Jangan Asal Terobos Banjir Meski Naik Mobil, Begini Penjelasannya

Bandung - TemanBaik, menggunakan mobil tentu memiliki keunggulan saat kondisi hujan. Pengemudi dan penumpangnya  tak perlu kehujanan serta bisa tetap melaju di jalanan dengan nyaman.

Meski begitu, pengguna mobil harus tetap berhati-hati, terutama saat menemukan genangan air atau banjir. Jangan karena kamu naik mobil terus bisa seenaknya menerobos banjir. Boleh saja sih menerobos banjir, tapi ada risiko yang harus kamu ketahui, terutama bagi pengguna jenis city car seperti sedan.

Pendiri FIORS-C Indonesia Norman Adam mengatakan, secara umum, sebaiknya pengguna mobil menghindari menerobos banjir. Untuk Ford Fiesta misalnya, air setinggi setengah ban pun diharapkan tak ditembus.

"Kalau Fiesta, (air setinggi) setengah ban udah enggak boleh. Yang sudah-sudah, air masuk ke dalam transmisi," kata Norman.

Baca Ini Juga Yuk: Yuk! Waspadai Hujan Intensitas Tinggi hingga Sabtu Ini

Ia pun menyarankan pengguna mobil city car lainnya juga menghindari genangan. Alasannya, mobil jenis itu secara umum memang tidak didesain untuk menembus banjir.

"Hampir sama dia (city car disarankan tak menembus banjir), kecuali kalau dia SUV seperti (Ford) Ranger, dia memang didesain untuk masuk ke dalam air, sampai kap kerendam dia masih bisa (jalan). Kalau tipe sedan, kalau bisa enggak menerobos banjir," jelas Norman.

Risiko yang akan dialami jika nekat menembus genangan air adalah mesin mobil akan mati dan terparah terjadi water hammer. "Kalau air sampai masuk ke engine, pasti water hammer. Kalau sudah water hammer, bisa jebol pistonnya," ungkapnya.

Jika water hammer ini sudah terjadi, siap-siap deh merogoh kocek dalam-dalam agar mobilmu kembali menyala dan digunakan seperti biasa. Biaya untuk menangani water hammer ini bisa puluhan juta rupiah loh. Selain itu, ada berbagai komponen lain di dalam mobil yang bisa mengalami kerusakan dan tentunya membutuhkan uang untuk diservis di bengkel.

Norman pun mengingatkan jika mesin mobil mati usai menembus banjir, hindari berusaha menyalakannya. Sebaiknya, mobil segera dibawa ke bengkel dengan cara diderek. Ini untuk meminimalisir kerusakan yang lebih parah, terutama water hammer. Ini juga berlaku untuk mobil yang mati akibat terendam banjir saat diparkir.

"Pokoknya penanganan saat mobil terendam, enggak bisa diselamatin (mesin mati), jangan sekali-kali dihidupin walaupun air sudah surut. Biarin, bawa ke bengkel dulu, bengkel sudah pasti tahu (penanganan yang tepat). Dia penanganannya akan dibersihin dulu, dikuras (air yang sudah masuk), dicek satu-satu. Kalau itu ringan ketimbang udah kena water hammer," tutur Norman.

Foto: Ilustrasi Pexels/Burak K


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler