Begini Fakta Menarik dari Burung Merak Hijau

Bandung - TemanBaik, dalam rangka peringatan hari satwa se-dunia, yuk kita berkenalan dengan salah satu satwa yang ada di Indonesia. Ya, namanya burung merak hijau. Ada yang sudah pernah melihat atau mengenalnya?

Burung merak hijau, adalah salah satu spesies di Indonesia yang masuk kategori hewan hampir punah. Menurut Panji Ahmad Fauzan selaku Kurator Burung di Kebun Binatang Bandung, bila merujuk pada sejarah maka salah satu pulau di Indonesia yang sudah dihuni burung merak sejak zaman es adalah Pulau Jawa.

"Ada gaya hidup dan perjalanan sejarah yang menjadikan spesies ini menjadi unik. Burung ini umumnya ditemui di beberapa wilayah asia seperti Thailand atau Asia bagian utara, eh tapi kok ternyata ada yang seolah ketinggalan nih satu di Pulau Jawa," ujarnya kepada Beritabaik.id.

Ia juga menambahkan ada beberapa keunikan yang bisa ditemui, mulai dari warna bulunya yang lebat bagi spesies jantan, pola berkembang biaknya, hingga cara perawatannya. Keistimewaan burung merak hijau itu sendiri disebut oleh Panji antara lain terdapat bulu panjang di tubuh tiap merak jantan. Ia menambahkan, bulu panjang yang ada pada tubuh merak hijau jantan berfungsi untuk memikat betina agar bersedia dikawini. Bulu merak hijau jantan yang bagus seolah punya daya tarik tersendiri.


Namun, di satu sisi bulu yang panjang ini punya risiko kematian yang tinggi. Pasalnya, bulu panjang ini cukup berat sehingga memperlambat gerak dari burung merak hijau itu sendiri. Sehingga apabila suatu ketika ia dikejar oleh beberapa spesies pemangsa saat musim kawin, maka si burung merak hijau jantan ini berpotensi mati termakan akibat lambatnya gerak mereka.

Baca Ini Juga Yuk: Yuk! Intip Penetasan Telur Burung Merak dengan Bantuan Inkubator

Uniknya, merak hijau jantan ini seolah merelakan tingkat kemampuan bertahan hidup atau survival skill-nya demi melanjutkan keturunan. Artinya, meskipun berisiko dimangsa, namun ia tetap "berkeliaran" memikat para betina pada musim kawin.

"Jadi kayak seolah enggak apa-apalah tingkat survival-nya menurun, tapi yang penting keturunannya bisa dilanjutkan. Begitu kira-kira," ujar Panji.

Periode kembang biak dari spesies ini juga berpengaruh terhadap pertumbuhan bulu hijau, khususnya para jantan. Jadi, pada saat musim kawin yang biasanya terjadi pada bulan Juli hingga Agustus, maka bulu-bulu merak hijau jantan akan nampak bagus. Hal ini berkaitan dengan daya tarik bagi para betina. Namun jangan salah, bulu merak hijau jantan yang bagus dipengaruhi juga oleh kadar asupan dalam tubuhnya.

Artinya, merak hijau jantan dengan asupan makanan yang tidak bagus secara otomatis tak dipilih oleh betina karena bulu panjangnya pasti tak menarik. Para jantan tak akan dipilih karena seolah ada anggapan bahwa cara mencari makan si jantan ini tidak bagus dari pihak si betina.

Setelah memasuki bulan Oktober dan November, maka bulu-bulu panjang tersebut biasanya akan rontok. Hal itu dikarenakan masa kawin sudah berlalu. Adapun masa pertumbuhan bulu biasanya dimulai pada bulan Februari.

"Kalau di Desember dan Januari, biasanya kita akan sulit membedakan burung merak hijau jantan dan betina kalau dari jauh karena bentuknya sama. Kalau ada bulu panjang kan bisa terlihat, wah ini bulunya panjang, berarti dia jantannya," tambah Panji.

Hal menarik lainnya dalam proses perkawinan burung merak adalah perlu adanya jantan saingan dalam upaya mengawini sang betina. Panji menyebut, hadirnya persaingan dalam perkawinan akan berdampak pada jumlah hormon testosteron. Jantan dengan pesaing saat hendak mengawini betina bakal punya kadar testosteron yang lebih tinggi ketimbang jantan tanpa pesaing. Namun, secara umum satu jantan dapat mengawini tiga betina.

Perawatan burung merak hijau secara keseluruhan mirip dengan merawat seekor ayam. Kebutuhan utamanya antara lain mandi basah dan kering, serta memerlukan tempat bertengger. Selain itu, makanan untuk burung ini mayoritas biji-bijian. Kebun Binatang Bandung juga menambahkan asupan buah dan sayuran dalam pemberian pakan. Pada masa kawin, biasanya merak hijau ini akan diberi pakan dengan asupan protein yang lebih besar untuk menambah stamina si jantan dan pembentukan telur si betina.

Wah, menarik sekali ya. Karena punya berbagai keunikan, terlebih spesiesnya hidup di sekitar kita, maka sudah sepatutnya kita menjaga spesies satwa ini agar tidak punah. Lalu, adakah di antara kamu yang pernah melihat burung ini? Di manakah kamu melihatnya?

Foto: Rayhadi Shadiq/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler