Begini Cerita dari Para Penegak Protokol Kesehatan

Bandung - TemanBaik, masih menjalankan protokol kesehatan dengan baik, kan? Tetap konsisten ya agar kita semua terhindari dari penularan COVID-19!

Namun, harus diakui enggak semua orang disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Bahkan, makin ke sini, sebagian orang semakin abai dan menanggalkannya. Ada yang lelah, bosan, hingga enggak takut lagi dengan COVID-19. Padahal, COVID-19 itu nyata meski enggak kelihatan bentuknya.

Karena enggak semua warga disiplin menjalankan protokol kesehatan, pemerintah terus berupaya melakukan gerakan penyadaran dan penindakan. Penerapan denda atau sanksi sosial diberikan kepada pelanggar protokol kesehatan di berbagai daerah.

Upaya penegakkan protokol kesehatan ini biasanya dilakukan petugas gabungan, pemerintah diwakili Satpol PP dibantu aparat kepolisian dan TNI. Mereka disatukan dalam wadah bernama Satgas COVID-19 di masing-masing daerah.

Mereka harus memastikan masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Namun, hal ini ternyata enggak mudah. Ada banyak lika-liku yang dihadapi para pejuang penegak protokol kesehatan ini.

Baca Ini Juga Yuk: Selamat Hari Anak Sedunia! Ini Hak-Hak Anak yang Perlu Kita Tahu

Di Kecamatan Ujungberng, Kota Bandung, misalnya, penegakkan protokol kesehatan terus dilakukan. Bahkan, tak ada kata libur untuk mendisiplinkan warga.

"Kita selalu melaksanakan operasi yustisi setiap hari mulai pukul 08.00 WIB setelah apel. Operasi ini dilakukan tiga pilar, dari pihak kecamatan, kita (kepolisian), dan TNI," kata Kapolsek Ujungberung Kompol Heryana.

Biasanya, operasi yustisi dilakukan hingga sore. Bahkan, di akhir pekan, operasi yustisi dilakukan hingga dini hari. Sebab, potensi terjadinya kerumunan di kawasan Ujungberung cukup tinggi, terutama aktivitas komunitas pecinta sepeda motor.

"Yang sering terdapat orang kumpul-kumpul itu malam minggu. Makanya kita baru bisa pulang jam tiga paling cepat," ungkap Heryana.

Namun, para petugas juga kerap patroli malam hari di luar akhir pekan. Setiap menemukan kerumunan atau pelanggar protokol, petugas bakal menegurnya. Jadi, di saat kamu mungkin sedang nyenyak tidur, para penegak protokol kesehatan ini tetap harus bertugas loh.

Dalam pelaksanaan di lapangan, para petugas harus menghadapi berbagai tipikal orang. Ada yang mudah diingatkan, ada yang juga sulit dan banyak alasan.

"Kadang ada masyarakat itu enggak pakai masker karena alasannya 'pak, sebentar, cuma mau kesitu', banyak yang begitu. Akhirnya kita tegur," ucap Heryana.

Namun, langkah persusasif dikedepankan dengan harapan masyarakat sadar akan pentingnya menjalankan protokol kesehatan, bukan karena takut pada petugas. Faktanya, kesadaran belum tumbuh sepenuhnya. Sehingga, selalu saja ada warga yang hanya taat menjalankan protokol kesehatan ketika ada petugas melakukan operasi.

"Kalau lika-liku yang pernah kami temui, jadi masyarakat ini ada yang kurang menyadari (pentingnya menjalankan protokol kesehatan). Apabila ada petugas, baru dia pakai masker, petugas sudah meninggalkan tempat, mereka seperti itu lagi, maskernya ada yang dikantongin, itu kan percuma. Jadi, itu yang kami dapatkan di lapangan," tutur Danramil 1811/Ujungberung Mayor Inf. Yuyus.

Bahkan, enggak jarang loh ada yang cengengesan ketika ditegur atau diberi sanksi sosial, misalnya disuruh menyanyikan lagu Indonesia Raya. "Mungkin sanksi itu dianggap ringan atau main-main," katanya.

Meski begitu, jajaran petugas enggak kenal lelah. Mereka tetap berusaha menjalankan tugasnya membuat warga disiplin. Meski di sisi lain, para petugas juga rasa takut terhadap COVID-19.

"Kami manusia biasa juga kok yang punya rasa ketakutan juga. Apalagi kami sering berinteraksi dengan masyarakat, bertatap muka, mungkin bersentuhan. Makanya kami setiap hari selalu mengingatkan terus anggota, dari mulai pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, sampai membawa hand sanitizer masing-masing untuk anggota. Alhamdulillah anggota kami aman (tidak ada yang terpapar COVID-19), sehat-sehat," jelas Yuyus.

Sementara itu, Camat Ujungberung Jajang Hamdani mengingatkan warga agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Jangan hanya karena taat ketika ada petugas atau operasi. Sebab, siapapun bisa terpapar dan menularkan COVID-19. Jangan sampai kamu terpapar dan menularkannya pada keluarga dan orang sekitar.

"Patuhi protokol kesehatan. Sayangi keluarga, jangan sampai membawa penyakit dari luar," imbau Jajang.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler