Yuk! Intip Keunggulan Mobile Lab BSL-2 Terbaru Versi Bus

Jakarta - TemanBaik, berbagai cara dilakukan pemerintah untuk penanganan COVID-19. Cara terbarunya dengan meluncurkan 'Mobile Laboratorium Biosafety Level 2' atau BSL-2 dalam varian bus.

Mobile Laboratorium BSL-2 tersebut diluncurkan pada Rabu (17/12/2020) di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta. Apa saja sih kegunaan dari fasilitas ini?

Hadirnya Mobile Laboratorium BSL-2 diharapkan membantu proses tracing, testing, dan treatment di beberapa daerah. Sehingga, bisa dilakukan upaya percepatan penanganan dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Untuk testing, tracing dan treating yang juga kita bisa mengimprovisasi dengan tracking yang saat ini juga kita sedang upayakan pengembangan aplikasi," kata Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza.

Mobile Laboratorium BSL-2 sendiri merupakan salah satu inovasi dari peneliti dan perekayasa BPPT tersebut juga dapat membantu peningktan kapasitas uji sampel spesimen COVID-19 di daerah. Sehingga, proses pengujian bisa dipercepat, dipersingkat, dan lebih akurat.



Baca Ini Juga Yuk: Berita Baik! Vaksin Covid-19 Gratis Buat Masyarakat Indonesia

Seperti diketahui, hingga kini kapasitas pengujian sampel COVID-19 sudah mencapai 95 persen dari target WHO. Namun, beberapa daerah di Indonesia mengalami kendala dalam pengujian sampel.

"Kapasitas pengujian di Indonesia saat ini telah mencapai 95 persen dari yang ditargetkan oleh WHO. Namun sebagian labolatorium masih terpusat di beberapa kota besar dan masih menunggu waktu di dalam pengujian spesimen tersebut," tutur Hammam.

Untuk konsep, Mobile Laboratorium BSL-2 varian bus, masih mengusung konsep serupa, yaitu mobile (mobilitas fleksibel), aman, dan akurat. Namun, ada beberapa hal yang disempurnakan dari versi sebelumnya.

Bus tersebut memiliki kelebihan dibanding mobile laboratorium sebelumnya. Di antaranya memiliki platform bus, konsep mobilitas juga diperkuat. Dengan begitu, bus tersebut mudah dioperasikan ke daerah yang membutuhkan.

Ada juga penambahan fasilitas untuk ekstraksi RNA. Sehingga, pengujian dapat menggunakan reagen yang lebih bervariasi untuk menjaga keberlanjutan pengujian.

Kemudian mobile lab terbaru ini juga terdapat penambahan fasilitas untuk ekstraksi RNA, sehingga dapat menggunakan reagen yang lebih bervariasi (metoda magnetic beads) untuk menjaga keberlanjutan pengujian. Ada juga beberapa pengembangan layout peralatan untuk meningkatkan akurasi data dan keamanan personel penguji.

Mobil laboratorium itu juga terdapat penyempurnaan pada sistem mekanik pintu yang dapat dibuka-tutup tanpa disentuh. Ini untuk menghindari adanya kontaminasi jika menggunakan pegangan pintu.

Mengurangi Ketergantungan Produk Luar Negeri
Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengapresiasi hasil inovasi karya anak bangsa tersebut dalam rangka mempercepat penanganan COVID-19. Hadirnya Mobile Laboratorium BSL-2 juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap jenis produk dari luar negeri. Di saat yang sama, inovasi itu sekaligus dapat menjadi solusi yang lebih efektif dan efisien.

"Tentu kita harus mendukung program-program inovasi ini agar kita tidak selalu tergantung dari produk-produk yang didatangkan dari luar negeri," kata Doni.

Di sisi lain, Doni menilai dengan adanya bus laboratorium tersebut akan mengurangi permasalahan yang ada di daerah, khususnya untuk pemenuhan kapasitas uji sampel sesuai standar Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

"Salah satu upaya untuk mengurangi kesulitan-kesulitan yang ada di daerah, karena tidak semua lab di daerah ini memiliki standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan," ujarnya.

Ia juga berharap peluncuran Mobile Laboratorium BSL-2 yang mengusung konsep bus tersebut dapat mempercepat upaya pemeriksaan spesimen. Sehingga, penanganan COVID-19 dapat lebih baik.

"Ini adalah jawaban untuk menutupi kekuarangan yang ada di daerah. Mudah-mudahan kehadiran mobile lab BSL-2 ini dapat mempercepat proses pemeriksaan spesimen," jelas Doni.

Sementara itu, usai diluncurkan, Mobile Laboratorium BSL-2 varian bus tersebut akan melakukan roadshow ke Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, Dinas Kesehatan Denpasar di Bali, dan Ponpes Darul Ulum Jombang di Jawa Timur untuk membantu pengujian sampel COVID-19. Bus itu direncanakan kembali ke BPPT pada tanggal 29 Desember 2020.

Sedangkan sebelum varian bus, BPPT telah meluncurkan inovasi Mobile Laboratorium BSL-2 varian kontainer/trailer, yang dapat dipindah-operasikan ke berbagai daerah. Mobile laboratorium varian kontainer tersebut telah beroperasi di beberapa tempat di Indonesia, seperti di Jakarta Timur, Plaju Palembang dan Medan Sumatra Utara.

Foto: dok. BNPB

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler