Pentingnya Mengubah Pandangan Terhadap Korban Pelecehan Seksual

Bandung - TemanBaik, siapapun pasti tak mau menjadi korban pelecehan seksual. Karena itu, ada paradigma atau pandangan yang harus diubah.

Sebab, berada di posisi menjadi korban pelecehan seksual tentu tidak menyenangkan. Bahkan, psikologis korban bisa sangat terpuruk. Hal yang terburuk, korban pelecehan seksual bisa berakhir bunuh diri karena merasa masa depannya sudah hancur.

Namun, alih-alih membela, masyarakat terkadang menempatkan korban justru dalam posisi bersalah. Korban dipandang sebagai pihak yang bersalah.

"Jangan menempatkan korban sebagai orang yang salah dan bertanggung jawab menganggap dia dilecehkan seolah-olah karena pakaian atau sikapnya," kata Ira Imelda dari Women's Crisis Center Pasundan Durebang.

Pandangan menganggap korban 'memancing' jadi korban pelecehan malah akan membuat korban makin terpuruk. Sebab, siapapun tentu tak mau 'memancing' agar jadi korban pelecehan seksual.

Baca Ini Juga Yuk: Sembuhkan Luka Batin Terdalam dengan Cara Ini

Justru, orang sekitar dan masyarakat harus memosisikan korban sebagai korban, bukan sebagai orang bersalah. Berilah dukungan dan semangat pada korban.

Jika ada orang di sekitarmu jadi korban pelecehan seksual, berusahalah jadi pendamping mereka untuk membuatnya bangkit. Membawa atau memberikan korban mendapatkan penanganan juga jadi sangat disarankan, misalnya pendampingan psikolog atau hukum.

Sebab, bukan hal mudah bagi korban bangkit dari keterpurukan usai jadi obyek pelecehan seksual. Sehingga, butuh orang tepat untuk menangani mereka.

Hal yang tak kalah penting, jangan takut melaporkan pelecehan seksual yang terjadi. Berikan pemahaman bahwa ketika korban pelecehan seksual tak melapor pada pihak berwajib, justru akan berpotensi bakal hadir korban-korban berikutnya.

"Jadi, jangan takut untuk melapor (pada pihak berwajib)," imbau Ira.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Mihai Surdu
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler