#AksiBaik & Berbagi Energi Positif Lewat ‘Lipstik untuk Difabel’

Jakarta - Berangkat dari pengalamannya sebagai penyandang disabilitas, Laninka Siamiyono kemudian membuat gerakan keren. Ya, namanya 'Lipstik untuk Difabel'. Bagaimana ceritanya ya?

'Lipstik untuk Difabel' itu sendiri awalnya merupakan sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Lanin pada Juli 2020 silam. Gerakan ini mengumpulkan lipstik dari berbagai donatur untuk kemudian nanti dibagikan kepada wanita penyandang disabilitas lainnya. Enggak disangka-sangka, dalam kurun waktu dua bulan saja, jumlah lipstik yang terkumpul mencapai 2.000! Jumlah ini tentu melampaui target awal 'Lipstik untuk Difabel'.

Setelah mengumpulkan lipstik, kemudian gerakan ini membagikan lipstik sumbangan tersebut ke beberapa komunitas disabilitas di Jakarta, bahkan hingga ke Yogyakarta. Gerakan ini diakuinya sebagai media agar wanita dengan disabilitas tetap merasa percaya diri dengan kondisi yang dialaminya.

"2.000 lipstik itu bukan jumlah yang sedikit dan kita emang enggak nyangka antusiasnya bakal sebanyak itu," terang Lanin.

Wanita yang 10 tahun harus berperang dengan rasa ketidakpercayaan diri akibat menyandang penyakit autoimun jenis rheumatoid arthritis atau radang sendi kronis itu menyebut, saat ini kehadiran Lipstik untuk Difabel bukan sekadar bagi-bagi alat kecantikan saja. Lebih jauh lagi, ia berharap gerakan ini dapat menjadi wadah untuk teman disabilitas dan non-disabilitas untuk saling berbagi informasi dan saling mendukung satu sama lain.



Baca Ini Juga Yuk: Tak Apa Menjadi "Aneh" Saat Pandemi, Begini Penjelasannya

Beberapa program kemudian dijalankan oleh 'Lipstik untuk Difabel', antara lain kelas make up, hingga kelas entrepreneur dan leadership bagi disabilitas. Untuk kelas make up atau tata rias bagi disabilitas, Lanin menyebut ada perbedaan antara kelas tata rias disabilitas yang diselenggarakan oleh gerakan ini dengan penyelenggara lain. Ya, acara yang diselenggarakan oleh 'Lipstik untuk Difabel' lebih mengutamakan kebutuhan penyintas disabilitas itu sendiri.

"Jadi misalnya pesertanya penyintas daksa, ya penyintas daksa semua. Atau teman Tuli, ya teman Tuli semua," terangnya.

Kelas tata rias ini juga dikemas se-profesional mungkin. Tujuannya agar perempuan disabilitas merasa berharga atas dirinya sendiri. Wah, keren sekali, ya!

Gerakan 'Lipstik untuk Difabel' ini diakui Lanin berangkat dari pengalamannya sebagai penyandang disabilitas daksa sejak usia 13 tahun. Saat divonis menderita penyakit autoimun jenis rheumatoid arthritis, Lanin mengaku kehilangan rasa percaya diri.

"Dunia kayak runtuh. 10 tahun saya enggak percaya diri sama keadaan saya," terang wanita yang saat itu aktif bermain basket dan menyukai olahraga renang tersebut.

Hingga pada akhirnya, dunia tata rias wajah  kemudian mengubah cara pandangnya terhadap keadaannya saat ini. Kendati menjadi penyandang disabilitas, Lanin menyebut kalau menjadi cantik adalah hak setiap wanita. Ia juga merasa perlu membagikan motivasinya ini kepada banyak saudara-saudaranya yang punya kisah serupa dengan dirinya.


Filosofi lipstik yang digunakan pada awal gerakannya diakui oleh Lanin karena kepercayaannya bahwa tiap warna lipstik dapat memberikan energi, hingga mengubah attitude seseorang. Melalui gerakan ini, Lanin berharap tiap wanita dengan disabilitas di manapun berada mempunyai hak untuk tampil cantik, misalnya dengan menggunakan baju bagus atau merias wajahnya.

"Kalau seorang wanita mau kalem, dia bisa pakai warna kalem. Kalau mau agak girly, begitu ya, dia bisa pakai warna pink. Nah, kalau mau agak bold atau tebal gitu, dia bisa pakai warna merah. Beda-beda semuanya," jelasnya.

Ia pun menjelaskan, ke depannya Lipstik untuk Difabel akan hadir dengan berbagai program inklusif. Sebagai informasi, belum lama ini mereka baru saja menggelar program pelatihan entrepreneur dan leadership untuk wanita dengan disabilitas.

"Semoga ini bisa mengubah cara pandang temen-temen terhadap penyandang disabilitas," pungkasnya.

TemanBaik, apabila kamu ingin berpartisipasi dalam gerakan 'Lipstik untuk Difabel' ini, kamu bisa menghubungi langsung lewat akun Instagram mereka @lipstickuntukdifabel. Tetap sebarkan kebaikan dan energi positif, ya!

Foto: Tangkapan Layar Webinar Cerdas Berkarakter Kemdikbud RI

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler