Cara Kota Bandung Hadirkan Makanan Sehat Sekaligus Cegah Stunting

Bandung - TemanBaik, Pemkot Bandung punya cara tersendiri nih untuk membuat warganya mengonsumsi makanan sehat sekaligus mencegah terjadinya stunting atau mengalami gagal tumbuh kembang. Apa saja yang dilakukan?

Menurut Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung Siti Muntamah, ada tiga langkah yang dilakukan, yaitu langkah jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Apa saja ketiga langkahnya?

1. Bandung 'Tanginas'
Bandung 'Tanginas' merupakan singkatan dari Bandung Tanggap Stunting dengan Pangan Aman dan Sehat. Lewat program ini, masyarakat yang jadi sasaran diberikan bahan makanan sehat. Mulai Rabu (16/9/2020), mereka diberi paket berisi beberapa jenis nabati atau sayuran, tempe, dan telur.

"Kita memberikan pangan aman dan sehat. Dikatakan pangan sehat dan aman adalah food nature, artinya makanan tanpa makanan instan di dalamnya, ada sayuran, protein hewani, dan nabati," kata Siti di Pendopo Kota Bandung.

Sasaran dari kegiatan ini adalah keluarga yang memiliki anak berusia di bawah dua tahun atau disebut baduta. Harapannya, baduta ini bisa mendapatkan makanan sehat untuk menunjang tumbuh kembangnya. Total, ada sekitar 2.700 baduta yang jadi sasaran dan akan mendapat paket bahan makanan sehat ini selama tiga bulan ke depan.

Baca Ini Juga Yuk: Saat Perempuan Pemadam Dikerahkan untuk Perangi Pandemi

2. Buruan SAE
Ini merupakan kegiatan jangka menengah yang dilakukan. Buruan SAE fokusnya menghadirkan kegiatan urban farming di pemukiman warga. Tujuannya agar warga memiliki kegiatan positif dan bisa memenuhi kebutuhan akan makanan sehatnya dari hasil berkebun. Sehingga, mereka bisa lebih irit pengeluaran, tapi bisa mendapatkan bahan makanan sehat.

Buruan sendiri berarti halaman. Sedangkan SAE adalah singkatan dari Sehat, Alami, dan Ekonomis. Dalam kegiatan ini, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangatan) Kota Bandung bergerak bersama unsur pemerintah lainnya membuat gerakan urban farming di berbagai lokasi di Bandung.

Selain menanam sayuran, warga juga diajak dan diajarkan menanam buah-buahan hingga berternak. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi urban farming terintegrasi yang kaya akan manfaat. Tujuan akhirnya tentu menghadirkan makanan sehat.

3. Melatih Keterampilan
Selain jangka pendek dan jangka menengah, ada langkah jangka panjang yang dilakukan Pemkot Bandung. Caranya adalah dengan meningkatkan kemampuan warga sasaran, terutama mengenah ke bawah.

Mereka diajarkan berbagai keterampilan untuk bisa memiliki pendapatan lebih dari biasanya. Misalnya dengan memberi pelatihan menjahit hingga mencukur. Sasaran dari program ini adalah para laki-laki dan perempuan, terutama yang sudah memiliki anak.

Selain diberikan pelatihan secara gratis, di saat yang sama mereka juga diedukasi soal pentingnya mengonsumsi makanan sehat, terutama bagi anak. Sebab, tumbuh kembang anak akan sangat tergantung dari asupan gizi yang diberikan orangtuanya.

"Harapannya, mereka nanti langsung dilatih, dimagangkan, sehingga mereka memiliki pendapatan untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangganya," jelas Siti.


Foto: dok.Humas Kota Bandung
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler