Atalia Praratya & Sejarah Baru Pramuka Jabar

Bandung - TemanBaik, Atalia Praratya kini mengemban jabatan baru. Terhitung sejak Rabu (7/10/2020), ia resmi menjadi Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Kwarda Jawa Barat periode 2020-2025 menggantikan Yusuf Macan Effendi alias Dede Yusuf.

Dipercaya mengemban jabatan tersebut, Atalia mengaku bahagia sekaligus menjadi kehormatan tersendiri. Namun, ada tanggung jawab besar yang menurutnya harus dijalankan.

"Satu kebahagiaan dan kehormatan bagi saya terpilih menjadi Ketua Kwarda Jabar 2020-2025. Menjadi bagian dari keluarga besar Pramuka Jabar itu banyak amanah yang harus dijalankan semaksimal mungkin," kata Atalia.

Di Kwarda Jawa Barat, kehadiran istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu menciptakan sejarah tersendiri. Ia jadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua Kwarda Pramuka Jawa Barat.

Bawa Visi dan Misi
Sebagai Ketua baru, Atalia tentu membawa visi dan misi tersendiri. Visinya, ia akan mewujudkan Pramuka Jawa Barat yang juara lahir batin. Ia akan membawa Pramuka Jawa Barat siap bereformasi dan beradaptasi dengan gagasan baru untuk menjadikan Kwarda Jawa Barat sebagai organisasi kepanduan terdepan se-Indonesia.

Ia juga membawa enam misi yang akan dijalankannya bersama Pramuka Jawa Barat. Pertama, pengurus Kwarda Jawa Barat di masa kepemimpinannya harus bertekad kembali pada marwah dibentuknya organisasi kepanduan Pramuka. Hal ini terkait dengan Dasa Dharma Pramuka, pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti.



Baca Ini Juga Yuk: Yuk! Berbuat Baik Lewat #RaziaOrangLapar

Kedua, ia akan mengupayakan optimalisasi aset Pramuka Jawa Barat. Ketiga, Pramuka Jawa Barat akan mengedepankan kepentingan negara dan organisasi di atas kepentingan pribadi dengan semangat silih asah, silih asuh, dan silih asih.

"Keempat, Pramuka (Jawa Barat) akan mengambil peran aktif menjadi solusi dalam permasalahan bangsa, khususnya pembentukkan karakter tunas bangsa," tutur Atalia.

Kelima, Pramuka Jawa Barat akan berevolusi. Artinya, harus ada perubahan cepat dan adaptasi dengan tatanan dan cara baru sesuai perkembangan zaman. Untuk mewujudkannya, ia akan mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, serta kemandirian ekonomi dan fungsi kebermanfaatan lainnya seperti kerelawanan.

Keenam sekaligus misi terakhir, Kwarda Jawa Barat harus berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk menjadikan Pramuka Jawa Barat terdepan di Indonesia dari sisi komunikasi dan kolaborasi secara internal maupun internal.

"Yaitu melalui penerapan teori Pentahelix dengan melibatkan akademisi, pebisnis, komunitas, pemerintah, dan juga media," jelas Atalia.



Lanjutkan #AksiBaik Dede Yusuf
Atalia sendiri mengaku membutuhkan banyak bimbingan dengan posisi barunya tersebut. Ia pun tak segan meminta bimbingan dan dukungan dari para senior dan anggota Pramuka Jawa Barat dalam menjalankan amanah.

Secara khusus, ia pun berterima kasih kepada Dede Yusuf sebagai Ketua Kwarda Jawa Barat sebelumnya. Sebab, Dede banyak memberi bimbingan dan informasi untuk menyelaraskan program kerja kepengurusan Pramuka Jawa Barat yang baru.

"Saya banyak mendapatkan informasi dari beliau dan membuat saya semakin bersemangat untuk memimpin dan membangun Gerakan Pramuka Jabar bersama-sama," ungkap Atalia.

Ia mengatakan, selama 10 tahun kepemimpinan Dede Yusuf, Pramuka Jawa Barat berjalan positif. Banyak karya, gerakan, dan #AksiBaik yang dilakukan. Sehingga, berbagai pencapaian, program, dan sisi positif di era Dede Yusuf pun akan dilanjutkan di masa kepemimpinan Atalia.

"Tugas saya adalah untuk menyempurnakan, melengkapi, membuat lebih berkembang lagi apa yang sudah dilakukan Kak Dede Yusuf sejak menjabat (Ketua Kwarda Jabar)," ujarnya.

Atalia pun optimistis, dengan dukungan dari para senior Pramuka Jawa Barat dan kolaborasi dengan seluruh Kwartir Cabang kabupaten/kota se-Jawa Barat bisa menjadi motivasi baginya untuk memimpin Kwarda Jawa Barat dalam kebaikan.

"Saya hadir untuk menebarkan cinta dan semangat, serta dimasa kepemimpinan saya kita akan coba hal-hal baru yang kekinian untuk mengikuti perkembangan zaman saat ini,” pungkas Atalia.

Foto: dok. Humas Jawa Barat

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler