Masih Belum Paham Apa Itu La Nina? Yuk! Simak Penjelasannya

Bandung - TemanBaik, fenomena La Nina sedang berkembang di Indonesia. Akibatnya, curah hujan menjadi cukup tinggi.

Namun, belakangan ini publik penasaran dengan fenomena La Nina ini. Sebab, masih banyak yang belum paham apa itu La Nina. Kamu sendiri sudah paham? Jika belum paham, simak ulasannya yuk!

Dilansir Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suatu kejadian disebut La Nina jika kondisi penyimpangan atau anomali suhu permukaan laut Samudera Pasifik tropis bagian tengah dan timur lebih dingin daripada kondisi normalnya. Kondisi ini diikuti perubahan sirkulasi atmosfer di atasnya berupa peningkatan angin pasat timuran yang lebih kuat dari kondisi normalnya dan telah berlangsung beberapa bulan.

Berapa lama sih La Nina ini bisa berlangsung? Secara umum, fenomena ini bisa berlangsung beberapa bulan hingga dua tahun. La Nina di Samudera Pasifik sendiri biasanya berulang dalam kurun 2-8 tahun.

Dampak La Nina
Apa dampaknya dari fenomena La Nina ini? Kondisi ini akan mengakibatkan terjadinya peningkatan curah hujan di kawasan Pasifik barat, yaitu Indonesia, sebagian wilayah di Asia Tenggara lainnya, bagian utara Australia, Brasil bagian utara, dan sebagaian pantai barat Amerika Serikat.

Baca Ini Juga Yuk: Yuk! Waspadai Hujan Intensitas Tinggi hingga Sabtu Ini

Sebaliknya, La Nina ini mengakibatkan curah hujan lebih rendah di sebagaian pantai timur Asia, bagian tengah Afrika, dan sebagian Amerika bagian tengah. Selain itu, La Nina mengakibatkan iklim lebih dingin di sebagian wilayah barat dan timur Afrika, Jepang, sebagian besar pantai barat Amerika Serikat, dan Brasil bagian selatan.

Di Indonesia, dampak La Nina ini tentu mengakibatkan tingginya curah hujan. Sehingga, sejak akhir September lalu, mungkin di daerahmu sudah terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Namun, dampak dari La Nina ini bergantung pada tiga faktor yaitu musim atau bulan, wilayah, dan intensitas.

"Catatan historis menunjukkan bahwa La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40 persen di atas normalnya. Namun demikian, dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia," Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal.

Kapan Berakhir?
Pada kurun September hingga November 2020 ini, dampak La Nina akan terasa signifikan di wilayah selatan, tengah, dan timur Indonesia. Pada bulan-bulan berikutnya, fenomena ini akan 'bergeser' ke wilayah lain, yaitu Indonesia bagian tengah dan utara dalam kurun Desember 2020 hingga Februari 2021.

Herizal mengatakan BMKG dan pusat layanan iklim lainnya seperti NOAA (Amerika Serikat), BoM (Australia), JMA (Jepang) sudah memperkirakan La Nina dapat berkembang terus hingga mencapai intensitas La Nina Moderate pada akhir 2020.

"(La Nina ini) diperkirakan akan mulai meluruh pada Januari-Februari dan berakhir di sekitar Maret-April 2021," ujar Herizal.

Pemicu Bencana Hidrologis
Hujan yang kerap turun dengan intensitas tinggi ini tentu harus membuat membuat kamu waspada. Sebab, bencana hidrometeorologis menjadi lebih terbuka. Bencana ini di antaranya banjir dan tanah longsor.

Karena itu, berbagai pihak wajib meningkatkan kewaspadaan. Bahkan, lebih baik melakukan antisipasi dini agar bencana tidak terjadi. Untuk sungai yang sudah terlalu dangkal misalnya, sebaiknya dikeruk. Usahakan juga agar jangan ada sampah di sungai yang berakibat menghambat aliran air. Jika ini terjadi, potensi terjadinya banjir akan lebih terbuka.

Selain itu, bagi kamu yang tinggal di kawasan perbukitan, segera cek apakah terjadi rekahan tanah di sana. Jika terjadi rekahan, segera laporkan pada instansi terkait agar bisa dilakukan pencegahan.

Bentuk kewaspadaan paling dekat yang bisa kamu lakukan adalah memeriksa seluruh area rumah. Jika ada ranting atau bagian pohon yang rawan tumbang, segera pangkas. Pastikan juga atap rumah dalam kondisi baik dan terpasang pada tempatnya. Sehingga, jika sewaktu-waktu terjadi hujan intensitas tinggi disertai angin kencang, atap rumahmu bisa diminimalisir dari kerusakan atau terbawa angin.

Selain itu, yang tak kalah penting adalah menjaga daya tahan tubuh. Sebab, kondisi cuaca seperti sekarang cukup rentan terhadap berbagai penyakit. Apalagi, saat ini pandemi COVID-19 masih belum berakhir. Yuk, waspada dan lakukan berbagai langkah pencegahan untuk mengantisipasi dampak negatif La Nina!

Foto: Ilustrasi Pexels/Josh Sorenson

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler