Berwisata ke Jabar Saat Libur Panjang, Aman Enggak Ya?

Bandung - TemanBaik, sudah bersiap menghadapi libur panjang pada 28-31 Oktober 2020 ini? Bagi yang ingin berwisata, tentu ini jadi momen yang ditunggu-tunggu.

Salah satu lokasi yang jadi favorit wisata di Indonesia tentu adalah Jawa Barat. Itu karena di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat, terdapat begitu banyak tempat wisata. Lengkap banget deh wisata di Jawa Barat, wisata laut atau pantai ada, wisata darat bertebaran di mana-mana, wisata udara seperti paralayang juga ada.

Sebagai contoh, ingin berwisata ke pantau atau laut, ada Pantai Pangandaran di Kabupaten Pangandaran. Ingin berwisata kuliner dan belanja, kamu bisa berkunjung ke Bandung. Ingin berwisata religi, kamu bisa datang ke Cirebon atau Karawang. Tinggal tentukan destinasi, mau wisata apa saja ada di Jawa Barat!

Hal yang jadi pertanyaan, amankan tempat wisata di Jawa Barat dikunjungi saat pandemi COVID-19 masih terjadi? Tenang, otoritas terkait sedang mengupayakannya. Sehingga, pariwisata diharapkan bergeliat meski sedang pandemi. Di sisi lain, tempat wisata diharapkan aman serta tidak jadi tempat penyebaran COVID-19.

Baca Ini Juga Yuk: Bodebek Jadi Prioritas Jabar untuk Vaksin COVID-19

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan pihaknya sudah melakukan beberapa persiapan menghadapi libur panjang ini. Komunikasi dan koordinasi sudah dilakukan untuk memastikan protokol kesehatan di berbagai tempat wisata dijalankan dengan baik.

"Kita sudah membuat surat tentang imbauan untuk mengedepankan protokol kesehatan kepada para stakeholder pariwisata. Kita perlu tingkat kewaspadaan yang tinggi," kata Dedi, Senin (26/10/2020).

Selain itu, setiap tempat wisata juga diharuskan menjalankan standar operasional prosedur (SOP). Sesuai aturan yang ada, tempat wisata hanya diperbolehkan menggunakan setengah dari kapasitas pengunjung alias 50 persen saja. Tujuannya demi meminimalisir kerumunan dan pengunjung bisa menjaga jarak satu sama lain.

Di tempat wisata, pengunjung dan pengelola tempat wisata juga diwajibkan memakai masker, dicek suhu tubuh, serta mencuci tangan. Jadi, secara umum, tempat wisata di Jawa Barat diupayakan aman meski dikunjungi saat pandemi.

Masih khawatir semua aturan di atas tak dipatuhi pengelola tempat wisata? Tenang, para pengelola tempat wisata akan tunduk aturan kok. Sebab, jika diketahui tak tunduk, mereka akan mendapatkan kerugian tersendiri hingga tempat wisatanya bisa saja ditutup.

"Apabila tidak mengindahkan (aturan yang ada) pasti ada sanksi-sanksinya," ucap Dedi.

Siapkan Rapid Test
Selain berbagai aturan di atas, ada langkah lain sebagai bentuk antisipasi penyebaran COVID-19 di tempat wisata. Disparbud Jawa Barat berencana melakukan rapid test, baik kepada pengunjung, pengelola tempat wisata, penyedia jasa pariwisata, serta berbagai pihak terkait lainnya.

Namun, hal ini masih dimatangkan. Hari ini diharapkan seluruh rencana sudah matang, termasuk di dalamnya berapa jumlah orang yang akan menjalani rapid test di tempat wisata. Skema rapid test juga akan disusun, apakah melakukan metode acak atau menggunakan metode lain.

"Kita akan melakukan screening awal, di tempat-tempat (wisata) itu akan kita lakukan rapid test. Screening awal ini untuk mendeteksi dini atau sebagai early warning kita karena kita tidak ingin ada kejadian klaster baru," tutur Dedi.

Sektor pariwisata sendiri diharapkan kembali bergeliat. Sebab, hal ini akan berdampak pada pemulihan ekonomi. Meski begitu, pemulihan ekonomi dinilai harus sejalan dengan upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Ia pun berharap dua tujuan itu bisa tercapai. Sehingga, tempat wisata dibuka meski dengan berbagai aturan ketat. Di saat yang sama, langkah pencegahan penyebaran COVD-19 juga harus dikedepankan.

"(Intinya harus ada ) kolaborasi antara pencegahan (penyebaran COVID-19) dengan pemulihan ekonomi," tandas Dedi.

Foto: dok. Humas Jabar

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler