Di Indonesia Ada Kecoa Laut Raksasa Loh!

Bandung - TemanBaik, tentu tahu dong dengan hewan bernama kecoa? Hewan ini biasanya berukuran kecil, bisa bergerak cepat, bahkan bisa terbang. Banyak orang jijik hingga kesal jika menemukan kecoa.

Namun, pernah membayangkan enggak jika ada kecoa yang hidup dengan ukurannya yang juga besar sehingga disebut raksasa? Hewan ini bahkan ada di lautan Indonesia. Simak ulasannya, yuk!

Pada 2018, dilakukan ekspedisi South Java Deep Sea Biodiversity Expedition (SJADES). Ini merupakan ekspedisi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama National University of Singapore dengan koordinatornya penelitiannya Dwi Listyo Rahayu dan Peter Ng.

Saat itu, tim berhasil menemukan Bathynomus raksasa yang berada di Selat Sunda dan selatan Pulau Jawa. Hewan ini ditemukan pada kedalaman 957-1.259 meter di bawah permukaan laut. Dalam banget kan?

Namun, butuh waktu cukup lama bagi tim peneliti untuk meneliti hewan tersebut. Hingga akhirnya, hewan itu berhasil dideskripsikan dan dipublikasikan pada jurnal ZooKeys pada 8 Juli 2020. Hewan ini dideskripsikan sebagai jenis baru krustasea alias udang-udangan.

Baca Ini Juga Yuk: Intip Keseruan Budidaya Tanaman Hias di Pesantren Mahad Toyyiba

Penemuan sekaligus pendeskripsian hewan ini dinilai sebagai pencapaian penting. Apalagi bagi bidang ilmu taksonomi yang tergolong sepi peminat.

"Penemuan jenis baru merupakan capaian besar seorang taksonomis, apalagi jenis spektakuler dari sisi ukuran, bahkan ekosistem dimana jenis tersebut ditemukan," kata pelaksana tugas Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI Cahyo Rahmadi di laman resmi LIPI.

Penemuan Bathynomus raksasa ini menurutnya menjadi pengingat bahwa Indonesia punya potensi keanekaragaman hayati yang belum terungkap. "Masa depan pengungkapan keanekaragaman hayati Indonesia berkejaran dengan laju kepunahan jenis dan mungkin juga taksonom sebagai garda terdepan," ungkap Cahyo.

TemanBaik, kamu mungkin bertanya-tanya kenapa hewan ini disebut kecoa laut raksasa, iya kan? Agar tak penasaran, kita berikan penjelasannya ya. Namun, jangan membayangkan kecoa ini memiliki ukuran tubuh raksasa seperti di film-film ya!

Pemilihan istilah raksasa untuk kecoa laut ini mengacu pada ukuran tubuhnya yang masuk kategori besar (giant) dan sangat besar (super giant). Ukurannya tubuhnya dapat mencapai di atas 15 sentimeter saat usia dewasa. Ya, ukuran ini memang kecil. Namun, jika dibandingkan dengan kecoa pada umumnya, ukuran ini jelas jauh lebih besar berkali-kali lipat.

"Ukurannya memang sangat besar dan menduduki posisi kedua terbesar dari genus Bathynomus," ucap peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI Conni Margaretha Sidabalok.

Sebelum kecoa laut raksasa dari Indonesia ini ditemukan, ternyata ada lima jenis Bathynomus berkategori super giant yang ditemukan di Samudera Hindia dan Pasifik. Namun, penemuan kecoa laut raksasa di Indonesia ini jelas terasa istimewa. Sebab, di Indonesia penemuan ini adalah pertama kalinya.

"Penemuan Bathynomus pertama dari laut dalam Indonesia ini sangat penting bagi riset taksonomi krustasea laut dalam mengingat langkanya riset sejenis di Indonesia," jelas Conni.

Morfologi Bathynomus
Bathynomus raksasa yang ditemukan di Indonesia ini memiliki tubuh pipih dan keras. Meski begitu, hewan ini tidak memiliki karapas atau cangkang keras yang melindungi organ dalam tubuhnya.

Matanya berukuran besar, pipih, dan memiliki jarak cukup lebar di antara keduanya. Sedangkan organ di bagian kepala adalah sepasang antena panjang, sepasang antena pendek di ujung kepala, serta mulut dan anggota tubuh yang bermodifikasi untuk alat makan di segmen bagian bawah kepala. Hewan ini memiliki tujuh pasang kaki yang berfungsi untuk berjalan dan lima pasang kaki khusus untuk berenang.

Identifikasi dari Bathynomus raksasa ini dilakukan dari holotype jantan berukuran 636 milimeter dan paratype betina berukuran 298 milimeter. Hasilnya, ada kemiripan hewan ini dengan jenis lain Bathynomus lain.

"Secara umum, Bathynomus raksasa paling mirip  giganteus dan Bathynomus lowryi dalam rentang ukuran dan karakter bagian ekor atau pleotelson," tutur Conni.

Meski begitu, menurutnya ada perbedaan antara Bathynomus raksasa dengan dua 'keluarga' yang disebutkannya. Karakter antena, organ ujung kepala, tekstur permukaan, duri ekor, dan beberapa karakter lain dari Bathynomus raksasa jadi ciri khas tersendiri.

Foto: Bathynomus raksasa/dok. LIPI

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler