Lewotolo, Gunung dengan Pemandangan Cantik yang Sedang Erupsi

Ile Ape - TemanBaik, pernah mendengar nama Gunung Ili Lewotolok atau sering disebut Gunung Lewotolo? Gunung ini terletak di Pulau Lembata, Kabupaten Lembara, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jumat (27/11/2020) pagi, gunung ini kembali 'bergeliat' alias mengalami peningkatan aktivitas. Pada pukul 05.27 WITA, terjadi erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak atau 1.923 meter di atas permukaan laut.

Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kasbani, kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitem dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi kurang lebih 2 menit.

"Erupsi masih berlanjut berupa hembusan asap tebak kehitaman menerus," kata Kasbani.

Baca Ini Juga Yuk: Kabar Baik Perkembangan Vaksin COVID-19

Saat ini, Gunung Lewotolo berstatus Level II atau Waspada. PVMBG pun mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat di sekitar Gunung Lewotolo dan pengunjung tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di zona perkiraan bahaya. Kawasan berbahaya berjarak sekitar 2 kilometer dari puncak.



Fakta Gunung Lewotolo
Dilansir dari berbagai sumber, Gunung Lewotolo merupakan gunung bertipe stratovolcano. Puncak gunung ini memiliki kawah besar menyerupai kaldera berbentuk bulan sabit. Warga setempat menyebutnya Metong Lamataro. Ini adalah bagian dari kawah lama Gunung Lewotolo.

Pada bagian tenggara Metong Lamataro terbentuk sebuah kerucut sebagai puncak tertinggi Gunung Lewotolo saat ini. Kerucut itu memiliki kawah aktif di puncaknya dengan hembusan asap solfatara di hampir semua bagian kerucut.

Dalam sejarahnya, Gunung Lewotolo mengalami beberapa kali letusan yang tercatat sejak 1660. Letusan kemudian kembali terjadi pada 1819 dan 1849.

Pada 5 dan 6 Oktober 1852, terjadi letusan yang merusak daerah sekitarnya dan memunculkan kawah baru serta komplek solfatara di sisi timur-tenggara. Letusan juga terjadi dalam kurun 1964, 1889, dan terakhir pada 1920. 

Pada 1939 dan 1951 terjadi letusan lagi dengan material berupa lontaran lava pijar, abu, awan panas, dan hembusan gas beracun. Aktivitas vulkanik yang tinggi juga sembat membuat PVMBG pun sempat menaikkan status Gunung Lewotolo sempat beberapa kali berubah status, termasuk pernah berstatus Siaga.

Punya Pemandangan Indah
Gunung Lewotolo sendiri cukup direkomendasikan bagi para pendaki yang gemar menikmati keindahan alam. Untuk menuju ke sini, pendakian dimulai dari Desa Atowatung atau Baupukang di Kecamatan Ile Api. Kawasan ini terletak di sisi utara Gunung Lewotolo.

Jalur pendakiannya berupa jalan setapak yang tertutup ilalang. Kemiringan lahan jalur pendakiannya berkisar antara 30-40 derajat. Agar bisa mencapai puncak, kamu butuh waktu sekitar 5 jam.

Untuk menuju puncak, kamu tentu harus memiliki fisik yang prima. Sebab, medan yang dilalui cukup melelahkan dan penuh tantangan. Namun, semua itu akan terbayar ketika kamu sampai di puncak gunung.

Kamu akan melihat hamparan kawah yang sangat luas dan udaranya sejuk. Kamu juga bisa melihat hamparan pasir yang unik dari atas puncak. Hamparan pasir putih ini persis seperti hamparan pasir di pantai.

Suasana di pagi atau sore hari juga jadi momentum indah. Kamu bisa melihat matahari terbit atau terbenam yang bakal memanjakan mata. Penasaran enggak berkunjung ke lokasi? Tapi, sabar ya, pendakian enggak bisa dilakukan sebelum aktivitas Gunung Lewotolo menurun dan PVMBG merekomendaskan boleh didaki.

Foto: dok. PVMBG
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler