Beratnya Pengakuan Menjadi ODHA, Jangan Jauhi Mereka, Ya!

Bandung - TemanBaik, apa yang kamu lakukan jika tahu orang di sekitarmu mengatakan dirinya berstatus orang dengan HIV/AIDS (ODHA)? Hindari untuk menjauhinya, ya!

Menurut anggota Jaringan Indonesia Positif Yana 'Jimmy' Suryana, bukan hal mudah bagi ODHA mengakui statusnya pada seseorang, apalagi kepada publik. Apa alasannya?

Hal yang paling utama adalah melawan stigma. Jangan salah, stigma ini tak hanya datang dari orang lain, tapi juga datang dari diri sendiri. Ketika dinyatakan positif, ODHA akan berjuang melawan stigma dari dirinya sendiri.

"Orang yang tahu dirinya didiagnosa positif HIV, psikologisnya akan terganggu, pasti drop banget," kata Jimmy kepada BeritaBaik.id.

Bayang-bayang negatif dari diri sendiri akan 'menghantui', apalagi jika tak punya pengetahuan yang cukup seputar HIV/AIDS. Tak jarang, mereka juga dibayangi kematian yang seolah ada di depan mata.

Rentetan bayangan negatif juga akan menghampiri ODHA, mulai dari penyesalan, takut dikucilkan, takut diusir dari rumah, khawatir dijauhi teman, hingga masa depan yang hancur. Sehingga, butuh perjuangan besar melawan stigma dari diri sendiri seperti itu.

Baca Ini Juga Yuk: Pandangan Keliru Soal HIV/AIDS, Simak Ini Biar Enggak Gagal Paham

Stigma juga menjadi ganda karena mereka berpotensi mendapat stigma dari orang-orang sekitarnya. Ketika stigma datang dari orang lain, ODHA akan semakin terpuruk mentalnya. Jadi, mereka harus melawan stigma diri dan orang lain pada saat bersamaan.

"Jadi selain stigma dari luar, stigma juga datang dari dirinya sendiri," ucap Jimmy.

Upaya menaklukkan stigma ganda ini jelas hal berat dan luar biasa. Sehingga, ODHA biasanya butuh waktu lama untuk bangkit dan membuka statusnya. Ini penyebab kenapa banyak ODHA yang memilih menyembunyikan statusnya.

Karena itu, mereka yang mau mengungkap statusnya, menurutnya merupakan orang hebat. Sebab, mereka sudah melalui pergolakan batin luar biasa.

Lalu, apa yang harus dilakukan ketika orang di sekitarmu merupakan ODHA? Yang paling utama, jangan menjauhinya, apalagi ketika di fase awal yang bersangkutan dinyatakan positif.

Justru kamu disarankan mendampingi mereka, memberi semangat, hingga membantunya dalam berbagai hal. Bangkitkan psikisnya agar pikirannya tercerahkan bahwa menjadi ODHA bukan berarti dunia langsung berakhir.

Sebab, mereka justru membutuhkan orang lain untuk bangkit. Menjauhi mereka, apalagi memberi stigma dan diskriminasi, justru akan membuat mereka semakin terpuruk.

Dampingi mereka melakukan terapi jika kamu bisa melakukannya. Lakukan berbagai hal atau kegiatan positif bersama untuk memulihkan rasa percaya diri dan semangatnya.

"Dukungan dari orang lain itu sangat penting bagi ODHA," ucap Jimmy.

Hal yang enggak kalah penting, jika pengakuan ODHA akan statusnya bersifat terbatas, misalnya hanya kamu dan keluarganya yang tahu, jaga kepercayaan itu. Sebab, jika kamu 'membocorkannya' pada orang lain, belum tentu orang lain bisa menerimanya dengan baik. Justru, bisa jadi 'bocoran' dari kamu malah memperburuk keadaan.

Foto: Ilustrasi Pexels/Anna Shvets
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler