Sampai Usia Berapa Seseorang Disebut Pemuda? Ini Penjelasannya

Bandung - TemanBaik, jika mendengar kata pemuda, tentu ada berbagai persepsi dalam benak banyak orang. Yang kerap menjadi perdebatan adalah pemuda merujuk pada usia seseorang.

Sesuai namanya, pemuda tentu disematkan kepada mereka yang berusia muda. Namun, ukuran muda ini tentu berbeda. Bahkan, kamu mungkin sering mendengar ada orang berusia di atas 40 tahun juga disebut pemuda, contohnya pengusaha muda dan pemimpin muda.

Lalu, berapa tahun sih seseorang dikategorikan sebagai pemuda? Jika mengacu pada Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, ada batasan usia termuda hingga tertua untuk menyebut seseorang sebagai pemuda.

"Berdasarkan UU Kepemudaan, pemuda itu berusia antara 16-30 tahun. Tapi, banyak juga yang mengacu ke UU sebelumnya, di atas 40 tahun pun masih disebut pemuda," kata Kabid Pembinaan Pemuda Dispora Kota Bandung Dadang Setiawan.

Namun, jika mengacu pada UU Nomor 40 Tahun 2009, sudah jelas kan berapa batasan umur seseorang disebut pemuda? Kamu termasuk pemuda juga enggak, TemanBaik?

Baca Ini Juga Yuk: Butuh Bantuan SAR Saat Liburan di Jabar? Simpan Nomor Ini!

Meski begitu, faktanya istilah pemuda ini tetap berkembang di masyarakat. Ada yang mengacu pada UU, ada juga yang tidak. Bahkan, seperti contoh di atas, ada banyak orang berusia di atas 40 tahun disebut pemuda. Sehingga, terkadang istilah pemuda ini menjadi subyektif.

Di luar perdebatan soal batasan usia pemuda, ada hal yang jauh lebih penting loh. Hal yang dimaksud adalah semangat pemuda. Jika kamu sudah berusia di atas 30 tahun, kamu akan tetap bisa menjadi pemuda jika memiliki semangat seperti layaknya pemuda.

Seperti apa sih seharusnya sikap pemuda atau orang yang merasa muda? Pemuda biasanya memiliki semangat tinggi, penuh optimisme, kreatif, inovatif, dan beragam hal positif lainnya. Hal-hal ini tentu tak dibatasi umur kan?

Menjadi Pemuda di Tengah Pandemi
Masih berbicara soal pemuda, tentu jadi hal menarik ketika sekarang berada dalam situasi pandemi. Di sinilah jiwa pemuda seseorang bisa terlihat dan dilatih. Sebab, ada banyak hal positif yang bisa dilakukan seorang pemuda maupun mereka yang merasa muda.

Sebab, mengatasi pandemi ini bukan hanya butuh peran serta pemerintah. Para pemuda pun sebaiknya mengambil peran dengan melakukan berbagai hal positif. Misalnya melakukan kegiatan sosial, saling mengingatkan warga akan pentingnya menjalankan protokol kesehatan, serta #AksiBaik lainnya.

Ini sejalan dengan tema Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2020, yaitu 'Bersatu dan Bangkit'. Tema ini bisa jadi refleksi sekaligus pemacu semangat para pemuda untuk melakukan ragam kebaikan.

"Dengan tema ini diharapkan komunikasi, koordinasi, maupun kerja sama antarpemuda ini diharapkan terjadi dalam memelihara persatuan dan kesatuan, memelihara kegiatan kreatif, inovatif. Kemudian bangkit, tidak saja, bergerak mencari solusi untuk mengatasi dampak dari pandemi COVID-19 ini," tutur Dadang.


                                                                           Foto: dok. Biro Pers Setpres

Ajakan Presiden Jokowi
Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak publik untuk memetik pelajaran penting dari peringatan Hari Sumpah Pemuda. Hal itu ia sampaikan melalui unggahan di akun Instagram @jokowi.

Para pemuda yang menggaungkan Sumpah Pemuda 92 tahun lalu memberi cerminan pentingnya bersatu di tengah perbedaan. Sehingga, perbedaan yang ada justru memperkuat dan memperindah persatuan.

"Para pemuda dari seluruh Nusantara berkumpul pada 28 Oktober 1928, tepat sembulan puluh dua tahun lampau. Mereka melupakan perbedaan, mengumandangkan ikrar bersama, seraya mengenyam impian tentang Indonesia yang bertanah air, berbangsa, dan berbahasa satu: Indonesia," tulis Jokowi.

Menurutnya, ikrar para pemuda itu masih terasa hingga kini. Seharusnya, apa yang digaungkan para pemuda tempo dulu menjadi acuan bagi pemuda saat ini untuk menjadi lebih baik. Pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini pun menjadi tantangan bagi para pemuda untuk membawa kebangkitan dan kemajuan Indonesia di masa depan.

"Hari ini, ikrar para pemuda di tahun 1928 itu masih bergema. Semangat, tekad, dan cita-cita pemuda Indonesia tetap menyala-nyala, bersatu melewati masa-masa sulit pandemi ini, bangkit dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju," tutur Jokowi.

Foto: Ilustrasi Agam Rachmawan/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler