Saat Perempuan Pemadam Dikerahkan untuk Perangi Pandemi

Bandung - TemanBaik, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi pandemi COVID-19. Salah satunya dilakukan para petugas perempuan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung.

Di tengah cuaca yang cukup terik, dua mobil pancar atau kerap disebut mobil damkar, datang ke kawasan Alun-alun Kota Bandung pada Rabu (16/9/2020). Ada juga satu mobil dengan bagian belakang terbuka. Secara keseluruhan, ada sekitar 30 orang yang diangkut melalui mobil-mobil itu.

Begitu tiba, mereka langsung bergegas turun dan menyiapkan peralatan. Selang dikeluarkan dari mobil kemudian dibentangkan di lokasi. Warga dan pedagang yang kebetulan ada di lokasi lalu diimbau untuk menyingkir ke tempat lain agar tidak terkena cipratan air.



Tak lama berselang, air dari selang memancar dan disemprotkan ke berbagai arah. Air itu sudah dicampur dengan disinfektan. Tujuannya untuk membunuh virus, bakteri, dan sumber bibit penyakit lainnya.

Para petugas yang menyemprotkan disinfektan itu ternyata mayoritas adalah para perempuan. Mereka tergabung dalam Srikandi Pemadam. Srikandi Pemadam ini merupakan para petugas yang memang bekerja di Diskar PB Kota Bandung.

Mereka biasanya juga dilibatkan dalam proses pemadaman jika terjadi kebakaran. Meski perempuan, jangan ragukan kemampuan mereka. Ketangguhan mereka tak kalah dari laki-laki. Tangan mereka juga terampil menggunakan berbagai peralatan. Sehingga, menyemprotkan disinfektan menggunakan selang berukuran besar seperti itu adalah hal biasa.

Apalagi, mereka sudah terbiasa bekerja secara tim. Sehingga, tak ada kesulitan berarti dalam penyemprotan disinfektan tersebut. Setelah tugasnya selesai, mereka bergegas naik ke atas mobil pancar untuk menuju titik penyemprotan lainnya di Kota Bandung.

Di saat yang sama, ketika Srikandi lain menyemprotkan disinfektan, sebagian Srikandi lagi menyebar ke berbagai titik di Alun-alun Bandung. Mereka menghampiri setiap orang yang ditemuinya dan memberikan masker gratis.



Baca Ini Juga Yuk: Semangat Perangi COVID-19 Jelang HUT ke-210 Kota Bandung

Warga pun terlihat antusias. Bahkan, ada yang justru menghampiri para Srikandi untuk mendapatkan masker gratis. Meski begitu, ada juga yang dari raut wajahnya terlihat kaget ketika dihampiri Srikandi. Sebab, kehadiran mereka dianggap akan memberi sanksi bagi yang tak memakai masker.

Namun, meski menemukan warga tak bermasker atau bermasker tapi tak tepat penggunaannya, mereka mengingatkan dengan cara sopan. "Dipakai maskernya ya, pak, bu," begitu kalimat yang berulang-ulang disampaikan Srikandi kepada warga.

Dilakukan Marathon
Kepala Diskar PB Kota Bandung Dadang Iriana mengatakan penyemprotan disinfektan dan pembagian masker itu dilakukan dalam rangka adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang diperketat di Kota Bandung. Tujuan utamanya adalah mencegah penularan dan penyebaran COVID-19.

Tak hanya di Alun-alun Kota Bandung, kegiatan ini juga berlangsung di lima kawasan lainnya secara serentak. Untuk tim yang melakuan penyemprotan di kawasna Alun-alun misalnya, tim bergerak mulai dari kawasan Alun-alun, Jalan Peta, Jalan Lingkar Selatan, hingga Ciroyom. Sedangkan tim lain menyebar sesuai pembagian tugasnya.

"Jadi bukan hanya di pusat kota, seluruh UPT (Unit Pelaksana Teknis) kita juga melakukannya. UPT utara dan selatan sedang bergerak melakukan penyemprotan dan pembagian masker di kawasan Cimindi. Kemudian UPT selatan dan timur bergerak ke Pasar Kordon," kata Dadang.

Tak hanya hari ini, kegiatan ini juga akan berlangsung secara 'marathon' alias setiap hari. Para petugas akan menjangkau berbagai wilayah di Kota Bandung hingga beberapa waktu ke depan, terutama selama pandemi belum berakhir.

"Jadwalnya sudah ada, jadi setiap hari akan bergerak, bahkan setiap titik juga bisa beberapa kali dilakukan (secara berkala)," jelas Dadang.

Yang menarik dari kegiatan ini tentu adalah kehadiran para Srikandi Pemadam. Ada tujuan khusus di balik keterlibatan mereka. Diskar PB ingin menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa mereka juga memiliki para petugas perempuan yang tangguh.

"Srikandi ini merupakan petugas dari pemadam kebakaran, mereka terlibat tidak hanya penyemprotan ini saja. Mereka juga ketika pemadaman kebakaran juga terlibat, tidak hari ini saja," ungkapnya.

Selain itu, kehadiran Srikandi Pemadam ini juga berharap membuat gerakan penyadaran agar masyarakat disiplin menggunakan masker menjadi efektif. Sebab, secara psikologis, orang akan lebih patuh dan malu ketika diingatkan oleh perempuan.

"Harapannya masyarakat juga lebih bersimpati kepada Diskar PB. Sehingga, warga mau menggunakan masker dan malu (jika ditegur) karena tidak memakai masker," pungkas Dadang.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler