Indonesia. Dalam diskusi, ia memaparkan alasan di balik materi komedi yang selalu meliputi kisah-kisah pribadinya sebagai seorang disabilitas. Ia ingin membuktikan, setiap orang punya cerita yang berwarna; kehidupan disabilitas pun tidak selalu tragis atau mengharukan, malah sering kali lucu dan mengundang tawa.

"Soalnya orang tuh kalau lihat disabilitas seringnya nangis, terharu, bahkan waktu saya ngelawak aja ada yang bukannya ketawa tapi nangis," ujarnya.


Sementara itu pembicara ketiga adalah Ajiwan Arief, seorang tunanetra yang merupakan editor di Solider.id, yang merupakan media daring yang fokus menyoroti isu disabilitas dan inklusivitas. Ia telah menulis beberapa buku bertema aktivisme dan kini menjabat sebagai Ketua DPD ITMI (Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam diskusi, Ajiwan membahas tentang stigma yang melekat terhadap tunanetra

"Banyak yang mengira kami hanya bisa memijat dan bermusik atau menyanyi. Ini sudah sangat identik, karena juga dilanggengkan oleh banyak faktor pendukung. Namun sebenarnya, tunanetra bisa melakukan banyak hal, terutama dengan teknologi yang ada di jaman sekarang," katanya.


Sedangkan pembicara terakhir adalah Michael Sungkharisma, seorang Tuli yang juga pemilik Warung Mie Ayam Makar. Kini ia sukses membangun bisnis kulinernya hingga punya empat cabang di Jakarta. Karir Michael dimulai saat ia merantau ke Bali dan dihubungkan oelh DNetwork untuk bekerja di sebuah hotel, di bagian dapur.

Dari situlah ia mengasah skill memasaknya, sampai akhirnya pulang ke Jakarta dan mendirikan usaha sendiri. Di warungnya, Michael juga mempekerjakan sesama Tuli. Menurutnya, dengan dibukakannya kesempatan untuk dirinya mulai bekerja dan belajar, motivasinya untuk terus belajar dan bekerja keras juga terpacu.

Lebih jauh lagi, program ini digagas DNetwork Indonesia karena keterampilan dan pengetahuan disabilitas tidak sesuai dengan program karir yang ada. Selain itu, mereka menangkap fenomena perusahaan yang tidak siap mempekerjakan para penyandang disabilitas.

DNetwork sendiri dibentuk pada tahun 2013. Selama 7 tahun beroperasi, organisasi nirlaba ini telah menyerap ratusan penyandang disabilitas untuk disalurkan ke perusahaan. Apabila kamu penasaran mengenai cara kerja organisasi ini, kamu bisa mampir ke laman situs web resmi mereka dnetwork.net.

Di sana terpampang lengkap mulai dari lowongan pekerjaan yang tersedia, kualifikasi calon pekerja berdasarkan jenis disabilitasnya, dan masih banyak lagi. DNetwork juga siap membuka kerjasama dengan perusahaan yang ingin mempekerjakan para disabilitas. Mengenai program Aku Mampu yang digagas DNetwork Indonesia, kamu bisa mengikutinya dengan langsung menghubungi kontak personal di akun Instagram resmi @dnetwork_indonesia.

TemanBaik, bagaimanapun kondisi fisik kita, saat ini waktunya kita berlomba-lomba menciptakan kreasi positif. Sebab, jalur untuk berkreasinya kini sudah jauh lebih banyak. Oleh karena itu, yuk lebih semangat lagi!

Foto: Dok. DNetworks Indonesia


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler