Mengenal Dua Jenis Bahasa Isyarat di Indonesia, Ini Perbedaaanya

Bandung - TemanBaik, tahu enggak jika hari ini, 23 September 2020, diperingati sebagai Hari Bahasa Isyarat Internasional? Tak lengkap rasanya jika tidak mengulas bahasa isyarat pada momentum ini.

Apa sih bahasa isyarat itu? Bahasa isyarat adalah cara berkomunikasi dengan menggunakan isyarat sebagai pengganti dari yang diucapkan lisan. Dalam praktiknya, bahasa isyarat ini biasanya dominan menggunakan tangan. Namun, terkadang di saat bersamaan juga disertai gerakan bibir dan bahasa tubuh.

Mereka yang terbiasa menggunakan bahasa isyarat akan dengan terampil memperlihatkan berbagai gerakan. Semua gerakan itu memiliki arti. Namun, mereka yang tak paham terkadang sulit mengartikannya meski gerakannya sederhana. Bahkan, mungkin ada yang baru tahu jika bahasa isyarat ini ada dua jenis.

Di Indonesia, bahasa isyarat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu sistem isyarat bahasa Indonesia (SIBI) dan bahasa isyarat Indonesia (BISINDO). Apa persamaan dan perbedaannya?

"Kalau dari segi persamaan, SIBI dan BISINDO ini sama-sama bahasa isyarat yang digunakan teman Tuli," kata Wakasek Kurikulum Bidang Pembelajaran SLBN Cicendo Kota Bandung Rini Rajani kepada BeritaBaik.id, Rabu (23/9/2020).

SIBI
Ada beberapa perbedaan yang cukup kentara di antara SIBI dan BISINO. SIBI merupakan bahasa resmi bagi teman Tuli secara nasional di Indonesia. Penggunaannya biasanya digunakan dalam kegiatan formal, misalnya pada kegiatan belajar di sekolah atau acara resmi.

Pada SIBI, bahasa isyarat yang digunakan merupakan representasi bahasa Indonesia lisan yang ditampilkan ke dalam sebuah gerakan. "SIBI ini juga lebih ke penggunaan struktur bahasa Indonesia yang benar, ada penggunaan awalan dan akhiran," ucap Rini.

Jika disederhakan, SIBI ini ibarat bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahkan, SIBI ini memiliki kamus tersendiri loh, seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sehingga, bahasa isyarat pada SIBI ini adalah bahasa yang benar-benar baku dan diseragamkan.

Baca Ini Juga Yuk: Berkenalan dengan 'Mobile Covid Hunter' Bandung, Ini Tugasnya

Karena merupakan bahasa isyarat resmi, dipakai di manapun di Indonesia, SIBI akan dimengerti oleh penggunannya. Ini ibarat kamu menggunakan bahasa Indonesia di berbagai daerah di Indonesia. Meski berbeda bahasa daerah, tapi akan sama-sama mengerti dan nyambung jika orang yang berbincang sama-sama menggunakan bahasa Indonesia.

BISINDO
Lalu, apa bedanya antara SIBI dan BISINDO? Jika disederhanakan, BISINDO ini merupakan bahasa isyarat dalam pergaulan keseharian. Sehingga, secara struktur bahasa tidak sekaku SIBI. Misalnya dalam penggunaan kata 'berlarian', pada SIBI akan diterjemahkan secara utuh dengan isyarat 'berlarian'. Namun, pada BISINDO, isyarat yang digunakan hanya menggunakan kata utamanya, yaitu 'lari'.

BISINDO ini berkembang di antara lingkungan sesama teman Tuli. Sehingga, BISINDO ini lebih bersifat sebagai bahasa gaul. Bahkan, di dalamnya terdapat bahasa daerah. Sehingga, penggunaan BISINDO lebih terbatas di kalangan teman Tuli tertentu saja. Sehingga, misalnya mereka yang terbiasa menggunakan BISINDO di Bandung, belum tentu 'nyambung' ketika menggunakannya dengan teman Tuli di daerah lain.

"BISINDO ini bahasa isyarat (yang berkembang) alami, tidak dipelajari, mereka menggunakannya otodidak tanpa diajarkan guru. Karena BISINDO ini berkembang di komunitas tunarungu. Istilahnya, (BISINDO) ini adalah bahasa gaul atau bahasa daerah," tutur Rini.

Ia pun pernah membandingkan penggunaan BISINDO. Bahasa isyarat BISINDO yang digunakan di Bandung berbeda dengan yang digunakan di Garut atau Sumedang. Sebab, ada bahasa lokal yang hanya dipahami di daerah setempat atau di komunitas teman Tuli tertentu saja meski sama-sama menggunakan BISINDO.

BISINDO sendiri lebih banyak digunakan dalam keseharian. Di SLBN Cicendo misalnya, ketika di kelas, kegiatan belajar selalu menggunakan SIBI. Namun, ketika di luar kelas, para siswa biasanya berkomunikasi menggunakan BISINDO.

"BISINDO itu lebih menarik digunakan di komunitas sesama teman Tuli karena karena BISINDO itu dianggap lebih simpel," tutur Rini.

Sementara karena biasanya berkembang di kalangan teman Tuli tertentu, BISINDO bisa menjadi 'bahasa rahasia'. Bahkan, di lingkungan sekolah, BISINDO yang digunakan siswa belum tentu dipahami guru meski mereka mahir menggunakan bahasa isyarat. Begitu juga sebaliknya.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Sincerely Media
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler