Haru dan Bahagia di Wisuda Teman Disabilitas

Bandung - TemanBaik, pernah melihat disabilitas diwisuda dalam jumlah banyak di saat bersamaan? Meriah dan penuh kebahagiaan loh.

Hal ini terlihat di Kota Cimahi, tepatnya di Panti Sosial Rehabilitasi Penyandang Disabilitas (PSRPD), Selasa (15/12/2020). Sebanyak 71 klien (sebutan siswa PSRPD) diwisuda.

Ada keseruan yang tersaji dalam kegiatan tersebut. Simak ulasannya, yuk!

Para klien terlihat sibuk sejak pagi. Ada yang bersiap melakukan pemanasan karena akan tampil menari. Mereka memakai pakaian ala penari, lengkap dengan riasan dan hiasannya.



Ada yang sibuk memakai toga. Bahkan, ada yang terlihat saling bantu. Misalnya, klien yang duduk di kursi roda dibantu memakai toga oleh klien yang memakai tongkat. Ada juga klien tunanetra yang dibantu memakai toga oleh instruktur atau orang tuanya.

Begitu rangkaian acara dimulai, semua bersiap ke tempat masing-masing. Ada yang duduk di kursi, ada yang bersiap masuk di area luar, hingga ada yang berdandan. Satu per satu, rangkaian acara dimulai dimulai dengan penampilan tarian sambutan selamat datang dari klien disabilitas tunarungu.

Baca Ini Juga Yuk: Mau Liburan Akhir Tahun ke Jabar? Simak Ini Dulu!

Selanjutnya, berbagai penampilan disuguhkan dari para klien dengan berbagai latar belakang kedisabilitasannya. Ada disabilitas rungu yang menari, band disabilitas daksa, hingga paduan suara.

Puncak acara ditutup dengan prosesi wisuda oleh Kepala Dinas Sosial Jawa Barat Dodo Suhendar. Di saat yang sama, ketika disahkan sebagai wisudawan, mereka juga diberi berbagai perlengkapan sebagai modal untuk digunakan setelah lulus. Ada yang diberi mesin jahit, alat sablon, hingga kompor.

Setelah seluruh rangkaian acara selesai, raut wajah kegembiraan terlihat dari para klien. Mereka berfoto bersama dengan sesama klien dan instruktur alias guru. Namun, ada kesedihan dalam diri sebagian klien saat mengucapkan salam perpisahan dengan para instruktur.



Dibekali Beragam Keterampilan
Para klien di PSRPD yang diwisuda hari ini belajar dalam kurun Maret hingga Desember 2020. Mereka dibekali beragam keterampilan selama menempuh pendidikan di sini.

"71 klien telah menjalani masa bimbingan sejak awal Maret hingga 14 Desember 2020 dengan berbagai materi bimbingan," kata Kepala PSRPD Ferrus Syammach.

Bimbingan apa saja yang didapatkan? Tentu beragam, ada materi secara umum seperti bimbingan sosial dan konseling psikososial, hingga pelatihan keterampilan.

Untuk keterampilan, para klien selama di PSRPD memilih yang diminatinya. Ada yang memilih keterampilan montir sepeda motor, tata rias, kerajinan tangan, sablon, hingga membatik. Selain itu, ada juga ekstrakurikuler untuk melatih kemampuan siswa, contohnya pertukangan kayu.



Kegiatan pembelajaran di PSRPD sendiri gratis. Di luar pendidikan, para siswa mendapatkan berbagai fasilitas seperti asrama hingga makan. Bahkan, selepas lulus, mereka juga diberi bantuan modal usaha berupa barang.

Kepala Dinas Sosial Jawa Barat Dodo Suhendar memberi pesan agar para klien yang diwisuda hari ini menggunakan ilmu yang didapatkannya selama belajar di PSRPD. Harapannya, kehidupan mereka akan jadi lebih baik dan punya daya saing di masyarakat.

Sebab, kehidupan sesungguhnya bagi para wisudawan adalah ketika lulus. Mereka akan dihadapkan kembali ke masyarakat. Di sanalah mereka akan berjuang dan membuktikan ilmu serta keterampilan yang didapatkannya. Untuk itu, ada satu modal penting yang perlu dimiliki selain keterampilan.

"Saya selalu berpesan, pertama yang harus dimunculkan adalah kepercayaan diri. Kedua, menggali potensi yang dimiliki," ucap Dodo.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler