Tak Apa Menjadi "Aneh" Saat Pandemi, Begini Penjelasannya

Bandung - TemanBaik, publik kini dihadapkan pada fase pandemic fatigue alias lelah di masa pandemi COVID-19, baik secara fisik maupun mental. Hal ini ditandai dengan berkurangnya kedisiplinan orang dalam menjalankan protokol kesehatan.

Coba deh lihat sekelilingmu, masih banyak enggak yang rajin mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak? Iya, pasti ada yang tetap disiplin. Namun, kemungkinan ada juga yang mulai tak disiplin menjalankannya.

Fenomena ini terjadi di berbagai tempat. Hal itu dilatarbelakangi rasa lelah atau bosan menghadapi pandemi dan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga, sadar atau tidak, protokol kesehatan ini mulai ditanggalkan sebagian orang.

Ada juga yang bosan dan pada akhirnya bersikap masa bodoh dengan ancaman COVID-19. Apalagi jika orang di sekitarnya belum ada yang terpapar COVID-19. Hal ini bisa membuat seseorang terlena hingga akhirnya menanggalkan protokol kesehatan.

Baca Ini Juga Yuk: Hore! Ada Rumah Subsidi untuk Guru Non-PNS hingga Penjaga Sekolah

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung Rosye Arosdiani Apip mengatakan harusnya masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Tak ada kompromi untuk tidak menjalankannya. Bahkan, tak ada kata wajar untuk menanggalkan protokol kesehatan.

"Masyarakat betul sudah lelah, mungkin bosan dengan situasi pandemi ini," kata Rosye di Balai Kota Bandung, Selasa (17/11/2020).



Harusnya, masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Sebab, hal ini akan jadi salah satu kunci untuk mengatasi pandemi. Bahkan, disiplin juga akan membuat keluarga dan orang-orang terdekat terhindar dari paparan COVID-19.

Mau tidak mau, menurutnya protokol kesehatan jadi senjata utama dalam memerangi pandemi. Ketika kamu lelah dan longgar menerapkannya, siap-siap deh COVID-19 menghampirimu.

"Kita tidak boleh berhenti, kita harus terus saling mengingatkan (menjalankan protokol kesehatan)," tutur Rosye.

Pentingnya Jadi Orang "Aneh"
Saat ini, di sebagian masyarakat, disiplin menjalankan protokol kesehatan bisa jadi hal "aneh". Mereka yang disiplin menjalankan protokol kesehatan bisa saja mendapat cap "aneh" hingga berlebihan.

Sebab, bisa jadi di suatu wilayah orang-orangnya sudah lelah dan menanggalkan protokol kesehatan. Namun, menjadi "aneh" adalah pilihan terbaik.

"Harus jadi 'aneh' mungkin ya kalau sekarang," ungkap Rosye.

Sebab, sikap "aneh" berupa disiplin menerapkan protokol kesehatan justru akan sangat bermanfaat bagi seseorang. Sehingga, orang itu tidak tertular dan tidak menularkan COVID-19 pada orang lain, termasuk keluarga di rumah.

Tetap berusaha konsisten menjadi orang "aneh" ya, TemanBaik. Usahakan jangan terpengaruh dengan orang-orang di sekitarmu yang mulai tak disiplin menjalankan protokol kesehatan. Prinsipnya, lebih baik kamu dipandang "aneh" demi kesehatan diri sendiri dan orang sekitar.

"Sekarang itu kesadaran harus individu, kita enggak lagi bicara kelompok besar, tapi masing-masing," tandas Rosye.

Foto: Ilustrasi Pexels/Cottonbro
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler