Lakukan Ini untuk Menghindari COVID-19 Saat Salurkan Hak Pilih

Bandung - TemanBaik, pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak bakal digelar di berbagai wilayah di Indonesia pada Rabu, 9 Desember 2020. Kamu yang punya hak pilih tentu disarankan menggunakannya.

Penting banget ya menyalurkan hak pilih? Ya, tentu penting banget! Sebab, suaramu akan turut menentukan masa depan daerahmu. Jadi, gunakan hak pilih dengan baik ya.

Nah, karena pilkada serentak ini digelar di tengah pandemi COVID-19, tentu ada hal yang berbeda dibanding pilkada sebelumnya. Ada berbagai hal yang perlu kamu lakukan agar pilkada berjalan lancar. Di saat yang sama, kamu bisa terhindar dari penularan atau penyebaran COVID-19.

Karena itu, kamu perlu tahu beberapa hal penting sebelum menyalurkan hak pilih. Apa saja?

1. Datang Sesuai Jadwal
Bagi kamu yang sudah punya hak pilih, pastikan sudah mengantongi surat Model C ya. Pastikan juga di dalam surat atau formulir itu kamu direkomendasikan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada pukul berapa. Pelaksanaan pemungutan suara sendiri berlangsung dari pukul 07.00-13.00 WIB. Jika datang lebih dari jadwal yang sudah ditentukan, hak pilihmu akan hangus karena tak bisa memilih.

2. Hindari Berkerumun
Potensi berkerumun sangat tinggi terjadi saat pencoblosan di TPS. Hindari melakukan ini ya. Ingat, saat ini situasi sedang enggak baik-baik saja, COVID-19 bisa ada di mana saja. Enggak mau kan sampai tertular gara-gara kamu berkerumun, baik sengaja ataupun tidak?

Para petugas di sekitar TPS pun bakal mengingatkanmu agar tidak berkerumun. Namun, upaya menghindari kerumunan ini sebaiknya atas kesadaranmu, ya. Jangan tunggu petugas memberi arahan atau membubarkan kerumunan.

"Pemilih dilarang berkerumun di TPS. Oleh karena itu, kedatangan pemilih disarankan terjadwalkan (sesuai yang tertera di surat undangan)," kata anggota KPU Jawa Barat Idham Kholik kepada BeritaBaik.id, Selasa (8/12/2020).

Baca Ini Juga Yuk: Kenapa Vaksin Sinovac yang Dipilih Pemerintah? Ini Penjelasannya

3. Pakai Masker dan Cuci Tangan
Masih konsisten menjalankan protokol kesehatan kan, TemanBaik? Yuk, tetap disiplin menjalankannya. Hal ini juga harus kamu terapkan saat datang ke TPS. Selain menjaga jarak dan tidak berkerumun, kamu wajib menggunakan masker saat datang ke TPS. Jika tidak menggunakannya, kamu tak akan diperbolehkan masuk ke area TPS dan menggunakan hak suara.

"Setiap pemilih wajib membawa masker pada saat datang ke TPS. Setibanya di TPS, pemilih wajib mencuci tangan dengan sabun di tempat cuci tangan yang tersedia di depan TPS," jelas

Setelah itu, kamu wajib dicek suhu tubuh oleh petugas menggunakan thermogun. Begitu masuk ke TPS, ikuti arahan petugas ya.

4. Bawa Alat Tulis Sendiri
Kamu disarankan membawa alat tulis sendiri saat datang ke TPS. Meski di lokasi disediakan alat tulis, langkah antisipatif dengan membawa alat tulis sendiri sebaiknya dilakukan. Ini demi meminimalisir penularan COVID-19. Enggak ribet kan sekadar membawa pulpen sendiri ke TPS?

5. Tentukan Hak Pilih
Ini tentu jadi bagian yang tak kalah penting. Tentukan pilihanmu sebelum ke TPS. Jadi, kamu enggak perlu lama-lama berada di TPS. Begitu membuka surat suara di bilik suara, kamu bisa bergegas mencoblosnya. Namun, tetap hati-hati ya agar tak salah coblos yang berujung suaramu tak sah.

"Tentunya hari ini, H-1, masih tersisa waktu bagi pemilih untuk mendalami visi, misi, dan program pasangan calon agar keputusan elektoral atau pilihan politik sesuai dengan hati nurani dan harapan politiknya atas pemerintahan daerah periode sebelumnya," tutur Idham.

Jangan Takut! TPS Terapkan Potokol Kesehatan
Pandemi memang membuat banyak orang takut melakukan aktivitas, termasuk datang ke TPS untuk menyalurkan hak suara. Namun, ini bukan alasan bagi pemilik suara untuk tak datang ke TPS.

Kamu enggak perlu khawatir. Sebab, protokol kesehatan di TPS bakal dijalankan ketat. KPU sudah membuat aturan teknis bagaimana pelaksanaan pilkada di tengah pandemi ini.

Contohnya, jumlah pemilih di setiap TPS dikurangi, dari yang tadinya maksimal 800 orang menjadi 500 orang. Agar tidak terjadi kerumunan, calon pemilih diberikan jadwal rekomendasi harus datang pukul berapa ke TPS.

Di TPS, baik di dalam maupun area luar, petugas akan mengatur agar jaga jarak bisa dilakukan. Para petugas juga memakai masker dan face shield atau pelindung wajah, termasuk sarung tangan saat bertugas.

Pemilih pun akan diminta menjalankan protokol kesehatan seperti yang dijelaskan di atas. Selain itu, pemilih akan diberikan sarung tangan sekali pakai untuk digunakan selama proses pemilihan. Setelah selesai, jangan lupa membuang sarung tangan itu ke tempatnya ya.

Baca Ini Juga Yuk: Satgas COVID-19 Kini Punya 5 Jubir Terkait Vaksin Loh!

Proses menandai jari dengan tinta setelah memilih juga dilakukan berbeda. Jika sebelumnya pemilih mencelupkan jarinya ke tempat tinta, dalam pilkada ini hal seperti itu tidak dilakukan. Tinta akan diteteskan ke jari pemilih oleh petugas ke jari agar tidak terjadi kontak fisik, termasuk tidak menyentuh kemasan tinta.

Petugas di TPS pun bakal dilakukan rapid test sebelum bertugas. Selain itu, seluruh area TPS bakal disemprot disinfektan sebelum, saat, dan setelah pemungutan suara. Dengan berbagai hal itu, kamu tak perlu takut datang ke TPS. Gunakan hak pilihmu untuk memilih kepala daerah yang akan memimpin daerahmu.

"Dengan protokol kesehatan yang ketat di TPS, pemilih tidak usah phobia COVID-19, TPS steril COVID-19," imbau Idham.

Bisa Salurkan Suara Meski Sedang Isolasi
TemanBaik, kasus COVID-19 saat ini terus meningkat. Selain yang dirawat di rumah sakit, ada yang menjalani isolasi di gedung khusus milik pemerintah dan isolasi mandiri seperti di rumah.

Mereka yang terkonfirmasi positif dan menjalani isolasi, atau harus diisolasi karena kontak erat dengan yang terkonfirmasi positif COVID-19, masih bisa menggunakan hak pilihnya kok. Namun, ada cara khusus yang akan diterapkan bagi mereka.

"Khusus untuk pemilih yang sedang menjalani isolasi mandiri, mulai jam 12.00 siang sampai dengan jam 1 siang, akan dilayani oleh dua anggota KPPS ber-APD lengkap, seperti baju hazmat, dan saksikan oleh para saksi, diawasi oleh Pengawas TPS, dan dipantau oleh pemantau," ungkap Idham.

Tak hanya yang menjalani isolasi, pemilih di TPS yang suhu tubuhnya di atas normal melewati 37,3 derajat selsius juga bisa menggunakan hak pilihnya kok. Mereka akan diarahkan ke bilik khusus di TPS dan dilayani petugas KPPS. Nah, jika suhu tubuhmu di atas normal ketika datang ke TPS, segera periksakan diri ya ke petugas kesehatan.

TemanBaik, gunakan hak pilih dengan baik. Yuk, jangan lelah disiplin menjalankan protokol kesehatan demi kebaikan bersama!

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler