Hindari Hal Ini Saat Ada Hewan Liar Masuk ke Pemukiman

Bandung - TemanBaik, ada satu kebiasaan yang kerap dilakukan sebagian orang jika ada hewan liar dan buas masuk ke pemukiman. Warga biasanya berkerumun dan berbondong-bondong ke lokasi hewan itu berada.

Padahal, tindakan seperti itu adalah kebiasaan berbahaya. Tak hanya membahayakan diri sendiri, tindakan seperti itu juga membahayakan orang lain di sekitar, dan tentunya hewan itu sendiri.

Kenapa? Berkerumun untuk melihat hewan liar dan buas dari dekat itu akan membuatnya stres. Sehingga, potensi hewan buas itu menyerang akan sangat terbuka.

Apalagi jika warga melakukan tindakan tanpa dibarengi pengetahuan. Alih-alih mengevakuasi hewan liar demi keamanan dan keselamatan warga, justru yang melakukannya malah bisa celaka.

Sebab, biasanya ketika ada hewan liar masuk ke pemukiman, warga akan memburunya. Bahkan, tak jarang melakukan tindakan kasar hingga membunuhnya. Hal yang jadi masalah adalah jika hewan itu berhasil menyerang balik. Terbayang kan apa yang terjadi? Selain luka, kamu bisa kehilangan nyawa.

"Hewannya kalau stres bisa balik menyerang. Walaupun tindakan menyerang balik itu bisa saja bukan untuk melukai, tapi untuk menyelamatkan dirinya sendiri," kata Ketua Tim Rescue Kebun Binatang Bandung Asep Heri kepada BeritaBaik.id.

Baca Ini Juga Yuk: Jangan Gegabah Jika Ada Tawon di Atap Rumah  

Karena itu, kamu disarankan tak bertindak sembarangan jika ternyata ada hewan liar masuk ke pemukiman. Jika ingin berusaha mengamankan lokasi, sebaiknya batasi tindakan apa yang perlu dilakukan.

Hal yang paling utama adalah mencoba 'mengurung' hewan liar. Buatlah agar posisinya tak bisa ke mana-mana. Misalnya jika masuk ke dalam rumah, kuncilah pintu dan tutup semua area yang memiliki celah seperti jendela.

Pastikan hal ini dilakukan jika memang memungkinkan dan potensi bahaya bisa diminimalisir. Pastikan juga tak banyak kerumunan warga. Sebab, hewan liar akan semakin merasa terganggu dan merasa terancam ketika terdapat banyak orang.

Selanjutnya, hubungi segera pihak-pihak yang bisa membantu melakukan evakuasi hewan liar. Kamu bisa menghubungi BKSDA setempat, aparat kewilayahan, polisi, TNI, pemadam kebakaran, hingga ahli satwa. Sehingga, tim yang datang ke lokasi adalah tim yang memahami melakukan evakuasi hewan.

"Jika pihak yang kamu hubungi tidak bisa melakukan evakuasi karena pertimbangan keamanan hingga peralatan, mereka akan menghubungi pihak terkait lainnya untuk melakukan rescue," jelas Heri.

Nah, TemanBaik, jika ada hewan liar ke pemukimanmu, sebaiknya jangan bertindak sembrono ya. Tahan juga rasa penasaranmu untuk menyaksikan ke lokasi secara langsung. Sebab, tidak ada yang menjamin keselamatanmu jika tetap ngeyel melakukannya.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Kayla May Daud

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler