Masker Scuba Tak Direkomendasikan, Ini Masker yang Tepat

Bandung - TemanBaik, masih disiplin menggunakan masker sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan kan? Namun, ada informasi terbaru yang perlu kamu tahu. Kamu kini harus kembali memilih masker.

Sebab, belakangan ini diketahui ternyata penggunaan masker scuba, apalagi buff, ternyata tidak terlalu efektif dalam mencegah penularan COVID-19. Kenapa?

Alasannya, masker scuba ini terbuat hanya dari satu lapis kain. Bahan dari masker scuba ini juga tergolong tipis. Sehingga, efektivitasnya hanya mencapai 5 persen dalam mencegah penularan COVID-19.

Tak hanya itu, masker scuba juga berpotensi memecah droplet atau percikan menjadi lebih kecil. Sehingga, potensi penularan COVID-19 menjadi lebih terbuka.

"Selain itu, masker scuba sering atau mudah ditarik ke bawah dagu, sehinggga fungsi masker menjadi tidak ada," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.

Sebab, jika terlalu sering ditarik dan dikaitkan ke arah dagu, masker scuba ini akan lebih mudah longgar. Jika longgar, tentu potensi tertular COVID-19 menjadi lebih besar.

Baca Ini Juga Yuk: Mengenal Hepatitis A, Jangan Dianggap Remeh Ya!

Masker Apa yang Tepat?
Wiku pun menyarankan warga untuk menggunakan masker medis atau kerap disebut masker bedah. Apalagi jika kamu sakit atau bahkan memiliki gejala COVID-19, masker bedah ini jadi pilihan utama yang perlu dipakai.

Sebab, masker bedah terdiri minimal dari tiga lapisan. Sehingga, efektivitasnya jauh lebih besar dibanding masker scuba. Namun, bagi warga yang sehat, penggunaan masker kain tidak masalah. Hanya saja harus diperhatikan bahan dan ketebalannya ya.

"Masker kain yang bagus adalah berbahan cotton (katun) dan berlapis tiga," ucap Wiku.

Saat ini, banyak kok penjual masker yang memiliki tiga lapis bahan kain. Karena terdiri dari tiga lapis kain, tentu jauh lebih efektif dibanding penggunaan masker scuba.

Perhatikan Penggunaan Masker
Untuk penggunaan masker sendiri tentu sudah banyak orang yang mengetahuinya. Namun, tak ada salahnya kembali mengingatkanmu soal penggunaan masker yang baik dan benar.

"Efektivitas penggunaan masker yang baik dan benar ini dapat mengurangi penularan lebih dari 50 persen," kata Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro.

Sebelum menggunakan masker, pastikan kamu sudah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik. Kamu juga bisa menggunakan hand sanitizer jika kebetulan tidak memungkinkan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Setelah itu, baru pasang masker.

"Pasang masker untuk menutupi area mulut dan hidung. Pastikan tidak ada sela pada wajah dan masker," jelasnya.

Dalam penggunaan masker, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Hindari menyentuh masker dengan tangan. Jika ingin melepasnya, sentuh hanya pada bagian pengaitnya ya.

"Maksimal menggunakan masker itu 4 jam dan harus diganti dengan masker baru dan bersih," ucap Reisa.

Jika masker yang digunakan sudah lembab kurang dari 4 jam, sebaiknya segera ganti ya. Jadi, jangan hanya memakai satu masker saja. Siapkan dua hingga empat masker cadangan untuk menggantinya jika kamu beraktivitas di luar rumah.

Di luar pemakaian masker, tentu kamu harus menjalankan protokol kesehatan lainnya dengan disiplin ya. Jangan pernah bosan menjalankan protokol kesehatan ini ya, TemanBaik. Sebab, perang melawan COVID-19 belum berakhir.

Foto: Ilustrasi Agam/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler