Roller Barrier, Si Pencegah Kendaraan 'Terjun Bebas'

Bandung - TemanBaik, Jawa Barat memiliki sejumlah jalur lalu lintas rawan kecelakaan. Sebab, ada banyak titik dengan jalur terjal dan berbatasan langsung dengan jurang.

Bahkan, beberapa kali terjadi kecelakaan dimana kendaraan 'terjun bebas' ke jurang. Akibatnya tentu saja pengumpang di dalam kendaraan mengalami luka hingga kehilangan nyawa. Apalagi jika yang 'terjun bebas' adalah bus, tentu korbannya akan sangat banyak.

Namun, di Jawa Barat, ada cara khusus yang dilakukan untuk mencegah kecelakaan di jalur rawan agar tidak menimbulkan korban luka atau jiwa. Sejak 2018 sudah dipasang roller barrier. Apa sih roller barrier ini?

Roller barrier adalah alat pembatas dengan bentuk hampir mirip seperti pagar. Secara umum, fungsinya tentu sebagai pembatas yang dipasang di area rawan seperti tebing atau jurang. Sehingga, kendaraan yang hilang kendali akan terhindar 'terjun bebas'.

Itu karena kendaraan tersebut akan tertahan roller berrier. Selain itu, kendaraan juga akan secara otomatis 'diarahkan' kembali ke jalurnya. Sebab, roller barrier ini menggunakan teknologi silinder putar. Sehingga, ketika kendaraan menabraknya, silinder yang ada akan berputar untuk mendorong kendaraan agar kembali ke jalurnya.

Inisiasi pemasangan roller barrier di Jawa Barat ini lahir dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Itu sebagai respon atas kecelakaan yang pernah terjadi di berbagai daerah di Jawa Barat, terutama di daerah yang terdapat jurang.



Baca Ini Juga Yuk: Berkunjung ke Sekolah Tunanetra Pertama di Asia Tenggara

Hadir di 12 Titik
Pemasangan roller barrier sudah dipasang di Jawa Barat sejak 2018. Pada 2019, roller barrier kembali dipasang. Sehingga, total roller barrier sudah hadir di 12 titik yang tersebar di Jawa Barat. Jika ditotalkan, panjang roller barrier di 12 titik itu hampir 1.000 meter.

"Sampai saat ini pengadaan roller barrier baru di dua tahun anggaran, yaitu tahun 2018 dan 2019. Dari dua tahun anggaran itu, kurang lebih sudah ada sekitar 960 meter yang terpasang," kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Hery Antasari.

Idealnya, pemasangan roller barrier harusnya ditambah, terutama di daerah rawan kecelakaan. Namun, pada 2020 tidak dilakukan penambahan. Itu karena anggaran yang ada Pemprov Jawa Barat lebih difokuskan untuk penanganan COVID-19.

Rencananya, pada 2021 mendatang, roller barrier akan kembali ditambah. Total yang akan dipasang selama 2021 mencapai 480 meter di berbagai titik rawan kecelakaan. Beberapa di antaranya di Jalur Ciater (Subang), Cikidang (Sukabumi), dan Cikole (Bandung Barat).

Namun, jumlah itu diakui masih kurang. Sebab, kebutuhan pemasangan roller barrier di Jawa Barat mencapai 3.200 meter. Sedangkan jumlah yang sudah ada ditambah yang akan direalisasikan tahun 2021 hanya mencapai 1.440 meter.

Dengan begitu, di Jawa Barat masih butuh hampir 2.000 meter roller barrier pada 2022. Namun, pemasangannya rencananya akan dilakukan bertahap setiap tahun. Sehingga, kebutuhan yang ada diharapkan nantinya bakal terpenuhi.

Efektif Cegah Korban Jiwa
Pemasangan roller barrier sendiri dinilai sebagai solusi untuk mencegah jatuhnya korban jiwa. Sebab, tidak memungkinkan mengubah seluruh jalur rawan kecelakaan yang ada di tengah keterbatasan anggaran. Selain itu, 'modifikasi' jalur rawan kecelakaan juga harus mempertimbangkan berbagai hal, terutama dampak negatifnya.

Karena itu, jalur rawan kecelakaan disiasati dengan pemasangan roller barrier. Sehingga, ketika kendaraan hilang kendali, kendaraan itu bisa dicegah agar tak jatuh ke jurang.

Hery mengatakan, sejak pemasangan roller barrier, sempat terjadi kecelakaan di beberapa titik. Namun, kehadiran roller barrier jadi penyelamat. Sebab, kendaraan yang seharusnya terjun ke jurang tertahan lebih dulu oleh water berrier.

"Dari beberapa kejadian, ada kecelakaan yang terselamatkan oleh roller barrier zero fatalitas atau (korban tidak) meninggal dunia. (Roller barrier) ini bisa mengurangi (potensi korban meninggal dunia dalam kecelakaan)," tandas Hery.

Foto: dok. Dishub Jawa Barat


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler