Butuh Bantuan SAR Saat Libur Panjang di Jabar? Simpan Nomor Ini!

Bandung - TemanBaik, ada nomor penting yang sebaiknya kamu simpan di ponsel, terutama jika kamu sedang liburan di Jawa Barat. Sehingga, ketika butuh bantuan darurat yang berhubungan dengan bencana, kamu tinggal menghubunginya.

Nomor telepon itu adalah (022) 7780437 dan (022) 7780111. Satu lagi yang perlu disimpan adalah nomor Whatsapp 0822-15454147. Ini adalah nomor-nomor resmi Kantor SAR Bandung. Langsung simpan nomor-nomor ini biar enggak lupa, ya!

Jawa Barat sendiri memiliki ragam keindahan yang begitu lengkap. Sehingga, tempat wisata bisa ditemukan di berbagai kabupaten/kota se-Jawa Barat. Namun, yang perlu diingat, Jawa Barat memiliki beragam potensi bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga gempa bumi.

Selain itu, ada potensi ancaman lainnya seperti kecelakaan lalu lintas hingga kebakaran yang bisa terjadi kapan saja. Sehingga, penting untuk selalu waspada, hati-hati, serta menyimpan nomor penting yang suatu saat akan dibutuhkan.

Apalagi di saat libur panjang seperti sekarang, banyak orang berwisata. Meski untuk mencari kesenangan, menyegarkan pikiran, atau ragam tujuan lainnya, kewaspadaan tetap harus dikedepankan. Jadi, tetap hati-hati ya selama masa liburan panjang ini!



Baca Ini Juga Yuk: Pentingnya Tahu Jalan 'Kabur' dari Mal, Ini Alasannya

Siaga Libur Panjang
Kantor SAR Bandung sendiri menyiagakan pasukannya ke berbagai titik di Jawa Barat terhitung 27 Oktober hingga 2 November 2020. Mereka siap menangani bencana hingga membantu warga yang membutuhkan bantuan.

Kantor SAR Bandung yang memiliki cakupan wilayah kerja di Jawa Barat ini ada yang siaga di posko utama di Kantor SAR Bandung dan posko siaga Pos SAR Cirebon. Selain itu, ada tim yang bergerak mobile di posko Tol Cipali Km. 102 Jalur A dan Posko Cikopo-Purwakarta, posko Tol Cipali Km. 164 Jalur B, Tim Siaga Mobile Nagreg, Tim Siaga Pantai Pangandaran, KN SAR 206 Bandung, serta kawasan wisata Kawah Putih Ciwidey (Kabupaten Bandung).

Kehadiran tim SAR yang disebar ini diharapkan membuat warga tenang. Sehingga, ketika dibutuhkan bantuan, tim akan langsung bergerak melakukan penanganan dan memberi bala bantuan.

Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah secara khusus mengapresiasi anggota SAR Bandung yang tetap bertugas di saat warga lain pada umumnya menikmati libur panjang. Bahkan, ketika sedang banyak terjadi bencana seperti sekarang, tugas mereka justru bertambah karena harus siaga di masa libur panjang.

"Terima kasih kepada seluruh personel yang bersemangat tinggi, profesional, militan, dan sinergi melaksanakan Siaga SAR Khusus ini. Di tengah banyaknya laporan bencana, namun tidak mengurangi semangat serta komitmen para personel Kantor SAR Bandung," kata Deden.

Kantor SAR Bandung sendiri tak bekerja sendirian di masa siaga libur panjang ini. Mereka berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait lainnya. Deden pun berharap tak ada kejadian bencana di Jawa Barat, baik selama libur panjang ini maupun setelahnya. Karena itu, kewaspadaan dan langkah pencegahan perlu dilakukan semua pihak.

Jangan Abai Protokol Kesehatan
TemanBaik, jika kamu bepergian di Jawa Barat saat masa liburan panjang ini, ada hal penting yang harus kamu jalankan. Tetap jalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar ya!

Sebab, ini demi kebaikan bersama semua pihak. Sehingga, potensi terpapar dan menularkan COVID-19 bisa diminimalisir. Selain itu, akan ada pemantauan langsung ke berbagai titik di Jawa Barat oleh aparat pemerintah. Jangan sampai kamu kena tegur, apalagi didenda karena abai protokol kesehatan.

Patroli monitoring protokol kesehatan ini akan dilakukan terutama di daerah yang jadi perhatian khusus saat masa liburan ini. Daerah itu adalah Kota Cirebon, Kabupaten Karawang, Subang, Garut, Bandung, Bandung Barat, Cianjur, dan Sukabumi.

"Kedelapan daerah tersebut memiliki destinasi wisata yang menarik. Sehingga, saat libur panjang tiba berpotensi terjadi kerumunan di destinasi-destinasi wisatanya," kata Kepala Satpol PP Jawa Barat M. Ade Afriandi.

Sementara selain patroli, akan ada juga pengamanan di pintu keluar-masuk Jawa Barat seperti jalan tol. Rapid test akan dilakukan terhadap warga secara acak. Jika ditemukan ada yang reaktif, maka akan ditindaklanjuti dengna swab test dan rangkaian lainnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun mengingatkan agar warga jangan kaget jika tiba-tiba diberhentikan petugas dan diminta mengikuti tes. Ini sebagai upaya meminimalisir penyebaran COVID-19.

"Jadi, jangan kaget nanti akan diberhentikan secara baik-baik dan sopan oleh kami dan kepolisian untuk dites," ucap Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Foto: dok. Kantor SAR Bandung

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler